Sabtu, 06 September 2025

TAHAPAN PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT AL QUR’AN

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللهِ وَبَرَكَاتُهُ
TAHAPAN PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT AL QUR’AN👌
Allah SWT sebelum menciptakan dan membentuk seluruh alam raya termasuk seisinya, yang pertama kali di ciptakan adalah Al-Qolam (pena) seperti yang di jelaskan dalam sabda baginda Nabi Muhammad SAW

إِنَّ أَوَّلَ شَيْءٍ خَلَقَهُ اللهُ تَعَالٰى الْقَلَمُ وَأَمَرَهُ أَنْ يَكْتُبَ كُلُّ شَيْءٍ يَكُوْنُ.

“Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah Al-Qalam. Dan Dia memerintahkan untuk menulis tiap-tiap sesuatu yang ada.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la (1/126) dan Al-Baihaqi dalam Al-Asma’ wash-Shifat (hal. 271) dari jalur Ahmad yang memberitahukan: “Telah bercerita kepadaku Rabah bin Zaid, dari Umar bin Habib, dari Al-Qasim bin Abu Buzzah, dari Sa’id bin Jabir dari Ibnu Abbas secara marfu’ (disandarkan kepada Nabi).
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 27-33 (Makkiyyah=46A)
ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 28 (Makkiyyah=46A)
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ
Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 29 (Makkiyyah=46A)
وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ
dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 30 (Makkiyyah=46A)
وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 31 (Makkiyyah=46A)
اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ
Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 32 (Makkiyyah=46A)
وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh.
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 33 (Makkiyyah=46A)
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
Kalau kita tela'ah, kita amati dan kita cermati serta mempelajari Al-Qur'anul Karim dari berbagai keilmuan dan kaidahnya, Pembentukan alam semesta terbentuk dalam enam masa, sebagaimana disebutkan Al-Qur’anul Karim ataupun kitab-kitab lain sebagai penjelasanya, walaupun ada beberapa hal yang menimbulkan perbedaan pendapat. Sebab, enam masa tersebut ditafsirkan berbeda-beda, mulai dari enam hari, enam periode, hingga enam tahapan. Namun point-pointnya tetap sama, kita akan coba menjelaskan maksud enam masa tersebut dari sudut pandang keilmuan, dengan mengacu pada beberapa ayat Al-Qur’anul Karim.
Dari sejumlah ayat Al-Qur’anul Karim yang berkaitan dengan enam masa, dalam Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi’at (79) ayat 27-33 di atas tampaknya dapat menjelaskan tahapan enam masa secara kronologis. Urutan masa tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, sehingga kita dapat dapat menguraikannya sebagai berikut:
MASA PERTAMA : 
PENCIPTAAN LANGIT ADALAH YANG PERTAMA KALI
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 27 (Makkiyyah=46A)
ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?
Pada masa pertama, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 13.7 milyar tahun lalu. Bukti dari teori ini ialah gelombang mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit.
Dalam sebuah artikel yang dimuat pada Oktober 2014, Scientific American menuliskan teori Big Bang adalah satu-satunya teori yang dapat menjelaskan awal mula alam semesta.
Namun jauh sebelum teori Big Bang dikemukakan ilmuwan, ayat suci Alquran telah menjelaskan lengkap terkait terbentuknya alam semesta.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 30
اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?
Awan debu (dukhan) yang terbentuk dari ledakan tersebut , terdiri dari hidrogen. Hidrogen adalah unsur pertama yang terbentuk ketika dukhan (Awan debu) berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika temperatur dukhan (Awan debu) mencapai 20 juta derajat celcius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen. Sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red. Perubahan wujud hidrogen ini mengikuti persamaan E=mc2, besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan massa atom hidrogen yang berubah.
Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub dukhan (Awan debu), menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, dukhan (Awan debu) yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk galaksi . Bintang-bintang dan gas terbentuk dan mengisi bagian dalam galaksi, menghasilkan struktur filamen (lembaran) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi awan debu awan debu (dukhan) yang terbentuk akibat big bang hembusan angin bintang dari kedua kutubnya galaksi yang terbentuk dari piringan bintang-bintang dan gas-gas pembentuknya struktur filamen dari alam semesta yang bagaikan kapas.
MASA KEDUA:
PENGEMBANGAN DAN PENYEMPURNAAN
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 28 (Makkiyyah=46A)
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ
Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
Dalam ayat 28 di atas terdapat kata ”meninggikan bangunan” dan ”menyempurnakan”. Kata ”meninggikan bangunan” dianalogikan dengan alam semesta yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat makin tinggi. Ibaratnya sebuah roti kismis yang semakin mengembang, dimana kismis tersebut dianggap sebagai galaksi. Jika roti tersebut mengembang maka kismis tersebut pun akan semakin menjauhi model roti kismis untuk menggambarkan mengembangnya alam semesta. Dalam Al-Qur'anul Karim Surat Adz-Dzariat (51) Ayat 47 Allah SWT juga menegaskan
Al-Qur'anul Karim Surat Adz-Dzariat (51) Ayat 47
وَالسَّمَاۤءَ بَنَيْنٰهَا بِاَيْىدٍ وَّاِنَّا لَمُوْسِعُوْنَ
Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 7
وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 8
اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ
agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 9
وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ
dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.
Mengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang. Jadi, pada dasarnya big bang bukanlah ledakan dalam ruang, melainkan proses pengembangan alam semesta. Dengan menggunakan perhitungan efek doppler sederhana, dapat diperkirakan berapa lama alam ini telah mengembang, yaitu sekitar 13.7 miliar tahun.
Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta merta terbentuk, melainkan dalam proses yang terus berlangsung. Misalnya kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Alam semesta ini dapat terus mengembang, atau kemungkinan lainnya akan mengerut.
Al-Qur'anul Karim Surat An-Naba (78) Ayat 19 (Makkiyyah=40A)
وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ
dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,
MASA KETIGA:
PEMBENTUKAN TATA SURYA TERMASUK BUMI REAKSI NUKLIR YANG MENJADI SUMBER ENERGI BINTANG SEPERTI MATAHARI
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 29 (Makkiyyah=46A)
وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ
dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).
Surat An-Nazi’ayat 29 menyebutkan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap gulita dan siang yang terang benderang. Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan Bumi yang berotasi, sehingga terjadi siang dan malam. Pembentukan tata surya diperkirakan seperti pembentukan bintang yang relatif kecil, kira-kira sebesar orbit Neptunus. Prosesnya sama seperti pembentukan galaksi seperti di atas, hanya ukurannya lebih kecil.
Al-Qur'anul Karim Surat Ash-Shoffat (79) Ayat 6
اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.
Seperti halnya matahari, sumber panas dan semua unsur yang ada di Bumi berasal dari reaksi nuklir dalam inti besinya (gambar 3). Lain halnya dengan Bulan. Bulan tidak mempunyai inti besi. Unsur kimianya pun mirip dengan kerak bumi. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, disimpulkan bahwa Bulan adalah bagian Bumi yang terlontar ketika Bumi masih lunak. Lontaran ini terjadi karena Bumi bertumbukan dengan suatu benda angkasa yang berukuran sangat besar (sekitar 1/3 ukuran Bumi). Jadi, unsur-unsur di Bulan berasal dari Bumi, bukan akibat reaksi nuklir pada Bulan itu sendiri.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 32
وَجَعَلْنَا السَّمَاۤءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًاۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ
Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 33
وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
MASA KEEMPAT:
AWAL MULA DARATAN DI BUMI
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 30 (Makkiyyah=46A)
وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.
Penghamparan yang disebutkan dalam ayat 30, dapat diartikan sebagai pembentukan superkontinen Pangaea di permukaan Bumi. Masa ketiga hingga Masa keempat ini juga bersesuaian dengan Firmannya juga
Al-Qur'anul Karim Surat Adz-Dzariat (51) Ayat 48
وَالْاَرْضَ فَرَشْنٰهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُوْنَ
Dan bumi Kami hamparkan; maka (Kami) sebaik-baik yang telah menghamparkan.
Begitu juga penjelasan di ayat yang lain
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 10
وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ
Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),
Al-Qur'anul Karim Surat Fushshilat (41) Ayat 9
قُلْ اَىِٕنَّكُمْ لَتَكْفُرُوْنَ بِالَّذِيْ خَلَقَ الْاَرْضَ فِيْ يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُوْنَ لَهٗٓ اَنْدَادًا ۗذٰلِكَ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۚ
Katakanlah, “Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan seluruh alam.”
Daratan Pangaea yang merupakan asal mula semua daratan di Bumi.
MASA KELIMA:
PENGIRIMAN AIR KE BUMI MELALUI KOMET,ILUSTRASI KOMET YANG MEMBAWA UNSUR HIDROGEN SEBAGAI PEMBENTUK AIR DI BUMI
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 31 (Makkiyyah=46A)
اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ
Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
Dari ayat 31 di atas, dapat diartikan bahwa di Bumi belum terdapat air ketika mula-mula terbentuk. Jadi, ayat ini menunjukan evolusi Bumi dari tidak ada air menjadi ada air.
Jadi, darimana datangnya air? Air diperkirakan berasal dari komet yang menumbuk Bumi ketika atmosfer Bumi masih sangat tipis. Unsur hidrogen yang dibawa komet kemudian bereaksi dengan unsur-unsur di Bumi dan membentuk uap air. Uap air ini kemudian turun sebagai hujan yang pertama. Bukti bahwa air berasal dari komet, adalah rasio Deuterium dan Hidrogen pada air laut, yang sama dengan rasio pada komet. Deuterium adalah unsur Hidrogen yang massanya lebih berat daripada Hidrogen pada umumnya. Karena semua kehidupan berasal dari air, maka setelah air terbentuk, kehidupan pertama berupa tumbuhan bersel satu pun mulai muncul di dalam air.
Salah satu proses tersebut ada yang di sebut dengan awan cumulonimbus yang mempunyai efek mengerikan terhadap cuaca. Wujudnya sendiri terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah dan tetes-tetes salju (kristal-kristal es) pada bagian atas.
Dalam sebuah buku berjudul "Miracles of Alquran and As-Sunnah" menerangkan karakteristik awan cumulonimbus mirip seperti yang digambarkan dalam Al-Qur'anul Karim Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nur (24) Ayat 43
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللهَ يُزْجِيْ سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهٗ ثُمَّ يَجْعَلُهٗ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ جِبَالٍ فِيْهَا مِنْۢ بَرَدٍ فَيُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَصْرِفُهٗ عَنْ مَّنْ يَّشَاۤءُۗ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهٖ يَذْهَبُ بِالْاَبْصَارِ ۗ
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Fathir (35) Ayat 27 (Makkiyyah=45A)
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ ثَمَرٰتٍ مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهَا ۗوَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ ۢبِيْضٌ وَّحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهَا وَغَرَابِيْبُ سُوْدٌ
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.

10 of the Most Colorful 'Painted' Hillsides in the World👈

Al-Qur'anul Karim Surat An-Naml (27) Ayat 88 (Makkiyyah=93A)
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۗ صُنْعَ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍۗ اِنَّهٗ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَفْعَلُوْنَ
Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

  EOS

Mountains Sway to the Seismic Song of Earth

LINK

!!!

https://eos.org/articles/mountains-sway-to-the-seismic-song-of-earth

Pasang surutnya air laut yang di pengaruhi rotasi matahari dan bulanpun tidak luput dari penjelasan dalam firmanNYA
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 5
اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,
Allah SWT juga membuat keunikan dalam ciptaan alamnya yang membuat berdecap kagum tiada terhingga yaitu fenomena pertemuan air laut tawar dan air laut asin yang berdampingan namun tidak menyatu yaitu dalam
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Furqon (25) Ayat 53 (Makkiyyah=77A)
وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.
Fenomena sungai di bawah laut ini ditemukan llmuwan asal Prancis Jacques Yves Cousteau saat menelusuri bawah laut di Cenota Angelita, Mexico. Dia menemukan air tawar di antara air laut yang asin.
Air laut dan tawar tidak bisa bercampur karena seperti adanya pembatas di antara pertemuan dua jenis air tersebut.
Kemudian juga yang tidak kalah hebatnya yang sangat sangat sangat menganggumkan dari sekian banyak fenomena alam yang Allah SWT ciptakan untuk kita selalu menganggungkanNYA, memujiNYA, apa itu? yaitu fenomena api yang berada di dasar lautan dan itu tercantum dalam firmanNYA
Al-Qur'anul Karim Surat Ath-Thur (52) Ayat 1-6
وَالطُّوْرِۙ
Demi gunung (Sinai),
وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ
dan demi Kitab yang ditulis,
فِيْ رَقٍّ مَّنْشُوْرٍۙ
pada lembaran yang terbuka,
وَّالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِۙ
demi Baitulma‘mur (Ka‘bah),
وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ
demi atap yang ditinggikan (langit),
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ
demi laut yang di dalam tanahnya ada api,
Dalam sebuah penelitian, ahli geologi asal Rusia bernama Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov seorang ilmuwan asal AS menemukan api di dasar laut. Temuan tersebut ditemukan saat mereka menyelam di pantai Miami pada kedaman 1.750 kilometer. Di sana terlihat lava cair yang mengalir dan abu vulkanik. Suhu di dalamnya juga mencapai 231 derajat celcius.
MASA KEENAM:
PROSES GEOLOGIS SERTA LAHIRNYA HEWAN DAN MANUSIA GUNUNG SEBAGAI PASAK BUMI
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 32 (Makkiyyah=46A)
وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh.
Dalam ayat 32 di atas, disebutkan ”…gunung-gunung dipancangkan dengan teguh.” Artinya, gunung-gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 32
وَجَعَلْنَا فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِهِمْۖ وَجَعَلْنَا فِيْهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ
Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.
Bahkan Allah SWT menjelaskan juga bagaiman kondisi gunung-gunung yang di tancapkan tersebut beserta pergerakannya dan menjadi salah satu bentuk fenomena alam yang terbukti secara saints yang membuktikan apa yang tercantum, yang tercatat, yang tertera, yang tertulis dalam Al-qur'anul Karim itu memang bukan buatan manusia tetapi murni wahyu Ilahi, firman Allah SWT yang di sampaikan melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Al-Qur'anul Karim Surat An-Naml (27) Ayat 88
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۗ صُنْعَ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍۗ اِنَّهٗ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَفْعَلُوْنَ
Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
Dan tentang bukti kalau gunung itu bergerak bisa kita baca di salah satu jurnal internasional di alamat website eos.org dengan judul jurnalnya "
Al-Qur'anul Karim Surat An-Naba (78) Ayat 20 (Makkiyyah=40A)
وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ
dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.

Mountains Sway to the Seismic Song of Earth"The Matterhorn is in constant motion, gently swaying back and forth about once every 2 seconds.

Dalam jurnal tersebut Para peneliti memasang stasiun referensi di kaki Matterhorn di Pegunungan Alpen Swiss. Kredit: Jeff Moore/Universitas Utah. Yang kesimpulanya adalah Dari sudut pandang manusia, gunung berdiri kokoh dan tenang, simbol besar dari ketahanan yang tenang dan tak tergoyahkan.
Namun penelitian baru mengungkapkan bahwa gunung pada kenyataannya terus bergerak, bergoyang pelan mengikuti irama seismik yang mengalir melalui bumi tempatnya berada.
Salah satu peneliti mengatakan ""Ini seperti nyanyian gunung sejati. Berdengung dengan energi ini, dan frekuensinya sangat rendah; kita tidak bisa merasakannya, kita tidak bisa mendengarnya. Ini adalah nada Bumi."
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazi'at (79) Ayat 33 (Makkiyyah=46A)
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
Kemudian, setelah gunung mulai terbentuk, terciptalah hewan dan akhirnya manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat 33 di atas. Jadi, usia manusia relatif masih sangat muda dalam skala waktu geologi.
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 6
وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 7
وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 8
اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ
agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 9
وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ
dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 10
وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ
Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 11
فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ
di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 12
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ
dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
Al-Qur'anul Karim Surat Ar-Rohman (55) Ayat 13
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Jika diurutkan dari Masa ketiga hingga Masa keenam, maka empat masa tersebut dapat dikorelasikan dengan empat masa dalam
Al-Qur'anul Karim Surat Fushshilat (41) Ayat 9
وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبٰرَكَ فِيْهَا وَقَدَّرَ فِيْهَآ اَقْوَاتَهَا فِيْٓ اَرْبَعَةِ اَيَّامٍۗ سَوَاۤءً لِّلسَّاۤىِٕلِيْنَ
Dan Dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi, dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya dalam empat masa, memadai untuk (memenuhi kebutuhan) mereka yang memerlukannya.
Demikianlah penafsiran enam masa penciptaan alam dalam Al-Qur’anul Karim, sejak kemunculan alam semesta hingga terciptanya manusia.
Al-Qur'anul Karim Surat Yunus (10) Ayat 34
قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَاۤىِٕكُمْ مَّنْ يَّبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗۗ قُلِ اللّٰهُ يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ
Katakanlah, “Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” Katakanlah, “Allah memulai (penciptaan) makhluk, kemudian mengulanginya. Maka bagaimana kamu dipalingkan (menyembah selain Allah)?”
Di negri china ada gunung pelangi yang sungguh sangat menakjubkan mata yang memandang panorama di sana.Gunung Pelangi itu berada di area Taman Nasional Zhangye-Danxia Geological Park. Kota terdekatnya yaitu Zhangye yang masuk ke dalam wilayah Provinsi Gansu, China.kenapa di sebut Gunung Pelangi karena gunung ini memiliki warna-warni yang seperti pelangi. Ada warna merah, oranye, putih, hingga biru, mirip seperti spektrum warna pelangi.
Allah menciptakan gunung-gunung yang di antaranya ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warna, dan ada pula yang hitam pekat. Dan itu di jelaskan dalam
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Fathir (35) Ayat 27
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ ثَمَرٰتٍ مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهَا ۗوَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ ۢبِيْضٌ وَّحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهَا وَغَرَابِيْبُ سُوْدٌ
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَاۤبِّ وَالْاَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ كَذٰلِكَۗ اِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun.
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA
ِوَاللهُ اَعْلَمُ بِمُرَادِه
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

0 komentar:

Posting Komentar