Senin, 08 September 2025

NAMA LAIN MALAIKAT JIBRIL

Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak makan, tidak minum, dan tidak memiliki hawa nafsu layaknya manusia. Malaikat merupakan makhluk suci yang selalu taat kepada Allah dan tidak pernah membangkang. Dalam Islam, ada sejumlah malaikat yang memiliki peran dan tugasnya masing-masing. Salah satunya adalah Malaikat Jibril. Tugas Malaikat Jibril adalah memberikan wahyu kepada nabi dan Rasul.

Al-Qur'anul Karim Surah Al-Fathir (35) Ayat 1
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Imam Muslim meriwayatkan bahwa malaikat Jibril memiliki 600 sayap. Berikut bunyi haditsnya.
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ أَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ لَهُ سِتُّمِائَةِ جَناحِ
Bahwa Ibnu Mas'ud mengatakan "Rosulullah SAW melihat malaikat Jibril, ia memiliki 600 sayap.
Semakin banyak jumlah sayap yang mereka (malaikat) miliki, semakin tinggi level (tingkatan), kemampuan, dan semakin cepat mereka dalam melaksanakan perintah Allah SWT."
Jibril adalah nama salah satu malaikat yang diimani dalam ajaran Islam. Kata jibril berasal dari bahasa Ibrani untuk menyebut malaikat yang diutus Allah untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi-Nya. Mufasir berbeda pendapat mengenai asal kata jibril. Sebagian ulama, seperti Abu Ḥayyan, berpendapat bahwa kata jibril berasal dari bahasa ‘ajam (non-Arab), bukan merupakan kata bentukan (derivasi) dari salah satu kata bahasa Arab. Sebagian lagi, seperti Ibnu ‘Asyur mengatakan bahwa kata jibril merupakan kata bentukan dari asal kata ja-ba-ra (جبر) dan il (ئيل). Kata jibr dalam bahasa Ibrani bermakna ‘abd (hamba) yang mengandung makna kuat. Sedangkan kata il merupakan salah satu nama Allah. Dengan demikian, kata jibril bisa bermakna hamba Allah yang kuat. Terhadap perdebatan tersebut, Al-Kholidiy dalam bukunya Al-A‘lam Al-A‘jamiyah fīl-Qur’an lebih menguatkan pendapat yang pertama.
Terdapat beberapa versi bacaan (qiro'ah) kata jibril (جبريل). Menurut Imam Nafi‘
Imam Ibnu ‘AmirImam Abu ‘AmrImam Ḥafs dari Imam ‘AṣimImam Abu Ja‘far, dan Imam Ya‘qub, kata ini dibaca jibril (jim dan ra’ berharakat kasrah) sesuai dengan dialek penduduk Hijaz, seperti kata qiṭhmir (قِطْمِيْر). Menurut qiro'ah Ibnu Kaṡir, kata جبريل dibaca dengan jim berharakat fathah sehingga dibaca jabril (جَبْرِيْل). Al-Farro’ dan An-Nuḥas, sebagaimana dikutip Ibnu ‘Asyur, mengatakan bahwa bacaan seperti ini tidak dikenal dalam bahasa Arob dan tidak ada timbangannya. Bacaan lainnya adalah dengan memfathahkan jim dan ra. Di antara huruf ro dan ya terdapat hamzah berharakat kasroh sehingga dibaca jabra’il (جَبْرَئِيْل). Ini adalah qiro'ah Imam ḤamzahImam Al-Kisa’i, dan Imam Kholaf serta sesuai dengan dialek Tamim, Qois, dan sebagian penduduk Hijaz. Di samping itu, ada juga yang membacanya dengan memfathahkan jim dan ra serta antara ra dan lam terdapat hamzah berharakat kasrah sehingga jabra’il (جَبْرَئِل) tanpa ada ya mati sebelum huruf lam. Bacaan ini adalah menurut riwayat Imam Syu’bah dari Imam ‘‘Aṣim. Selain itu, masih terdapat beberapa bacaan lain namun tergolong pada bacaan syadz.
BEBERAPA NAMA MALAIKAT JIBRIL DALAM AL-QUR'ANUL KARIM
Dalam Al-Qur’an, kata jibril terulang sebanyak 3 kali, yaitu dalam Al-Qur'anul Karim Surah Al-Baqoroh (2) Ayat 97 dan Ayat 98, serta Al-Qur'anul Karim Surah At-Tahrim (66) Ayat 4. Selain itu, terdapat istilah lain yang digunakan Al-Qur’an yang merujuk kepada Malaikat Jibril, yaitu Ar-Ruḥ dalam Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 17, Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ma‘arij (70) Ayat 4, Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qadr (94) Ayat 4, Ruhul Qudus dalam Al-Qur'anul Karim Surah Al-Baqoroh (2) Ayat 87 dan Ayat 253, Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ma’idah (5) 110, Al-Qur'anul Karim Surah An-Naḥl (16) Ayat 102, Ar-Ruḥul-Amin dalam Al-Qur'anul Karim Surah Asy-Syu'ara' (97) Ayat 193Rosul Karim dalam Al-Qur'anul Karim Surat At-Takwir (81) Ayat 19dan Syadidul-Quwa dalam Al-Qur'anul Karim Surah An-Najm (53) Ayat 5.
DENGAN NAMA JIBRIL 3 KALI
1- Al-Qur'anul Karim Surah Al-Baqoroh (2) Ayat 97
قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ بِاِذْنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”
2- Al-Qur'anul Karim Surah Al-Baqoroh (2) Ayat 98
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ
Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.
Sebagaimana telah disebutkan, kata Jibril muncul tiga kali dalam Al-Qur’an. Pertama dan kedua terdapat dalam Al-Qur'anul Karim Surah Al-Baqoroh (2) Ayat 97 dan 98 untuk menjawab sikap orang Yahudi yang membenci malaikat ini. Menurut mereka, Jibril datang membawa permusuhan, peperangan, dan azab. Sesuai riwayat dari Ibnu ‘Abbas, orang-orang Yahudi datang menemui Nabi Muhammad dan mengajukan pertanyaan. Mereka berjanji, jika Nabi menjawab kelima pertanyaan mereka dengan benar, mereka akan mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Setelah mengambil janji mereka, Nabi lalu mempersilakan mereka mengajukan pertanyaan. Mereka bertanya tentang lima hal:
(1) Apa tanda dari seorang nabi?(2) Bagaimana seorang perempuan bisa melahirkan anak laki-kali dan perempuan? (3) Apa yang diharamkan Israil (Nabi Ya’qub) terhadap dirinya? (4) Apa itu halilintar dan suara yang mengikutinya? (5) Siapa malaikat yang menyampaikan wahyu kepadanya?
Nabi menjawab semua pertanyaan itu dengan menjelaskan bahwa (1) tanda seorang nabi adalah saat matanya terpejam hatinya tetap terjaga; (2) seorang perempuan melahirkan anak laki-laki jika air laki-laki mengalahkan air perempuan. Sebaliknya, jika air perempuan mengalahkan air laki-laki, akan lahir anak perempuan; (3) Nabi Ya’qub menderita reumatik, lalu ia menemukan obatnya pada air susu salah satu hewan ternak, sebagian menyebutnya unta, sehingga ia mengharamkannya; (4) halilintar adalah cambuk api malaikat yang bertugas mengatur awan. Suara yang mengiringinya adalah pecutan dari cambuk itu; (5) malaikat yang menyampaikan wahyu kepada dirinya adalah Jibril. Kaum Yahudi tersebut membenarkan empat jawaban pertama Nabi, tapi menyanggah jawaban terakhir karena mereka memusuhi Malaikat Jibril. Untuk membantah sikap orang-orang Yahudi tersebut, turunlah dua ayat ini.
Al-Qur'anul Karim Surah An-Najm (53) Ayat 27-28 (Makkiyyah=62A)
اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ لَيُسَمُّوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ تَسْمِيَةَ الْاُنْثٰى
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan.
وَمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَقِّ شَيْـًٔاۚ
Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.
3- Al-Qur'anul Karim Surah At-Tahrim (66) Ayat 4
اِنْ تَتُوْبَآ اِلَى اللّٰهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوْبُكُمَاۚ وَاِنْ تَظٰهَرَا عَلَيْهِ فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ مَوْلٰىهُ وَجِبْرِيْلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِيْنَۚ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَعْدَ ذٰلِكَ ظَهِيْرٌ
Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.
Tapi ada pendapat juga nama lain Malaikat Jibril memiliki 6 sebutan, yang terdapat dalilnya dalam Al-Qur'an Ada 5 sebutan, yaitu Ar-Ruh, Ruhul Qudus, dan Ar-Ruh Al-Amin serta Rosulul Karim, dan Syadidul Quwa Sedangkan 1 sebutan lainya di berikan oleh Waroqoh Bin Naufal yaitu Namus
1- Ar-Ruh
Makna: Malaikat Jibril disebut sebagai "ruh" karena tugasnya menyampaikan wahyu yang merupakan sumber kehidupan bagi hati, mirip dengan roh yang menghidupkan badan.
2- Ruhul Qudus
Makna: Kata "Qudus" berarti suci, sehingga Ruhul Qudus adalah "ruh yang suci". Nama ini diberikan karena Jibril menurunkan Al-Qur'an untuk meneguhkan hati orang beriman dan membawa petunjuk serta kabar gembira.
3- Ar-Ruh Al-Amin

Makna: "Al-Amin" berarti "terpercaya" atau "dapat dipercaya". Nama ini diberikan karena Jibril adalah pembawa wahyu yang dapat dipercaya, sehingga ia juga dikenal sebagai penghulu para malaikat.
4- Rosul Karim
5- Syadidul Quwa
6. Namus
Julukan yang diberikan kepada Malaikat Jibril oleh Waraqah bin Naufal, sepupu Khodijah, sang istri Nabi Muhammad SAW, yang juga merujuk pada perannya sebagai pembawa wahyu.
Dikutip dari Ringkasan Siroh Nabawiyah Butir Butir Perjalanan Hidup Rosulullah SAW karya Muhammad Atim, namus adalah julukan bagi Malaikat Jibril. Julukan ini disampaikan sepupu Khodijah, sang ummul mukminin, Waroqoh bin Naufal.
"Ini adalah namus (Malaikat Jibril) yang Allah utus kepada Nabi Musa. Andaikan saja aku masih muda saat itu. andaikan saja aku masih hidup tatkala kaummu mengusirmu," ujar 
Waroqoh Bin Naufal seorang pemuka agama saat itu yang dikenal religius dan terpercaya.
DENGAN NAMA AR-RUH 3 KALI
1- AR-RUH
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 17
فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُوْنِهِمْ حِجَابًاۗ فَاَرْسَلْنَآ اِلَيْهَا رُوْحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا
lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.
2- Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ma‘arij (70) Ayat 4
تَعْرُجُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍۚ
Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.
3- Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qadr (97) Ayat 4
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
2- RUHUL QUDUS
1- Al-Qur'anul Karim Surah Al-Baqoroh (2) Ayat 87
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ بِالرُّسُلِ ۖ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ اَفَكُلَّمَا جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌۢ بِمَا لَا تَهْوٰىٓ اَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ ۚ فَفَرِيْقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيْقًا تَقْتُلُوْنَ
Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul, dan Kami telah berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Mengapa setiap rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?
2- Al-Qur'anul Karim Surah Al-Baqoroh (2) Ayat 253
تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۘ مِنْهُمْ مَّنْ كَلَّمَ اللّٰهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجٰتٍۗ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ وَلٰكِنِ اخْتَلَفُوْا فَمِنْهُمْ مَّنْ اٰمَنَ وَمِنْهُمْ مَّنْ كَفَرَ ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلُوْاۗ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Ruhulkudus. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.
3- Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ma’idah (5) 110
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِيْ عَلَيْكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ ۘاِذْ اَيَّدْتُّكَ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۚوَاِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ ۚوَاِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ بِاِذْنِيْ فَتَنْفُخُ فِيْهَا فَتَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِيْ وَتُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتٰى بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ كَفَفْتُ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَنْكَ اِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
Dan ingatlah ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
4- Al-Qur'anul Karim Surah An-Nahl (16) Ayat 102
قُلْ نَزَّلَهٗ رُوْحُ الْقُدُسِ مِنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ
Katakanlah, “Rohulkudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri (kepada Allah).”
Al-Qur'anul Karim Surah Asy-Syu'ara' (97) Ayat 193
نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ ۙ
Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril),
4- ROSULUL KARIM
Al-Qur'anul Karim Surat At-Takwir (81) Ayat 19
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
5- SYADIDUL QUWA
Al-Qur'anul Karim Surah An-Najm (53) Ayat 5
عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰىۙ
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
BEBERAPA NAMA MALAIKAT JIBRIL DALAM AL-HADITS
Hadits Riwayat Imam Bukhori no. 6
Dari sahabat Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ
“Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Romadlon ketika malaikat Jibril ‘alaihissalam menemuinya. Dan Jibril ‘alaihissalam mendatanginya setiap malam di bulan Romadlon, di mana Jibril ‘alaihissalam mengajarkan Al-Qur’an. Sungguh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam jauh lebih lembut daripada angin yang berhembus.”
Hadits Riwayat Imam Bukhori no. 3236
Dari Samuroh, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي قَالاَ الَّذِي يُوقِدُ النَّارَ مَالِكٌ خَازِنُ النَّارِ، وَأَنَا جِبْرِيلُ وَهَذَا مِيكَائِيلُ
“Aku bermimpi pada suatu malam, ada dua laki-laki yang datang kepadaku. Keduanya berkata, ‘Malaikat yang menyalakan api adalah Malik sebagai penunggu neraka, sedangkan aku adalah Jibril dan ini Mikail.’”
Hadits Riwayat Imam Muslim no. 770
‘Aisyah menjawab, ‘Apabila Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam salat malam, beliau membaca doa iftitah sebagai berikut,
اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Maha Pencipta langit dan bumi, Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Engkaulah hakim di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan, tunjukilah aku jalan keluar yang benar dari perselisihan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, bagi siapa yang Engkau kehendaki.”

0 komentar:

Posting Komentar