UMMAT NABI MUHAMMAD JADI SAKSI DI AKHIRATAl-Qur'anul Karim Surat Al-Ahzab (33) Ayat 45-46 (Madaniyyah=73A)
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ
Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,وَّدَاعِيًا اِلَى اللّٰهِ بِاِذْنِهٖ وَسِرَاجًا مُّنِيْرًا
dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 143 (Madaniyyah=286A)
Menurut keterangan yang dipaparkan Zamakhsyari dalam kitabnya Al-Kassyaf [199/1], sebagaimana beliau mengutip keterangan dari Imam At-Thobari dari Zaid bin Aslam, bahwasanya di hari kiamat nanti, umat-umat terdahulu semuanya dikumpulkan untuk ditahkim oleh Allah SWT sebagai hakim yang adil. Akan tetapi, umat-umat terdahulu itu enggan untuk diadili dan berdalih bahwa tidak mendapatkan peringatan dan ajakan dari para Nabi yang di utus oleh Allah SWT. Kepadanya. Mereka semuanya ingkar. Sehingga para Nabi yang diutus oleh Allah kebingungan sebab disuruh mengajukan bukti yang menguatkan mereka bahwa sudah menyampaikan risalahnya.
Maka para Nabi itu datang kepada Umat Nabi Muhammad saw, umat islam agar menjadi saksi untuk para Nabi yang telah dituduh oleh kaumnya tidak menyampaikan risalah yang diemban. Umat Nabi Muhammad-pun berbondong-bondong menjadi saksi untuk para Nabi agar terbebas dari tuduhan yang tak berdasar. Hanya saja, umat-umat terdahulu itu, menyanggah kepada kaum muslimin dan berkata, “dari mana kalian tahu kalau nabi-nabi itu sudah menyampaikan risalahnya. Padahal, kalian tidak menututi hidup kami?”
Umat Islam-pun membantah dan mengatakan, “sungguh kami mengetahui melalui informasi Tuhan ang termaktub dalam Al-Qur’an Karim yang disampakan kepada Nabi kita yang jujur, Nabi Muhammad SAW.”. mendengar sanggahan yang diajukan oleh kaum muslimin Allah SWT langsung memerintahkan untuk mendatangkan Nabi Muhammad sebagai buktinya. Maka Nabi Muhammad datang dan membenarkan apa yang dikatakan para umatnya. Sedangkan, ayat yang dimaksud adalah:
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ ۗوَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rosul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rosul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.Menurut keterangan yang dipaparkan Zamakhsyari dalam kitabnya Al-Kassyaf [199/1], sebagaimana beliau mengutip keterangan dari Imam At-Thobari dari Zaid bin Aslam, bahwasanya di hari kiamat nanti, umat-umat terdahulu semuanya dikumpulkan untuk ditahkim oleh Allah SWT sebagai hakim yang adil. Akan tetapi, umat-umat terdahulu itu enggan untuk diadili dan berdalih bahwa tidak mendapatkan peringatan dan ajakan dari para Nabi yang di utus oleh Allah SWT. Kepadanya. Mereka semuanya ingkar. Sehingga para Nabi yang diutus oleh Allah kebingungan sebab disuruh mengajukan bukti yang menguatkan mereka bahwa sudah menyampaikan risalahnya.
Maka para Nabi itu datang kepada Umat Nabi Muhammad saw, umat islam agar menjadi saksi untuk para Nabi yang telah dituduh oleh kaumnya tidak menyampaikan risalah yang diemban. Umat Nabi Muhammad-pun berbondong-bondong menjadi saksi untuk para Nabi agar terbebas dari tuduhan yang tak berdasar. Hanya saja, umat-umat terdahulu itu, menyanggah kepada kaum muslimin dan berkata, “dari mana kalian tahu kalau nabi-nabi itu sudah menyampaikan risalahnya. Padahal, kalian tidak menututi hidup kami?”
Umat Islam-pun membantah dan mengatakan, “sungguh kami mengetahui melalui informasi Tuhan ang termaktub dalam Al-Qur’an Karim yang disampakan kepada Nabi kita yang jujur, Nabi Muhammad SAW.”. mendengar sanggahan yang diajukan oleh kaum muslimin Allah SWT langsung memerintahkan untuk mendatangkan Nabi Muhammad sebagai buktinya. Maka Nabi Muhammad datang dan membenarkan apa yang dikatakan para umatnya. Sedangkan, ayat yang dimaksud adalah:
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nisa (4) Ayat 41 (Madaniyyah=176A)
Riwayat Imam Bukhori
Riwayat ini bisa dikuatkan dengan riwayat yang termaktub dalam kitab Shohih Bukhori (21/6). Dari Ibnu Jarir dari Al-A’mas dari Abi Sholih dari Said Al-Khudri berkata;
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 143 (Madaniyyah=286A)
Begitulah kisah yang termaktub dalam Al-Quran bahwa ayat ini menurut Syeh Aly Ash-Shobuni menjadi bukti yang paling agung bahwa umat Nabi Muhammad memiliki keistimewaan disbanding umat-umat yang lain. dimana kaum muslimin menjadi saksi di hadapan Tuhan untuk membebaskan para Nabi-Nabi yang dituduh oleh ummatnya sendiri dengan tuduhan yang tidak berdasar. Inilah keistimewaan kaum muslimin mereka diberi peluang oleh Allah agar berkontribusi di dalam pengadilan Tuhan padahal Allah tidak butuh persaksian mereka karena Tuhan yang Maha Mengetahui.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 31 (Madaniyyah=200A)
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 89 (Makkiyyah=128A)
Al-Qur'anul Karim Surat An-Najm (53) Ayat 3 (Makkiyyah=62A)
فَكَيْـفَ اِذَا جِئْـنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ بِۢشَهِيْدٍ وَّجِئْـنَا بِكَ عَلٰى هٰۤؤُلَآ ءِ شَهِيْدًا
“Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.”Riwayat Imam Bukhori
Riwayat ini bisa dikuatkan dengan riwayat yang termaktub dalam kitab Shohih Bukhori (21/6). Dari Ibnu Jarir dari Al-A’mas dari Abi Sholih dari Said Al-Khudri berkata;
قَالَ رَسُولُ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” يُدْعَى نُوحٌ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَيَقُولُ: لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: هَلْ بَلَّغْتَ؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ، فَيُقَالُ لِأُمَّتِهِ: هَلْ بَلَّغَكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: مَا أَتَانَا مِنْ نَذِيرٍ، فَيَقُولُ: مَنْ يَشْهَدُ لَكَ؟ فَيَقُولُ: مُحَمَّدٌ وَأُمَّتُهُ، فَتَشْهَدُونَ أَنَّهُ قَدْ بَلَّغَ: {وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا}[البقرة: 143] فَذَلِكَ قَوْلُهُ جَلَّ ذِكْرُهُ: {وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا} [البقرة: 143] ” وَالوَسَطُ: العَدْلُ
“Rosulullah bersabda, “di hari kiamat, Nabi Nuh dipanggil oleh Allah SWT. Lalu Nabi Nuh mengucapkan, “aku memenuhi panggilan-Mu wahai Tuhanku. Kemudian Allah SWT bertanya kepada Nuh, “apakah kamu telah menyampaikan risalahnya?” Nuh menjawab, “iya Ya Allah”. Lalu ditanyakan kepada kaumnya Nuh, “apakah Nuh telah menyampaikan risah kepada kalian?” mereka menjawab, “kami tidak diberi peringatan! Maka Allah pun meminta bukti kepada Nabi Nuh untuk menjadi saksi. Nabi Nuh menjawab yang akan menjadi saksi adalah Muhammad dan Ummatnya’. Maka mereka semua bersaksi dan menyampaikan ayat Al-Baqarah: 143”Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 143 (Madaniyyah=286A)
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ ۗوَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rosul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rosul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.Begitulah kisah yang termaktub dalam Al-Quran bahwa ayat ini menurut Syeh Aly Ash-Shobuni menjadi bukti yang paling agung bahwa umat Nabi Muhammad memiliki keistimewaan disbanding umat-umat yang lain. dimana kaum muslimin menjadi saksi di hadapan Tuhan untuk membebaskan para Nabi-Nabi yang dituduh oleh ummatnya sendiri dengan tuduhan yang tidak berdasar. Inilah keistimewaan kaum muslimin mereka diberi peluang oleh Allah agar berkontribusi di dalam pengadilan Tuhan padahal Allah tidak butuh persaksian mereka karena Tuhan yang Maha Mengetahui.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 31 (Madaniyyah=200A)
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 89 (Makkiyyah=128A)
وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا عَلَيْهِمْ مِّنْ اَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيْدًا عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِۗ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim).Al-Qur'anul Karim Surat An-Najm (53) Ayat 3 (Makkiyyah=62A)
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى
“dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya.”Hadits Riwayat Bukhori Rosulullah SAW bersabda:
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ اِلإِيْمَانِ : أَنْ يَكُوْنَ اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا
“Ada tiga perkara yang bila seseorang memilikinya, niscaya akan merasakan manisnya iman, ‘Yaitu, kecintaannya pada Allah dan RosulNya lebih dari cintanya kepada selain keduanya……”.Rosulullah dan umatnya pun menjadi saksi atas risalah yang telah disampaikan Nabi Nuh pada kaumnya.
Hadits Riwayat Bukhori Rosulullah SAW bersabda:
Kemudian Allah bertanya kepada umatnya, "Apakah benar dia telah menyampaikan kepada kalian?" Mereka menjawab, "Tidak. Tidak ada seorang Nabi pun yang datang kepada kami." Lalu Allah berfirman kepada Nuh 'alaihissalam, "Siapa yang menjadi saksi atasmu?" Nabi Nuh 'alaihissalam berkata, "Muhammad SAW dan umatnya."
Maka, kami pun bersaksi bahwa Nabi Nuh 'alaihissalam telah menyampaikan risalah yang diembannya kepada umatnya. Begitulah seperti yang difirmankan Allah Yang Mahatinggi (QS. Al-Baqarah ayat 143 yang artinya), ("Dan demikianlah kami telah menjadikan kalian sebagai umat pertengahan untuk menjadi saksi atas manusia.."). Al-washathu artinya al-'adl (adil).
https://an-nur.id/mahabbah-rasulullah-saw/#:~:text=Dari%20Anas%20bin%20Malik%20%2C%20ia,dirinya%20dari%20kejahatan%20dan%20dosa.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-An'am (6) Ayat 19 (Makkiyyah=165A)
Al-Qur'anul Karim Surat Hud (11) Ayat 2 (Makkiyyah=123A)
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجِيءُ نُوحٌ وَأُمَّتُهُ فَيَقُولُ اللّهُ تَعَالَى هَلْ بَلَّغْتَ فَيَقُولُ نَعَمْ أَيْ رَبِّ فَيَقُولُ لِأُمَّتِهِ هَلْ بَلَّغَكُمْ فَيَقُولُونَ لَا مَا جَاءَنَا مِنْ نَبِيٍّ فَيَقُولُ لِنُوحٍ مَنْ يَشْهَدُ لَكَ فَيَقُولُ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمَّتُهُ فَنَشْهَدُ أَنَّهُ قَدْ بَلَّغَ وَهُوَ قَوْلُهُ جَلَّ ذِكْرُهُ { وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ } وَالْوَسَطُ الْعَدْلُ
Telah bercerita kepada kami Musa bin Isma'il, telah bercerita kepada kami 'Abdul Wahid bin Ziyad, telah bercerita kepada kami Al-A'masy dari Abu Sholih dari Abu Sa'id berkata, Rosulullah SAW bersabda, "(Pada hari kiamat) Nabi Nuh 'alaihissalam dan umatnya datang lalu Allah Ta'ala berfirman, "Apakah kamu telah menyampaikan (ajaran)? Nuh 'alaihissalam menjawab, "Sudah, wahai Robb-ku."Kemudian Allah bertanya kepada umatnya, "Apakah benar dia telah menyampaikan kepada kalian?" Mereka menjawab, "Tidak. Tidak ada seorang Nabi pun yang datang kepada kami." Lalu Allah berfirman kepada Nuh 'alaihissalam, "Siapa yang menjadi saksi atasmu?" Nabi Nuh 'alaihissalam berkata, "Muhammad SAW dan umatnya."
Maka, kami pun bersaksi bahwa Nabi Nuh 'alaihissalam telah menyampaikan risalah yang diembannya kepada umatnya. Begitulah seperti yang difirmankan Allah Yang Mahatinggi (QS. Al-Baqarah ayat 143 yang artinya), ("Dan demikianlah kami telah menjadikan kalian sebagai umat pertengahan untuk menjadi saksi atas manusia.."). Al-washathu artinya al-'adl (adil).
https://an-nur.id/mahabbah-rasulullah-saw/#:~:text=Dari%20Anas%20bin%20Malik%20%2C%20ia,dirinya%20dari%20kejahatan%20dan%20dosa.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-An'am (6) Ayat 19 (Makkiyyah=165A)
قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللّهُ ۖ شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللّهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُلْ لَا أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ
Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al-Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".Al-Qur'anul Karim Surat Hud (11) Ayat 2 (Makkiyyah=123A)
أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللّهَ ۚ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,Al-Qur'anul Karim Surat Ibrohim (14) Ayat 44 (Makkiyyah=52A)
وَأَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُمْ مِنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِنْ زَوَالٍ
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rosul-rosul". (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?Al-Qur'anul Karim Surat Ibrohim (14) Ayat 52 (Makkiyyah=52A)
هَٰذَا بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
(Al-Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 89 (Makkiyyah=99A)
وَقُلْ إِنِّي أَنَا النَّذِيرُ الْمُبِينُ
Dan katakanlah: "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan".Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 89 (Makkiyyah=128A)
وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Kahfi (18) Ayat 4 (Makkiyyah=110A)
وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّهُ وَلَدًا
Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak".Al-Qur'anul Karim Surat Al-Kahf (18) Ayat 56 (Makkiyyah=110A)
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۚ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ ۖ وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَمَا أُنْذِرُوا هُزُوًا
Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 45 (Makkiyyah=112A)
قُلْ إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ ۚ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنْذَرُونَ
Katakanlah (hai Muhammad): "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan"Al-Qur'anul Karim Surat Ya Sin (36) Ayat 6
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ
6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
Surat Ya Sin (36) Ayat 11
إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
11. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Al-Qur'anul Karim Surat Sad (38) Ayat 65
قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ ۖ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
65. Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.
Al-Qur'anul Karim Surat Sad (38) Ayat 70
إِنْ يُوحَىٰ إِلَيَّ إِلَّا أَنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ
70. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata".
Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zumar (39) Ayat 17
وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ
17. Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mu’min (Al-Ghaafir) (40) Ayat 18
وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
18. Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya.
Al-Qur'anul Karim Surat Fussilat (41) Ayat 13
فَإِنْ أَعْرَضُوا فَقُلْ أَنْذَرْتُكُمْ صَاعِقَةً مِثْلَ صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ
13. Jika mereka berpaling maka katakanlah: "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum 'Aad dan Tsamud".
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ahqaf (46) Ayat 9
قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ
9. Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Fath (48) Ayat 8
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
8. Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,
Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zariyat (51) Ayat 50
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ
50. Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zariyat (51) Ayat 51
وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ
51. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Al-Qur'anul Karim Surat An-Najm (53) Ayat 56
هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ
56. Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.
Al-Qur'anul Karim Surat As-Saff (61) Ayat 13
وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
13. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mulk (67) Ayat 26
قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ
26. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Muzzammil (73) Ayat 15
إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا
15. Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Muddassir (74) Ayat 2
قُمْ فَأَنْذِرْ
2. bangunlah, lalu berilah peringatan!
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi’at (79) Ayat 45
إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا
45. Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit)
صحيح البخاري ٣٠٩١: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجِيءُ نُوحٌ وَأُمَّتُهُ فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى هَلْ بَلَّغْتَ فَيَقُولُ نَعَمْ أَيْ رَبِّ فَيَقُولُ لِأُمَّتِهِ هَلْ بَلَّغَكُمْ فَيَقُولُونَ لَا مَا جَاءَنَا مِنْ نَبِيٍّ فَيَقُولُ لِنُوحٍ مَنْ يَشْهَدُ لَكَ فَيَقُولُ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمَّتُهُ فَنَشْهَدُ أَنَّهُ قَدْ بَلَّغَ
وَهُوَ قَوْلُهُ جَلَّ ذِكْرُهُ
{ وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ }
وَالْوَسَطُ الْعَدْلُ
Shahih Bukhari 3091: Telah bercerita kepada kami Musa bin Isma'il telah bercerita kepada kami 'Abdul Wahid bin Ziyad telah bercerita kepada kami Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Sa'id berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"(Pada hari qiyanat) Nabi Nuh dan ummatnya datang lalu Allah Ta'ala berfirman: "Apakah kamu telah menyampaikan (ajaran)?" Nuh menjawab: "Sudah, wahai Rabbku". Kemudian Allah bertanya kepada ummatnya: "Apakah benar dia telah menyampaikan kepada kalian?" Mereka menjawab: "Tidak. Tidak ada seorang Nabi pun yang datang kepada kami". Lalu Allah berfirman kepada Nuh: "Siapa yang menjadi saksi atasmu?" Nabi Nuh berkata: "Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan ummatnya." Maka kami pun bersaksi bahwa Nabi Nuh telah menyampaikan risalah yang diembannya kepada ummatnya. Begitulah seperti yang difirmankan Allah Yang Maha Tinggi (Dan demikianlah kami telah menjadikan kalian sebagai ummat pertengahan untuk menjadi saksi atas manusia) (QS. Al-Baqarah: 143). Al-Washathu maksudnya adalah Al-'Adl (adil).
صحيح البخاري ٣٠٩٢: حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا أَبُو حَيَّانَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دَعْوَةٍ فَرُفِعَ إِلَيْهِ الذِّرَاعُ وَكَانَتْ تُعْجِبُهُ فَنَهَسَ مِنْهَا نَهْسَةً وَقَالَ أَنَا سَيِّدُ الْقَوْمِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ هَلْ تَدْرُونَ بِمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَيُبْصِرُهُمْ النَّاظِرُ وَيُسْمِعُهُمْ الدَّاعِي وَتَدْنُو مِنْهُمْ الشَّمْسُ فَيَقُولُ بَعْضُ النَّاسِ أَلَا تَرَوْنَ إِلَى مَا أَنْتُمْ فِيهِ إِلَى مَا بَلَغَكُمْ أَلَا تَنْظُرُونَ إِلَى مَنْ يَشْفَعُ لَكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ فَيَقُولُ بَعْضُ النَّاسِ أَبُوكُمْ آدَمُ فَيَأْتُونَهُ فَيَقُولُونَ يَا آدَمُ أَنْتَ أَبُو الْبَشَرِ خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ وَنَفَخَ فِيكَ مِنْ رُوحِهِ وَأَمَرَ الْمَلَائِكَةَ فَسَجَدُوا لَكَ وَأَسْكَنَكَ الْجَنَّةَ أَلَا تَشْفَعُ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلَا تَرَى مَا نَحْنُ فِيهِ وَمَا بَلَغَنَا فَيَقُولُ رَبِّي غَضِبَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَا يَغْضَبُ بَعْدَهُ مِثْلَهُ وَنَهَانِي عَنْ الشَّجَرَةِ فَعَصَيْتُهُ نَفْسِي نَفْسِي اذْهَبُوا إِلَى غَيْرِي اذْهَبُوا إِلَى نُوحٍ فَيَأْتُونَ نُوحًا فَيَقُولُونَ يَا نُوحُ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ وَسَمَّاكَ اللَّهُ عَبْدًا شَكُورًا أَمَا تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ أَلَا تَرَى إِلَى مَا بَلَغَنَا أَلَا تَشْفَعُ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَيَقُولُ رَبِّي غَضِبَ الْيَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَا يَغْضَبُ بَعْدَهُ مِثْلَهُ نَفْسِي نَفْسِي ائْتُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَأْتُونِي فَأَسْجُدُ تَحْتَ الْعَرْشِ فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ وَسَلْ تُعْطَهْ
قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ لَا أَحْفَظُ سَائِرَهُ
Shahih Bukhari 3092: Telah bercerita kepadaku Ishaq bin Nashr telah bercerita kepada kami Muhammad bin 'Ubaid telah bercerita kepada kami Abu Hayyan dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu berkata:
Kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa salam dalam jamuan makan walimah (resepsi pernikahan) kemudian dihidangkan kepada Beliau sepotong paha kambing yang mengundang selera Beliau maka Beliau memakannya dengan cara menggigitnya lalu bersabda: "Aku adalah penghulu kaum (manusia) pada hari iyamat. Mengertikah kalian tatkala Allah mengumpulkan manusia dari yang pertama (diciptakan) hingga yang terakhir pada satu bukit. Kemudian mereka dijadikan menatap oleh seorang juru pandang dan dijadikan mendengar oleh seorang juru seru dan matahari didekatkan. Kemudian sebagian orang berkata: "Mungkin kalian punya saran karena nasib kalian sekarang? Tidakkah kalian punya pandangan siapa yang dapat memintakan syafa'at kepada Rabb kalian?" Maka sebagian orang ada yang berkata: "Bapak kalian, Adam". Maka mereka menemui Adam dan berkata: "Wahai Adam, kamu adalah bapak seluruh manusia. Allah menciptakan kamu langsung dengan tangan-Nya dan meniupkan langsung ruh-Nya kepadamu dan memerintahkan para malaikat untuk sujud kepadamu dan menempatkan kamu tinggal di surga, tidakkah sebaiknya kamu memohon syafa'at kepada Rabbmu untuk kami? Tidakkah kamu melihat apa yang sedang kami hadapi?" Adam menjawab: "Rabbku pernah marah kepadaku dengan suatu kemarahan yang belum pernah Dia marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pula marah seperti itu sesudahnya. Dia melarang aku mendekati pohon namun aku mendurhakai-Nya. Oh diriku, oh diriku. Pergilah kalian kepada orang selain aku. Pergilah kepada Nuh!" Maka mereka menemui Nuh dan berkata: "Wahai Nuh, kamulah Rasul pertama kepada penduduk bumi ini dan Allah menamakan dirimu sebagai 'Abdan syakuura (hamba yang bersyukur). Tidakkah kamu melihat apa yang sedang kami hadapi?, Tidakkah sebaiknya kamu memohon syafa'at kepada Rabbmu untuk kami?" Maka Nuh berkata: "Pada suatu hari Rabbku pernah marah kepadaku dengan suatu kemarahan yang belum pernah Dia marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pula marah seperti itu sesudahnya. Oh diriku, oh diriku. Pergilah kalian kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam!" Maka mereka menemui aku. Kemudian aku sujud di bawah Al-'Arsy lalu dikatakan: "Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan mohonkanlah syafa'at serta mintalah karena permintaan kamu akan dikabulkan."
Muhammad bin 'Ubaid berkata: "Aku tidak hafal seluruh isi hadits ini."







0 komentar:
Posting Komentar