Selasa, 24 Juni 2025

AL-QUR'ANUL KARIM SURAT AL-BAYYINAH (98)

 TAFSIR AL-QUR'ANUL KARIM SURAT AL-BAYYINAH (98) AYAT 1-8

TIDAK ADA KEWAJIBAN TANPA KETERANGAN DAN TIDAK ADA SIKSAAT{ TANPA PERINGATAN

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ
Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,1
رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ
(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an),2
فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗ
di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).3
وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ
Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.4
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).5
Tafslr dan Penlelasan
Allah SWT mengutus Nabi Muhammad saw. untuk seluruh alam, baik dari kalangan jin dan manusia juga untuk seluruh umat dan bangsa di masa beliau dan di masa-masa yang akan datang serta seluruh pemeluk agama. Bahkan Rasulullah juga diutus untuk Ahlul Kitab dan orang-orang musyrikin yang telah jauh dari agama yang benar. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, AL-Qur'anul Karim Surat AL-Bayyinah (98) Ayat 1
لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ
Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,1
(Al-Bayyinah:1) Orang-orang yang menentang risalah Nabi saw. dan mengingkari kenabian beliau dari kalangan Yahudi dan Nasrani serta penyembah berhala dan patung dari kalangan orangorang musyrik Arab dan lainnya tidak akan meninggalkan kekufuran mereka yang telah mereka warisi hingga datang kepada mereka bukti yang jelas, yaitu Rasulullah saw. atau AlQur'an Al-Karim.
Maksud Allah SWT memberitahu tentang orang-orang kafir adalah, mereka tidak akan pernah meninggalkan kekufuran dan kesyirikan mereka kepada Allah SWT hingga Rasulullah saw. mendatangi mereka dengan membawa Al-Qur'an. Sesungguhnya beliau akan menjelaskan kepada mereka kesesatan dan kebodohan mereka serta mengajak mereka untuk beriman.
Kemudian Allah SWT menjelaskan makna bayyinah, Allah berfirman, AL-Qur'anul Karim Surat AL-Bayyinah (98) Ayat 2-3
رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ
(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an),2
فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗ
di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).3
 Maksudnya, Muhammad saw. yang telah diutus itu adalah sebagai rahmat untuk seluruh alam. Beliau akan membacakan kepada mereka segala apa yang terkandung di dalam Al-Qur'an yang suci dari kerancuan dan dusta, syubhat dan kekufuran serta perubahan dan ketidakjelasan. Bahkan di dalam Al-Qur'an terdapat kebenaran yang menjelaskan kepada Ahlul Kitab dan kaum musyrikin segala apa yang samar bagi mereka dari perkara-perkara agama. Al-Qur'an juga mengandung ayat-ayat dan hukum-hukum wajib yang lurus dan pasti, serta tidak menyalahi kebenaran. Al-Qur'an adalah sebuah kebaikan dan petunjuk serta hidayah dan hikmah, sebagaimana firman Allah SWT, AL-Qur'anul Karim Surat AL-Fushhilat (54) Ayat 42
لَّا يَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهٖ ۗتَنْزِيْلٌ مِّنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ
(yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji.
Allah SWT juga berfirman, AL-Qur'anul Karim Surat AL-Kahfi (54) Ayat 1-2
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;1
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ
sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,2
Hal senada juga ada pada firman Allah SWT AL-Qur'anul Karim Surat Abasa (80) Ayat 12-16
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ
maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya,12
فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),13
مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۢ ۙ
yang ditinggikan (dan) disucikan,14
بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ
di tangan para utusan (malaikat),15
كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ
yang mulia lagi berbakti.16
Kemudian, Allah SWT menjelaskan mengenai perpecahan di kalangan Ahlul Kitab. AL-Qur'anul Karim Surat AL-Bayyinah (98) Ayat 4
وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ
Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.4
Jangan menyesal wahai Muhammad atas Ahlul Kitab. Sesungguhnya perpecahan dan perbedaan mereka bukan karena mereka tidak mengetahui persoalan, tetapi itu setelah kebenaran sudah ielas dan setelah datangnya petunjuk kepada agama yang benar yaitu Muhammad saw., yang datang dengan membawa Al-Qur'an yang sesuai dengan kitab yang ada di tangan mereka. Tatkala Allah SWT mengutus Muhammad saw. Ahlul Kitab berpecah belah, sebagian mereka beriman dan sebagian yang lain mengingkarinya. Padahal seyogianya mereka harus sepakat atas satu jalan, yaitu mengikuti agama Allah dan mengikuti Rasul yang datang kepada mereka dengan ajaran Allah yang membenarkan ajaran samawi mereka. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT, AL-Qur'anul Karim Surat Ali 'Imron (3) Ayat 105
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ۙ
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat,
Dan dimaafkanlah orang yang telah diperingatkan, sebagaimana firman Allah, AL-Qur'anul Karim Surat Al-Anfal (8) Ayat 42
اِذْ اَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوٰى وَالرَّكْبُ اَسْفَلَ مِنْكُمْۗ وَلَوْ تَوَاعَدْتُّمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِى الْمِيْعٰدِۙ وَلٰكِنْ لِّيَقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَانَ مَفْعُوْلًا ەۙ لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْۢ بَيِّنَةٍ وَّيَحْيٰى مَنْ حَيَّ عَنْۢ بَيِّنَةٍۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَسَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ
(Yaitu) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada lebih rendah dari kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan (hari pertempuran itu), tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
AL-Qur'anul Karim Surat Al-An'am (6) Ayat 159
اِنَّ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِيْ شَيْءٍۗ اِنَّمَآ اَمْرُهُمْ اِلَى اللّٰهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari banyak jalur disebutkan,
" saungguhnya orang- orang Yahudi berpecah behh menjadi tujuh puluh satu golongan. Dan orang Nasrani berpecah menjadi tujuh -puluh dua golongan. Dan umat ini alan berpecah belah menjadi tujuh puluh ttga golonga. Semua golongan akan masuk neraka mehinkan satu golongan," Para sahabat bertanya, "Golongan apa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Golongan yang tegak di atas manhajku dan para sahabatkul'2'6 
Kemudian, Allah SWT menjelekkan mereka karena telah menyimpang dari tujuan inti agama, yaitu ikhlas beribadah kepada Allah. Allah SWT berfirman, AL-Qur'anul Karim Surat AL-Bayyinah (98) Ayat 5
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).5
Mereka berpecah belah dan berselisih, padahal mereka tidak diperintahkan di dalam Taurat, Injil, atau Al-Qur'an yang datang dari Allah melainkan untuk beribadah kepada Allah semata secara ikhlas dan tidak menyekutukanNya dengan apa pun serta berpaling dari semua agama untuk memeluk agama Islam. Mereka juga diperintahkan untuk menunaikan shalat pada waktunya sesuai yang dikehendaki oleh Allah, memberikan zakat kepada orangorang yang berhak menerimanya dengan jiwa yang riang ketika jatuh temponya. Semua hal yang diperintahkan kepada mereka ini akan menyebabkan persatuan bukan perpecahan. Nabi Muhammad saw. tidaklah datang melainkan dengan membawa perintah yang sudah pernah dibawa oleh para rasul sebelumnya. Manhaj Nabi Muhammad saw. adalah mengikuti millah (agama) Nabi lbrahim a.s. yang berpaling dari penyembahan berhala yang dilakukan kaumnya menuju tauhid dan ikhlas beribadah kepada Allah SWT, Itu sebagaimana firman Allah SWT
AL-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 123
ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.”
Agama tersebut adalah ikhlas beribadah kepada Allah, meninggalkan segala sesuatu yang disembah selain-Nya, menunaikan shalat kepada-Nya tepat pada waktunya dan memberikan zakat kepada orang-orang yang membutuhkannya. Itulah agama yang lurus.
وَمَآ اُمِرُوْٓا dan tidaklah mereka diperintahkan di Taurat dan Injil melainkan untuk memeluk agama yang lurus. Maksudnya, sesungguhnya syari'at mereka adalah syari'at kami juga. Yang paling utama, maksud dari ayat tersebut adalah sebagaimana dikatakan oleh ar-Razi, "Ahlul Kitab tidak diperintahkan di dalam Al-Qur'an atau melalui lisan Nabi Muhammad saw. melainkan dengan hal-hal ini. Karena ayat tersebut dengan perkiraan makna ini memberikan pengertian adanya syari'at baru. Membawa pemahaman firman Allah kepada hal yang lebih banyak faedahnya adalah lebih utama. fuga karena firman Allah SWT {حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ }hingga mereka didatangi oleh dalil/argumen, maksudnya adalah Muhammad saw.. juga karena Allah SWT mengakhiri ayat dengan firman-Nya وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ itu merupakan syari'at Muhammad saw.."

0 komentar:

Posting Komentar