KEBOHONGAN YANG DIBUAT-BUAT AHLI
KITAB TERHADAP PARA NABI
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'Imron (5) Ayat 79-80مَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّاسِ كُوْنُوْا عِبَادًا لِّيْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ كُوْنُوْا رَبَّانِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَ ۙ
Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,” tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!”79وَلَا يَأْمُرَكُمْ اَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ وَالنَّبِيّٖنَ اَرْبَابًا ۗ اَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ اِذْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim?80Al-Qur'anul Karim Surat Al-Kahfi (18) Ayat 110
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”Al-Qur'anul Karim Surat Al-Jinn (72) Ayat 20-21 (Makkiyyah=28A)
قُلْ اِنَّمَآ اَدْعُوْا رَبِّيْ وَلَآ اُشْرِكُ بِهٖٓ اَحَدًا
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya.”قُلْ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَّلَا رَشَدًا
Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu.”Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zumar (39) Ayat 14
قُلِ اللّٰهَ اَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهٗ دِيْنِيْۚ
Katakanlah, “Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku.”Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 30-31
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?30اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.31Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 25
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 29
وَمَنْ يَّقُلْ مِنْهُمْ اِنِّيْٓ اِلٰهٌ مِّنْ دُوْنِهٖ فَذٰلِكَ نَجْزِيْهِ جَهَنَّمَۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ
Dan barangsiapa di antara mereka berkata, “Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah,” maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim.Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 36
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۗ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah tagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zukhruf (43) Ayat 45
وَسْٔـَلْ مَنْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُّسُلِنَآ ۖ اَجَعَلْنَا مِنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِ اٰلِهَةً يُّعْبَدُوْنَ
Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?”Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (98) Ayat 5
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).AQIDAH AHLI KITAB (YAHUDI DAN NASRONI)
Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 30-33
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.SEBAB TURUNNYA AYAT
Ayat (30) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari lbnu Abbas, dia mengatakan bahwa, Sallam bin Misykam, Nu'man bin Abi Aufa, Muhammad bin Dihyah, Syas bin Qais, dan Malik bin Ash-Shoif mendatangi Rosulullah saw., mereka mengatakan bahwa, "Bagaimana kami mengikutimu sementara kamu sudah meninggalkan kiblat kami?, dan kamu tidak menyangka bahwa Uzair adalah putra Allah. Maka Allah menurunkan ayat,
Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 30-33
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
PENYESUAIAN AYAT
Setelah dalam ayat jizyah di atas menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak beriman kepada Allah, Allah menjelaskan hal tersebut dalam ayat ini. Allah menukil dari mereka bahwa mereka menetapkan adanya putra bagi Allah. Ini adalah kemusyrikan. Barangsiapa yang membolehkan hal itu, pada hakikatnya, dia telah mengingkari Ilahi, Mereka menjadikan ulama mereka tuhan-tuhan selain Allah dalam penghalalan dan pengharaman. Mereka berusaha membatalkan Islam dan petunjuknya.Ayat-ayat ini merupakan dalil yang jelas dalam menjelaskan sebab orang-orang Mukmin memerangi Ahli Kitab.
https://ia904603.us.archive.org/8/items/terjemah-tafsir-al-munir-mktbhazzaen/Terjemah%20Tafsir%20Al%20Munir%20-%205.pdf Halaman 456
KATA ROBB
Kata robb رَبُّ (maknanya berkaitan dengan kepengasuhan dan kemudian berkembang menjadi “memiliki”, “memperbaiki”, “mendidik”, juga “Tuhan”
Kata robb رَبُّ (yang terdapat di dalam Al-Quran kebanyakan menggambarkan sifat-sifat Tuhan yang dapat menyentuh makhluk-makhluk- Nya (sifat-sifat fi‘l-Nya). Dia rabbun رَبُّ ,(artinya Dia yang mendidik dan memelihara. Pendidikan dan pemeliharaan yang dimaksud antara lain menganugerahkan rezeki, mencurahkan rahmat, mengampuni dosa, namun juga sekaligus menyiksa dalam rangka memelihara dan mendidik. Misalnya, firman Allah pada Surat Al-Mu’minun (23): 76 tentang orang-orang durhaka yang disiksa karena tidak tunduk kepada Allah,
KATA ROBB
Kata robb رَبُّ (maknanya berkaitan dengan kepengasuhan dan kemudian berkembang menjadi “memiliki”, “memperbaiki”, “mendidik”, juga “Tuhan”
Kata robb رَبُّ (yang terdapat di dalam Al-Quran kebanyakan menggambarkan sifat-sifat Tuhan yang dapat menyentuh makhluk-makhluk- Nya (sifat-sifat fi‘l-Nya). Dia rabbun رَبُّ ,(artinya Dia yang mendidik dan memelihara. Pendidikan dan pemeliharaan yang dimaksud antara lain menganugerahkan rezeki, mencurahkan rahmat, mengampuni dosa, namun juga sekaligus menyiksa dalam rangka memelihara dan mendidik. Misalnya, firman Allah pada Surat Al-Mu’minun (23): 76 tentang orang-orang durhaka yang disiksa karena tidak tunduk kepada Allah,
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mu'minun (23) Ayat 76
Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Tuhannya, dan (juga) tidak merendahkan diri.
Juga pada Surat Al-Ghofir/Al-Mu'min (40): 6 tentang kaum Nuh yang mendustakan Rasul.
وَلَقَدْ اَخَذْنٰهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوْا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُوْنَ
Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Tuhannya, dan (juga) tidak merendahkan diri.
Juga pada Surat Al-Ghofir/Al-Mu'min (40): 6 tentang kaum Nuh yang mendustakan Rasul.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ghofir/Al-Mu'min (40) Ayat 6
Sebaliknya, orang-orang yang beriman, beramal saleh, melakukan sholat, dan menunaikan pembayaran zakat, Allah menjanjikan pahala buat mereka
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 277
Adapun kata robb رَبُّ (yang dikaitkan dengan Al-‘alamin (الْعٰلَمِيْنَۙ ) terdapat 42 kali pengulangan.9 Al-‘alamin (الْعٰلَمِيْنَۙ ) di dalam bentuk jamak berarti terdapat banyak alam. Kita tidak dapat memastikan berapa banyaknya alam itu. Hanya beberapa nama alam yang sudah diketahui seperti alam manusia, alam tumbuh-tumbuhan, alam binatang, alam dunia, dan alam akhirat. Sementara itu, masih ada alam-alam lain yang tidak atau belum terjangkau oleh manusia.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Nahl (16) Ayat 8
Kata رَبُّكَ dan رَبِّكَۖ di dalam Al-Quran disebut 242 kali. رَبُّكَ dan رَبِّكَۖ ternyata menyangkut bermacam-macam hal.
1) Masalah rezeki
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Isro (17) Ayat 30
وَكَذٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ النَّارِۘ
Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, (yaitu) sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.Sebaliknya, orang-orang yang beriman, beramal saleh, melakukan sholat, dan menunaikan pembayaran zakat, Allah menjanjikan pahala buat mereka
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 277
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.Adapun kata robb رَبُّ (yang dikaitkan dengan Al-‘alamin (الْعٰلَمِيْنَۙ ) terdapat 42 kali pengulangan.9 Al-‘alamin (الْعٰلَمِيْنَۙ ) di dalam bentuk jamak berarti terdapat banyak alam. Kita tidak dapat memastikan berapa banyaknya alam itu. Hanya beberapa nama alam yang sudah diketahui seperti alam manusia, alam tumbuh-tumbuhan, alam binatang, alam dunia, dan alam akhirat. Sementara itu, masih ada alam-alam lain yang tidak atau belum terjangkau oleh manusia.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Nahl (16) Ayat 8
وَّالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيْرَ لِتَرْكَبُوْهَا وَزِيْنَةًۗ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.Kata رَبُّكَ dan رَبِّكَۖ di dalam Al-Quran disebut 242 kali. رَبُّكَ dan رَبِّكَۖ ternyata menyangkut bermacam-macam hal.
1) Masalah rezeki
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Isro (17) Ayat 30
اِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا
Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mu'minun (23) Ayat 72
2) Penciptaan manusia
اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖوَّهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Atau engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka? Sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik.2) Penciptaan manusia
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 9
قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا
(Allah) berfirman, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 28
3) Curahan rahmat
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.3) Curahan rahmat
Al-Qur'anul Karim Surat Al-An'am (6) Ayat 133
4) keutamaan/kelebihan manusia
وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ ۗاِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنْۢ بَعْدِكُمْ مَّا يَشَاۤءُ كَمَآ اَنْشَاَكُمْ مِّنْ ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ اٰخَرِيْنَ
Dan Tuhanmu Mahakaya, penuh rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain.4) keutamaan/kelebihan manusia
Al-Qur'anul Karim Surat An-Naml (27) Ayat 73
وَاِنَّ رَبَّكَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُوْنَ
Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki karunia (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).Al-Qur'anul Karim Surat Ad-Dukhon (44) Ayat 57
5) Ampunan
فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكَۚ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
itu merupakan karunia dari Tuhanmu. Demikian itulah kemenangan yang agung.5) Ampunan
Al-Qur'anul Karim Surat Al-A'rof (7) Ayat 153
6) Allah pemberi hikmah
وَالَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ ثُمَّ تَابُوْا مِنْۢ بَعْدِهَا وَاٰمَنُوْٓا اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman, niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.6) Allah pemberi hikmah
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Isro (17) Ayat 39
7) Pengutusan Rosul
ذٰلِكَ مِمَّآ اَوْحٰٓى اِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتُلْقٰى فِيْ جَهَنَّمَ مَلُوْمًا مَّدْحُوْرًا
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah).7) Pengutusan Rosul
Al-Qur'anul Karim Surat Thoha (20) Ayat 47
فَأْتِيٰهُ فَقُوْلَآ اِنَّا رَسُوْلَا رَبِّكَ فَاَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ وَلَا تُعَذِّبْهُمْۗ قَدْ جِئْنٰكَ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ ۗوَالسَّلٰمُ عَلٰى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدٰى
Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dan katakanlah, “Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
Kata arbâb ( ٌاَرْبَابًا (adalah bentuk jamak dari rabb ( رَبُّ.(Kata arbâb (اَرْبَابًا ) di dalam Al-Qur'an disebut 4 kali dan kata robb ( ّرَبُّ (disebut 969 kali yang tersebar di dalam berbagai surat dan ayat, meskipun tidak seluruhnya disandarkan kepada Allah swt. seperti terdapat dalam surah Yusuf (12):42
Al-Qur'anul Karim Surat Yusuf (12) Ayat 42
Kata arbab ٌاَرْبَابًا yang disebut 4 kali di dalam Al-Qur'an menyangkut beberapa hal, yaitu:
فَأْتِيٰهُ فَقُوْلَآ اِنَّا رَسُوْلَا رَبِّكَ فَاَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ وَلَا تُعَذِّبْهُمْۗ قَدْ جِئْنٰكَ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ ۗوَالسَّلٰمُ عَلٰى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدٰى
Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dan katakanlah, “Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
Kata arbâb ( ٌاَرْبَابًا (adalah bentuk jamak dari rabb ( رَبُّ.(Kata arbâb (اَرْبَابًا ) di dalam Al-Qur'an disebut 4 kali dan kata robb ( ّرَبُّ (disebut 969 kali yang tersebar di dalam berbagai surat dan ayat, meskipun tidak seluruhnya disandarkan kepada Allah swt. seperti terdapat dalam surah Yusuf (12):42
Al-Qur'anul Karim Surat Yusuf (12) Ayat 42
وَقَالَ لِلَّذِيْ ظَنَّ اَنَّهٗ نَاجٍ مِّنْهُمَا اذْكُرْنِيْ عِنْدَ رَبِّكَۖ فَاَنْسٰىهُ الشَّيْطٰنُ ذِكْرَ رَبِّهٖ فَلَبِثَ فِى السِّجْنِ بِضْعَ سِنِيْنَ
Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya.Kata arbab ٌاَرْبَابًا yang disebut 4 kali di dalam Al-Qur'an menyangkut beberapa hal, yaitu:
1) Seruan kepada ahli kitab agar menyembah Allah dan tidak menyekutukan dengan tuhan-tuhan selain-Nya.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'Imron (3) Ayat 64
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”2) Orang-orang musyrik yang mengangkat rahib-rahib sebagai Tuhan dan mempertuhankan Al-Masih, putra Maryam
Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 31
اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.3) Penegasan bahwa Nabi tidak akan menyuruh manusia mengangkat malaikat- malaikat dan nabi-nabi menjadi Tuhan.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'Imron (3) Ayat 80
وَلَا يَأْمُرَكُمْ اَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ وَالنَّبِيّٖنَ اَرْبَابًا ۗ اَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ اِذْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim?4) pernyataan Nabi Yusuf a.s. kepada temannya tentang mana yang lebih baik tuhan yang bermacam-macam atau Tuhan Yang Mahaesa lagi Perkasa?.
Al-Qur'anul Karim Surat Yusuf (12) Ayat 39
يٰصَاحِبَيِ السِّجْنِ ءَاَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُوْنَ خَيْرٌ اَمِ اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُۗ
Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa?Dengan demikian, kata arbab ( اَرْبَابًا) digunakan untuk kepercayaan orang-orang musyrik yang mempercayai manusia, nabi, malaikat, dan rahib-rahib sebagai Tuhan.
AQIDAH AHLI KITAB (YAHUDI DAN NASRONI)
Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 30-33
AQIDAH AHLI KITAB (YAHUDI DAN NASRONI)
Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 30-33
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?30
اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.31
https://ia904603.us.archive.org/8/items/terjemah-tafsir-al-munir-mktbhazzaen/Terjemah%20Tafsir%20Al%20Munir%20-%205.pdf Halaman 456
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.32هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.33https://ia904603.us.archive.org/8/items/terjemah-tafsir-al-munir-mktbhazzaen/Terjemah%20Tafsir%20Al%20Munir%20-%205.pdf Halaman 456
Hadits Riwayat Imam Bukhori Dan Iam Muslim
َلاَيَقُلْ اَحَدُكُمْ اَطْعِمْ رَبَّكَ وَضِّئْ رَبَّكَ وَلاَيَقُلْ اَحَدُكُمْ رَبِّي وَلْيَقُلْ سَيِّدِي وَمَوْلَاي
“janganlah kamu mengatakan Athim Rabbaka dan jangan katakan Rabbi untuk konteks tuan , tetapi gantilah sayyidi atau maulaya”,(Imam Ali As-Shobuni, Rowail Al-Bayan,Tafsir Al-Ayat Al-Ahkam, Hlm17)HAKEKAT TUAN SEGALA TUAN ADALAH ALLAH
Musnad Ahmad 15717: Shohihمسند أحمد ١٥٧١٧: حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ سَيِّدُ قُرَيْشٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّيِّدُ اللَّهُ قَالَ أَنْتَ أَفْضَلُهَا فِيهَا قَوْلًا وَأَعْظَمُهَا فِيهَا طَوْلًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَقُلْ أَحَدُكُمْ بِقَوْلِهِ وَلَا يَسْتَجِرُّهُ الشَّيْطَانُ
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepadaku Syu'bah berkata: saya telah mendengar Qotadah berkata: saya telah mendengar Muthorrif bin Abdullah bin Asy-Syikhir menceritakan dari Bapaknya berkata: Datang seorang laki-laki kepada Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata 'Engkaulah tuan Quroisy, Lalu Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya hakekat Tuan adalah Allah" lalu laki-laki tersebut berkata: "engkau adalah oang yang paling utama perkataannya di antara mereka dan yang paling agung kemampuannya" Rosulullahi shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hendaklah kalian hati-hati dalam perkataannya (berkata sewajarnya dengan tidak berlebihan), jangan sampai disesatkan oleh setan."انواع ال فى النحو
١ - ال الجنسية
٢ - ال العهدية
٣ - ال الموصولة
٤ - ال الزائدة
Pembagian Alif-Lam ال dalam Ilmu Nahwu:
1. Alif-lam Jinsiyah الجِنْسِيَّة terbagi 3 yaitu:• Alif-lam Istighroq Haqiqoh الإسْتِغْراق حَقِيْقةً yaitu alif lam yang mencakup seluruh jenis, yakni mencakup seluruh satuan dari sesuatu. Tandanya adalah: isim yang dimasukinya dapat digantikan dengan lafadz كُلّ tanpa merusak maknanya. Contohnya:
خُلِق الإنسانُ ضَعِيْفًا
“Semua manusia diciptakan bersifat lemah.”Maka dapat dikatakan:
خُلِقَ كُلُّ إنسانٍ ضَعِيْفًا
Begitu juga firman Allah تعالى:الحَمْدُ للّه رَبِّ العَالمِيْن
“Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.”• Alif-lam Istighroq Majaz الإسْتِغْراق مَجازًا yaitu mencakup jenis sifat, dan digunakan dalam konteks berlebihan dalam memuji. Contohnya:
أنْتَ الرَّجُلُ عِلْمًا
Yaitu maknanya: “engkau benar-benar seorang lelaki yang berilmu”• Alif-lam Libayanil Haqiqoh لِبَيانِ الحَقِيْقة yaitu untuk menjelaskan hakikat dari suatu jenis atau karakter tanpa melihat satuannya. Alif-lam ini disebut juga alif-lam Mahiyah المَاهِيَّة atau Thobi’iyah الطَبِيعِيَّة contohnya:
الرجلُ خيْرٌ مِن المَرْأة
“Jenis laki-laki lebih baik daripada perempuan” Yaitu jenisnya bukan satuannya, sebab terkadang terdapat wanita yang lebih baik dari lelaki.Tanbih : Alif lam Jinsiyah secara makna adalah nakirah meskipun ber-al. Sebab ma’rifahnya dia secara lafadz bukan secara makna, maka secara hukum sama seperti nama jenis.
2. Alif-lam Al-Ahdiyah العَهْدِيَّة alif-lam ini terbagi 3:
• Alif-lam Dzikri الذِكْرِيّ yaitu alif-lam yang masuk pada isim yang telah disebutkan sebelumnya secara lafadz. Contohnya:
لَقِيْتُ رَجُلًا فأكْرَمْتُ الرجلَ
“Aku menemui seorang lelaki, kemudian aku memuliakan lelaki tersebut”Lafadz “Lelaki” dalam kalimat kedua adalah lelaki yang sama dengan yang disebutkan sebelumnya.
Semisal ini, Firman Allah تعالى:
كما أرْسَلْنا إلى فرعونَ رسولًا، فعَصَى فرعونُ الرَّسُولَ
Yaitu pada lafadz الرسول• Alif-lam Dihny الدِّهْنِيّ yaitu alif-lam yang masuk pada isim, yang mana “apa” dan “siapa’ yang dimaksud sudah diketahui di benak dari dua orang yang berbicara atau lebih. Contohnya:
إذْ هُمَا في الغَارِ
Lafadz الغار “gua” yang dimaksud di sini sudah diketahui, yaitu Gua Jabal atau disebut juga Gua Tsur.Contoh lainnya, misalnya seorang Ustadz sedang membahas kitab Ushul min Ushul karya Syaikh Utsaimin, lalu ditengah² kajian Ustadz berkata:
قال الشَّيْخُ
Maka yang dimaksud lafadz الشيخ sudah dimaklumi di benak, bahwa yang dimaukan adalah Syaikh Utsaimin.• Alif-lam Hudhury الحُضُوْرِيّ yaitu alif-lam yang menunjukkan bahwa isim yang masuk padanya alif-lam ini adalah sesuatu yang hadir atau sedang dihadapi oleh pembicara dan pendengar. Semisal ada seorang menelfon temannya yang saat itu sedang kedatangan tamu:
أكْرِم الضَيْفَ
“Muliakan tamu.”Maka yang dimaukan adalah tamu yang sedang hadir saat itu.
جِئْتَ اليومَ
Yaitu “hari” di mana engkau datang di hari tersebut.Kebanyakan alif-lam hudhuriy ini terletak setelah Isim Isyarah. contohnya:
لا أَقسِمُ بهذا البَلَدِ
جاءني هذا الرجلُ
Atau setelah أيّ pada Nida’. contohnya:يأيّها الرَّجُلُ
3. Alif-lam Mausulah المَوْصُوْلة adalah alif-lam yang masuk pada isim fail, isim maf’ul, dan sifat musyabbahah. Alif-lam ini bermakna الّذِي الّتِي contohnya:ﺃﻣْﺴَﻜَﺖْ ﺍﻟﺸُّﺮْﻃﺔُ ﺑﺎﻟﻘَﺎﺗِﻞ
Yaitu ﺑﺎﻟﺬﻱ ﻗَﺘَﻞﻋَﺎﻟَﺞَ ﺍﻟﻄَّﺒﻴْﺐُ ﺍﻟﻤَﺠْﺮُﻭْﺡ
Yaitu ﺍﻟﺬﻱ ﺟُﺮِﺡ
4. Alif-lam Zaidah الزائدة yaitu alif-lam tambahan yang tidak memberi makna ta’rif. Alif-lam ini terbagi 3 yaitu:
• Alif-lam yang masuk pada isim alam (nama). Contohnya: اللَات dan العُزى
• Alif-lam yang masuk pada kata آن yaitu الآن
• Alif lam yang masuk pada isim-isim maushul الذِي التِي dan pecahannya. Dinamakan alif-lam zaidah karena isim-isim yang dimasukinya sudah ma’rifah, meskipun tanpa alif-lam. Alif-lam ini dinamakan alif-lam Zaidah Lazimah yaitu senantiasa menempel pada isim.
ﺍﺳْﺘَﻀَﻔْﺖُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﺍﻟﺤُﺴْﻦَ ﺍﻟﺴِﻴْﺮﺓ
Yaitu ﺍﻟﺬﻱ ﺣﺴُﻨﺖْ ﺳِﻴْﺮَﺗُﻪ4. Alif-lam Zaidah الزائدة yaitu alif-lam tambahan yang tidak memberi makna ta’rif. Alif-lam ini terbagi 3 yaitu:
• Alif-lam yang masuk pada isim alam (nama). Contohnya: اللَات dan العُزى
• Alif-lam yang masuk pada kata آن yaitu الآن
• Alif lam yang masuk pada isim-isim maushul الذِي التِي dan pecahannya. Dinamakan alif-lam zaidah karena isim-isim yang dimasukinya sudah ma’rifah, meskipun tanpa alif-lam. Alif-lam ini dinamakan alif-lam Zaidah Lazimah yaitu senantiasa menempel pada isim.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'Imron (5) Ayat 79-80
مَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّاسِ كُوْنُوْا عِبَادًا لِّيْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ كُوْنُوْا رَبَّانِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَ ۙ
Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,” tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!”79وَلَا يَأْمُرَكُمْ اَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ وَالنَّبِيّٖنَ اَرْبَابًا ۗ اَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ اِذْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim?80Al-Qur'anul Karim Surat Al-Kahfi (18) Ayat 110
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 29
وَمَنْ يَّقُلْ مِنْهُمْ اِنِّيْٓ اِلٰهٌ مِّنْ دُوْنِهٖ فَذٰلِكَ نَجْزِيْهِ جَهَنَّمَۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ
Dan barangsiapa di antara mereka berkata, “Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah,” maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim.Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zukhruf (43) Ayat 45
وَسْٔـَلْ مَنْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُّسُلِنَآ ۖ اَجَعَلْنَا مِنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِ اٰلِهَةً يُّعْبَدُوْنَ
Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?”Dan yang dimaksud dengan ithro’ dalam hak Nabi S.A.W adalah berlebih-lebihan dalam memujinya, padahal beliau telah melarang hal tersebut melalui sabda beliau:
لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ
“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai-mana orang-orang Nasroni telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka kata-kanlah, ‘‘Abdullaah wa Rosuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya).’”Kitab Aqiidatut Tauhiid (hal 151)
Dengan kata lain, janganlah kalian memujiku secara bathil dan janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku. Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang Nasroni terhadap ‘Isa Alaihissallam, sehingga mereka menganggapnya memiliki sifat Ilahiyyah. Karenanya, sifatilah aku sebagaimana Rabb-ku memberi sifat kepadaku, maka katakanlah: “Hamba Allah dan Rasul (utusan)-Nya.”
Hadits Riwayat. Abu Dawud (no 4806), Imam Ahmad (IV/24, 25), Imam Bukhori dalam Al-Adabul Mufrad (no 211/ Shohiihul Adabil Mufrad no 155), Imam An-Nasai dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 247, 249). Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata: “Rowi-rowi-nya shohih. Dishohihkan oleh para ulama (ahli hadits).” (Fat-hul Baari V/179)
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ سَيِّدُ قُرَيْشٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
‘Abdullah bin asy-Syikhkhir Rodhiyallahu anhu berkata, “Ketika aku pergi bersama delegasi Bani ‘Amir untuk menemui Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, kami berkata kepada beliau, “Engkau adalah sayyid (penguasa) kami!”فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Spontan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:اَلسَّيِّدُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
“Sayyid (penguasa) kita adalah Allah Tabaaraka wa Ta’aala!”قَالَ أَنْتَ أَفْضَلُهَا فِيهَا قَوْلًا وَأَعْظَمُهَا فِيهَا طَوْلًا
Lalu kami berkata, “Dan engkau adalah orang yang paling utama dan paling agung kebaikannya.”فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Serta merta beliau Shollallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:قُوْلُوْا بِقَوْلِكُمْ أَو بَعْضِ قَوْلِكُمْ وَلاَ يَسْتَجْرِيَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ
“Katakanlah sesuai dengan apa yang biasa (wajar) kalian katakan, atau seperti sebagian ucapan kalian dan janganlah sampai kalian terseret oleh syaithan.”Hadits Riwayat. Imam Ahmad (III/153, 241, 249), Imam An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 249, 250) dan Al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad
Anas bin Malik Rodhiyallahu anhu berkata, “Sebagian orang berkata kepada beliau, ‘Wahai Rosulullah, wahai orang yang terbaik di antara kami dan putera orang yang terbaik di antara kami! Wahai sayyid kami dan putera sayyid kami!’ Maka seketika itu juga Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُوْلُوْا بِقَوْلِكُمْ وَلاَ يَسْتَهْوِيَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ، أَنَا مُحَمَّدٌ، عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، مَا أُحِبُّ أَنْ تَرْفَعُوْنِيْ فَوْقَ مَنْزِلَتِي الَّتِيْ أَنْزَلَنِيَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Wahai manusia, ucapkanlah dengan yang biasa (wajar) kalian ucapkan! Jangan kalian terbujuk oleh syaithan, aku (tidak lebih) adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak suka kalian mengangkat (menyanjung)ku di atas (melebihi) kedudukan yang telah Allah berikan kepadaku.”Aqiidatut Tauhiid (hal. 152) oleh Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan
Al-‘Allamah Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rohimahullah dalam qosidah nuniyyah-nya berkata:
وَلِلّهِ حَقٌّ لاَ يَكُوْنُ لِغَيْرِهِ
وَلِعَبْدِهِ حَقٌّ هُمَا حَقَّانِ
لاَ تَجْعَلُوا الْحَقَّيْنِ حَقًّا وَاحِدًا
مِنْ غَيْرِ تَمْيِيْزٍ وَلاَ فُرْقَانِ
“Allah memiliki hak yang tidak dimiliki selain-Nya,bagi hamba pun ada hak, dan ia adalah dua hak yang berbeda.
Jangan kalian jadikan dua hak itu menjadi satu hak,
tanpa memisahkan dan tanpa membedakannya.”







0 komentar:
Posting Komentar