Rabu, 03 Desember 2025

ALLAH CIPTAKAN MAKHLUQ

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ
KUN FAYAKUN👌
7 AYAT KATA KUN FAYAKUN DALAM AL-QUR'AN
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 40 (Makkiyyah=128A)
اِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ اِذَآ اَرَدْنٰهُ اَنْ نَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Yasin 
(36) Ayat 82 (Makkiyyah=83A)
اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 117 (Madaniyyah=286A)
بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ghofir/Al-Mu'min 
(40) Ayat 68 (Makkiyyah=85A)
هُوَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۚ فَاِذَا قَضٰىٓ اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 47 (Madaniyyah=200A)
قَالَتْ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ وَلَدٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكِ اللّٰهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Dia (Maryam) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 59 (Madaniyyah=200A)
اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 35 (Makkiyyah=98A)
مَا كَانَ لِلّٰهِ اَنْ يَّتَّخِذَ مِنْ وَّلَدٍ سُبْحٰنَهٗ ۗاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۗ
Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-An'am (6) Ayat 98 (Makkiyyah=165A)
وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ
Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 67 (Makkiyyah=98A)
أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا
Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rahman (55) Ayat 3 (Makkiyyah=78A)
خَلَقَ الْإِنْسَانَ
Dia menciptakan manusia.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mulk (67) Ayat 23 (Makkiyyah=30A)
قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ
Katakanlah: "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Insan (76) Ayat 1 (Madaniyyah=31A)
هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Al-Qur'anul Karim Surat 'Abasa (80) Ayat 18 (Makkiyyah=42A)
مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ
Dari apakah Allah menciptakannya?
PENCIPTAAN NABI ADAM AS
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 30 (Madaniyyah=286A)
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Al-Qur'anul Karim Surat Al-A'rof (7) Ayat 11 (Makkiyyah=206A)
وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mu'minun (23) Ayat 12 (Makkiyyah=118A)
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.
Al-Qur'anul Karim Surat At-Tin (95) Ayat 4 (Makkiyyah=8A)
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
Nabi Adam merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Karena itu, Nabi Adam dijuluki sebagai Abu Al-Basyar (nenek moyang manusia). Dalam Al-Qur'an Karim, Allah menjelaskan proses dan tahapan penciptaan manusia pertama itu. Mulai dari tanah sampai wujud manusia yang bernyawa. Semua proses itu sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an Karim.
Tahap Pertama:
Pada tahap pertama, dijelaskan bahwa Adam diciptakan dari tanah. Dalam, Allah berfirman,
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 59 (Madaniyyah=200A)
اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Ayat tersebut menjelaskan analogi Nabi Isa dengan Nabi Adam yang sama-sama diciptakan tanpa seorang bapak. Bahkan, Nabi Adam bukan hanya tanpa bapak, tapi juga tanpa ibu yang mengandung dan melahirkannya. Adam diciptakan dari tanah. Al-Baidhowi menjelaskan, ayat tersebut merupakan penjelasan dalam bentuk penganalogian diciptakannya Nabi Isa dengan Nabi Adam yang diciptakan tanpa ayah dan ibu, keduanya sama-sama tercipta dari tanah. (liat Al-Baidhowi, Anwar Al-Tanzil wa Aswa Al-Ta’wil, juz 2, hal. 20) Dalam hadits shohih dijelaskan, Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Huroiroh ra. dari Rosulullah SAW,
أَنْتُمْ بَنُوْ أٰدَمَ، و أٰدَمُ مِنْ تُرَابٍ
"Kalian semua adalah anak cucu Adam, dan Adam terbuat dari tanah." Dalam hadits shohih yang lain juga dijelaskan,
إِنَّ اللهَ خَلَقَ أٰدَمَ مِنْ قَبْضَةٍ. قَبَضَهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلأَرْضِ. فَجَاءَ بَنُوْ أٰدَمَ عَلَى قَدْرِ اْلأَرْضِ. فَجَاءَ مِنْهُمُ اْلأَحْمَرُ، وَاْلَأبْيَضُ وَ اْلَأسْوَدُ وَ بَيْنَ ذٰلِكَ. وَ السَّهْلُ وَ اْلحَزْنُ، وَ اْلخَبِيْثُ وَ الطَيْبُ
"Sesungguhnya Allah SًWT. menciptakan Adam dari segenggam (tanah). Digenggamnya dari semua (jenis) tanah. Sehingga rupa anak cucu adam sebagaimana dari tanah diambilnya. Sehingga dari mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam, antara putih dan hitam. Ada yang berbahagia, bersedih, buruk, baik, dan antara keduanya." Dr. Sholah Al-Kholidi memaparkan, hadis ini menjelaskan rahasia perbedaan warna kulit manusia. Hal itu karena berbeda warna tanah saat penciptaannya. Sebagaimana perbedaan manusia dari jiwa, karakter dan lakunya. Hal itu karena perbedaan jenis bahan tanah penciptaannya. (lihat Al-Khalidi, Al-Qashash Al-Qur’ani, Juz 1, hal. 91)
Tahap Kedua:
Tahap berikutnya adalah dalam bentuk tanah yang dicampuri air. Dalam Al-Qur'an Karim diistilahkan dengan kata 'Thin'. Sehingga perbedannya adalah, jika pada tahap pertama murni tanah, maka tahap kedua ini sudah dicampuri air. (lihat AL-Kholidi, Al-Qoshosh Al-Qurani, Juz 1, hal. 91). Dalam Al-Qur'an Karim Allah SWT berfirman,
Al-Qur'anul Karim Surat Shod (38) Ayat 71-72 (Makkiyyah=88A)
اِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ طِيْنٍ
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
Al-Qur'anul Karim Surat Shod (38) Ayat 72 (Makkiyyah=88A)
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Al-Qur'anul Karim Surat Al-An'am (6) Ayat 2 (Makkiyyah=165A)
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ۖ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ
Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).
Al-Qur'anul Karim Surat As-Sajdah (32) Ayat 7 (Makkiyyah=30A)
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
Al-Qur'anul Karim Surat Nuh (71) Ayat 17 (Makkiyyah=28A)
وَاللّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya,
Tahap Ketiga:
Pada tahap ketiga, Adam sudah dalam bentuk tanah liat yang kering dan kuat. Jika sebelumnya lembek karena mengandung air, maka tahap ini sudah mengering dan keras. Sebuah tahap lanjutan dari proses sebelumnya. Allah berfirman,
Al-Qur'anul Karim Surat Ash-Shoffat (37) Ayat 11 (Makkiyyah=182A)
فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
Imam Roghib Al-Ashfihani menjelaskan, bahwa arti kata 'Lazib' adalah (tanah) yang sudah mengeras. Menurut Dr. Sholah Al-Kholidi, ini merupakan tahap lanjutan dari tahap sebelumnya yang berupa perubahan dari tanah yang lembek karena berair menjadi 'tanah liat' yang kokoh dan kuat. (lihat Al-Kholidi, Al-Qoshosh Al-Qurani, juz 1, hal. 92)
Tahap Keempat:
Pada tahap ini, berubah menjadi wujud tanah yang berwarna hitam, berbau tidak enak, berubah bentuk dan kering. (lihat Al-Kholidi, Al-Qoshosh Al-Qurani, juz 1, hal. 93) Allah SWT berfirman,
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 28 (Makkiyyah=99A)
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Dr. Sholah Al-Kholidi menjelaskan, ini merupakan tahap kelanjutan dari sebelumnya. Setelah sebelumnya tanah berair yang lembek menjadi kering dan mengeras, lalu dibiarkan sesaat, hingga menjadi berwarna hitam, berbau tidak enak, berubah pola dan kering. (lihat Al-Kholidi, Al-Qoshosh Al-Qurani Juz 1, hal. 93)
Tahap Kelima:
Pada tahap ini, wujudnya berupa tanah kering yang mengeluarkan bunyi ketika diketuk.
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 14 (Makkiyyah=78A)
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar."
Imam Al-Baidlowi menjelaskan, kata 'Sholshol' memiliki arti tanah kering yang memiliki suara. (Tafsir Al-Baidlowi, Anwar Al-Tanzil wa Aswa At-Ta’wil, juz 5, hal. 171) Senada dengan Al-Baidlowi, Dr. Sholah Al-Kholidi juga menjelaskan bahwa 'Sholshol' berarti tanah kering. Dinamakan demikian karena mengeluarkan bunyi jika diketuk. (lihat Al-Kholidi, Al-Qoshosh Al-Qur’ani, juz 1, hal. 94) Sederhananya kita bisa membayangkan tanah yang sudah diolah menjadi sebuah tembikar: kering dan karena kerasnya akan mengeluarkan bunyi jika diketuk.
Tahap Keenam:
Kelima tahap di atas belum membentuk pola Adam sebagai bentuk manusia dan belum ditiup ruh pada diri Adam. Masih perubahan tanah sesuai tahap masing-masing. Baru pada tahap selanjutnya, tahap keenam, Adam sudah dibentuk dalam wujud manusia dan sudah ditiupkan ruh. Dalam Al-Qur’anul Karim Allah SWT berfirman,
Al-Qur'anul Karim Surat Al-A'rof (7) Ayat 11 (Makkiyyah=206A)
وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.
Dr. Sholah Al-Kholidi menjelaskan, ini merupakan fase kedua setelah fase penciptaan sebelumnya (lima tahap). Setelah sebelumnya berupa tanah yang mengeras, kemudian dibentuk dan ditegakkan. Jadilah bentuk patung dalam wujud manusia. Ini sebelum ditiup ruh. (lihat Al-Kholidi, Al-Qoshosh Al-Qurani, juz 1, hal. 95) Berikutnya, barulah ruh ditiupkan pada Adam. Allah memerintahkan malaikat dan jin untuk sujud pada Adam. Hanya saja jin terlalu angkuh untuk mematuhi perintah Tuhannya dan sujud pada makhluk yang berbahan baku tanah itu. Allah berfirman,
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 28-29 (Makkiyyah=99A)
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 26 (Makkiyyah=99A)
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Al-Qur'anul Karim Surat Hud (11) Ayat 61 (Makkiyyah=123A)
وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ
Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Sholeh. Sholeh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".
PENCIPTAAN SITI HAWA
Al-Qur'anul Karim Surat Al-A'rof (7) Ayat 189 (Makkiyyah=206A)
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sholeh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".
Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zumar (39) Ayat 6  (Makkiyyah=75A)
خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ اللّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
PENCIPTAAN MANUSIA DALAM KONDISI MANDUL (MENOFOS)
KISAH NABI ZAKARIYA DAN NABI YAHYA (DOA NABI ZAKARTYA AGAR DIKARUNIA! ANAK YANG SHOLEH DAN KELAHIRAN NABI YAHYA)
Garis Silsilahnya:
Ayah: Nabi Zakaria as (juga seorang nabi).
Ibu: 'Isya (atau al-Yashabat/al-Yazabat), bibi dari Maryam as
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 38 (Madaniyyah=200A)
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 39 (Madaniyyah=200A)
فَنَادَتْهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَهُوَ قَاۤىِٕمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَابِۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًاۢ بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, “Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.”
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 40 (Madaniyyah=200A)HAL268👈
قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَاَتِيْ عَاقِرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكَ اللّٰهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاۤءُ
Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 41 (Madaniyyah=200A)
قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗ قَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ اِلَّا رَمْزًا ۗ وَاذْكُرْ رَّبَّكَ كَثِيْرًا وَّسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ
Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” Allah berfirman, “Tanda bagimu, adalah bahwa engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari.”
PENCIPTAAN MANUSIA TANPA PERCAMPURAN SPERMA DENGAN OVUM
KISAH SITI MARYAM MENGANDUNG ISA
Al-Qur'anul Karim Surat Muryam (19) Ayat 16-22 (Makkiyyah=98A)👈H363
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 17 (Makkiyyah=98A)
فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا
maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 18 (Makkiyyah=98A)
قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا
Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 19 (Makkiyyah=98A)
قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا
Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 20 (Makkiyyah=98A)
قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا
Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"
Al-Qur'anul Karim Surat Muryam (19) Ayat 21 (Makkiyyah=98A)
قَالَ كَذٰلِكِۚ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌۚ وَلِنَجْعَلَهٗٓ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّاۚ وَكَانَ اَمْرًا مَّقْضِيًّا
Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 22 (Makkiyyah=98A)
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 47 (Madaniyyah=200A)
قَالَتْ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ وَلَدٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكِ اللّٰهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Dia (Maryam) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 42 (Madaniyyah=200A)👈H276
وَاِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفٰىكِ عَلٰى نِسَاۤءِ الْعٰلَمِيْنَ
Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 43 (Madaniyyah=200A)
يٰمَرْيَمُ اقْنُتِيْ لِرَبِّكِ وَاسْجُدِيْ وَارْكَعِيْ مَعَ الرَّاكِعِيْنَ
Wahai Maryam! Taatilah Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”
Imam Muslim dan Al-Jamaa'ah kecuali Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Musa r.a., ia berkata, "Rosulullah SAW bersabda,
كَمُلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيْرٌوَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِغَيْرَمَرْيَمُ ابْنَةُعِمْرَانَ، وَاٰسِيَةُامْرَاءَةُفِرْعَوْنَ، وَاِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَعَلَى النِّسَاءِكَفَضْلِ الثَّرِيْدِعَلَى سَائِرِالطَّعَامِ
"Orang yang mencapai derajat kesempurnaan dari kaum laki-laki jumlahnya banyak, sedangkan dari kaum wanita hanya sayyidah Maryam putri 'Imron dan Asiyah istri Fir'aun. Keutamaan sayyidah 'Aisyah atas wanita lainnya seperti keutamaan makanan tsariid (makanan yang terbuat dari daging dan roti yang dipotong kecil-kecil) atas jenis makanan yang lain."
Diriwayatkan melalui berbagai jalur yang shohih seperti yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Murdawaih dari Abu Huroiroh r.a. dan Anas bin Malik r.a. bahwa Rosulullah saw. bersabda,
خَيْرُنِسَاءِاْلعَالَمِيْنَ اَرْبَعٌ: مَرْيَمُ ابْنَةُعِمْرَانَ، وَاٰسِيَةُبِنْتُ مُزَاحِمَ امْرَاءَةِفِرْعَوْنَ، وَخَدِيْجَةُبِنْتُ خُوَيْلِدِ، وَفَاطِمَةُبِنْتُ مُحَمَّدٍ
"Sebaik-baik wanita seluruh alam ada empat, Maryam binti'Imron, Asiyah binti Muzahim istri Fir'Aun, Khodijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad."
Ada riwayat lain berbunyi:
سَيِّدَةُنِسَاءِاَهْلِ اْلجَنَّةِبَعْدَمَرْيَمَ: فَاطِمَةُبِنْتُ مُحَمَّدٍ، وَخَدِيْجَةُبِنْتُ خُوَيْلِدِ
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 91 (Makkiyyah=112A)
وَالَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهَا مِنْ رُّوْحِنَا وَجَعَلْنٰهَا وَابْنَهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.
Al-Qur'anul Karim Surat At-Tahrim (66) Ayat 12 (Madaniyyah=12A)
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ
dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Robbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.
PENCIPTAAN MANUSIA MELALUI PERCAMPURAN SPERMA DENGAN OVUM
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hujurot (49) Ayat 13 (Madaniyyah=18A)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Lail (92) Ayat 3 (Makkiyyah=21A)
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ
dan penciptaan laki-laki dan perempuan,
Al-Qur'anul Karim Surat Al-A'rof (7) Ayat 172 (Makkiyyah=206A)
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zumar (39) Ayat 6  (Makkiyyah=75A)
خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ اللّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah AllahTuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
Al-Qur'anul Karim Surat 'Abasa (80) Ayat 19 (Makkiyyah=42A)
مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.
Al-Qur'anul Karim Surat 'Abasa (80) Ayat 20 (Makkiyyah=42A)
ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ
Kemudian Dia memudahkan jalannya.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mu'minun (23) Ayat 13-14 (Makkiyyah=118A)
ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ۖ
Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mu'minun (23) Ayat 14 (Makkiyyah=118A)
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَۗ
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-'Alaq (96) Ayat 2 (Makkiyyah=19A)
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
BUKTI-BUKTI TAUHID DAN KUASA ILAH!
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ مَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا شَفِيْعٍۗ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوْنَ
Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
يُدَبِّرُ الْاَمْرَ مِنَ السَّمَاۤءِ اِلَى الْاَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗٓ اَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ
Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
ذٰلِكَ عٰلِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُۙ
Yang demikian itu, ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
الَّذِيْٓ اَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهٗ وَبَدَاَ خَلْقَ الْاِنْسَانِ مِنْ طِيْنٍ
Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah,
Al-Qur'anul Karim Surat As-Sajdah (32) Ayat 8 (Makkiyyah=30A)
ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍ ۚ
kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).Hal222👈
ثُمَّ سَوّٰىهُ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-A'rof (7) Ayat 54 (Makkiyyah=206A)
اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.
PENCIPTAAN JIN
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 27 (Makkiyyah=99A)
وَالْجَاۤنَّ خَلَقْنٰهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَّارِ السَّمُوْمِ
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
وَاللهُ اَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

0 komentar:

Posting Komentar