سَوْفَ يَقُوْدُوكُمْ أَشْخَاصُ مِثْلِكُمْ
Kalian Akan Dipimpin Oleh Orang yang Seperti Kalian (Kasyfu Al-Khofa 1/148)
Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zukhruf (43) Ayat 54
فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهٗ فَاَطَاعُوْهُ ۗاِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
Maka (Fir‘aun) dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik.Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla menegaskan bahwa kaum Fir’aun adalah orang-orang fasik, oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menjadikan orang yang seperti mereka sebagai penguasa mereka. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Al-khofîf berarti orang dungu yang tidak beramal dengan ilmunya, dan ia selalu mengikuti hawa nafsunya.”
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'Imron (4) Ayat 26
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.Bahayanya berbicara tanpa ada landasan ilmu. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT,
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nisa (4) Ayat 59
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.Al-Qur'anul Karim Surat Al-An'am (6) Ayat 129
وَكَذٰلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضًاۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.Al-Qur'anul Karim Surat Hud (11) Ayat 113
وَلَا تَرْكَنُوْٓا اِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُۙ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَاۤءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Isro (17) Ayat 16
وَاِذَآ اَرَدْنَآ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).Al-Qur'anul Karim Surat Al-Isro (17) Ayat 36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Kahfi (18) Ayat 59
وَتِلْكَ الْقُرٰٓى اَهْلَكْنٰهُمْ لَمَّا ظَلَمُوْا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَّوْعِدًا
Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.Al-Qur'anul Karim Surat Asy-Syuro (42) Ayat 30
وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ
Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).Al-Qur'anul Karim Surat Asy-Syuro (42) Ayat 42
اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَظْلِمُوْنَ النَّاسَ وَيَبْغُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksa yang pedih.Dalam kitab An-Nihayah Fitan wa Ahwal Akhiriz Zaman (Mukhtashor Nihayah Al-Bidayah) karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan.
Rosulullah SAW bersabda,
Dalam Shohih Bukhari terdapat riwayat dari Abu Huroirah RA yang menyebut kiamat akan terjadi ketika amanah disia-siakan atau hilang. Hal tersebut terjadi ketika urusan diserahkan bukan pada ahlinya.
إِذَا وُسِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ
"Apabila segala urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya kiamat."لا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَسُودَ كُلَّ قَبِيْلَةٍ رَدَالُهَا
"Kiamat tidak akan terjadi sebelum tiap-tiap kabilah dipimpin oleh orang-orang yang hina di antara mereka."Dalam Shohih Bukhari terdapat riwayat dari Abu Huroirah RA yang menyebut kiamat akan terjadi ketika amanah disia-siakan atau hilang. Hal tersebut terjadi ketika urusan diserahkan bukan pada ahlinya.
Rosulullah SAW bersabda,
أَنَّ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ رَسُولَ اللّهِ ﷺ مَتَى السَّاعَةُ؟ فَقَالَ إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ قَالَ يَا رَسُولَ اللّهِ كَيْفَ أَوْ قَالَ مَا إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا تَوَسَّدَ الْأَمْرَ غَيْرُ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ
"Bahwasanya seorang Badui bertanya kepada Rosulullah SAW, 'Kapankah terjadinya kiamat?' Rosul menjawab, 'Apabila amanat telah disia-siakan, maka tunggulah terjadinya kiamat.' Badui itu bertanya juga, 'Ya Rosul Allah, bagaimanakah disia-siakannya amanat itu?' Rosul menjawab, 'Apabila segala urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat'."Hadits Riwayat At-Tirmidzi, An-Nasai dan Al-Hakim
Rosulullah shollallahu alaihi wa sallamﷺ bersabda;
Rosulullah shollallahu alaihi wa sallamﷺ bersabda;
اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ
''Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga”.Hadits Riwayat Ibnu Majah
Rosulullah SAW dalam Hadits berikut. Imam Ibnu Majah meriwayatkan:
Rosulullah ﷺ bersabda: "Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud Ruwaibidhoh?". Beliau menjawab: "Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas."
HADITS-HADITS PEMIMPIN YANG BODOH SEBAGAI TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN
Di antara ciri-ciri pemimpin dhalim yang di sebutkan dalam hadits Rosulullah SAW tersebut di antaranya adalah:
Rosulullah SAW dalam Hadits berikut. Imam Ibnu Majah meriwayatkan:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah Al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrot dari Al-Maqburi dari Abu Huroiroh rodhiyallahu 'anhu, dia berkata;Rosulullah ﷺ bersabda: "Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud Ruwaibidhoh?". Beliau menjawab: "Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas."
HADITS-HADITS PEMIMPIN YANG BODOH SEBAGAI TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN
Di antara ciri-ciri pemimpin dhalim yang di sebutkan dalam hadits Rosulullah SAW tersebut di antaranya adalah:
Hadits Riwayat Imam Ahmad, At-Thobrani
1. Para Pemimpin Sesat / Bodoh (إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ)
إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، واسْتِخْفَافٌ بِالدَّمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، يُقَدِّمُونَ أَحَدُهُمْ لِيُغَنِّيَهُمْ وَإِنْ كَانَ أَقَلُّهُمْ فِقْهًا”
“1. Kepemimpinan orang-orang bodoh, 2.Banyaknya syuroth (penolong, pembela penguasa dalam kelaliman), 3. Jual-beli hukum, 4. Meremehkan(urusan) darah, 5. Memutuskan shilaturrahim, 6. Jamaah (sekumpulan orang) yang menjadikan Al Quran seperti seruling, mereka mendahulukan (orang yang enak suaranya untuk membaca Al Quran) meskipun pemahamannya sangat kurang”.1. Para Pemimpin Sesat / Bodoh (إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ)
Hadits Riwayat Ibnu Hibban
Diriwayatkan dari Aus RA berkata, bahwa Rosulullah SAW bersabda:
Diriwayatkan dari Aus RA berkata, bahwa Rosulullah SAW bersabda:
إِنِّي لاَ أَخَافُ عَلىَ أُمَّتيِ إِلاَّ الأَئِمَّةَ المُضَلِّينَ
“Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa) pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” وَاِنَّ مِنْ اَخْوَافِ مَااَخَافُ اْلاَئِمَّةَ اْلمُضِلّيْنَ
Sufyan Ats-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan:
ْوَلَنْ تَجِدُوْا أَئِمَّةً ضَلَالاً إِلَّا رَفَضْتُّمُوْهُمُ بِقُلُوْبِكُمْ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالَكُم
“Tidaklah kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan hati, agar amal kalian tidak sia-sia.”
2. Para Pemimpin Yang Jahil Agama (كَثْرَةُ الشُّرَطِ) (Banyak penyokong, penolong penguasa dalam kelaliman dan kezaliman)
2. Para Pemimpin Yang Jahil Agama (كَثْرَةُ الشُّرَطِ) (Banyak penyokong, penolong penguasa dalam kelaliman dan kezaliman)
Musnad Ahmad 17424: Hadits Shohih
مسند أحمد ١٧٤٢٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي أَبُو حَصِينٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَاصِمٍ الْعَدَوِىِّ عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ
خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ دَخَلَ وَنَحْنُ تِسْعَةٌ وَبَيْنَنَا وِسَادَةٌ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ يَكْذِبُونَ وَيَظْلِمُونَ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَيُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Sufyan telah menceritakan kepadaku Abu Hashin dari Asy-Sya'bi dari Ashim Al-Adawi dari Ka'ab bin Ujrah ia berkata: "Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam pernah keluar atau masuk menemui kami, saat itu kami berjumlah sembilan orang. Dan di antara kami ada bantal yang terbuat dari kulit. Beliau lalu bersabda: "Sesungguhnya akan ada setelahku para pemimpin yang berbuat kedustaan dan kezhaliman. Barangsiapa mendatangi mereka kemudian membenarkan kebohongan mereka, atau membantu mereka dalam kezhalimannya, maka ia bukan golonganku dan aku bukan golongannya. Serta ia tidak akan minum dari telagaku. Dan barangsiapa tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu mereka dalam berbuat shalim, maka ia adalah golonganku dan aku adalah golongannya. Dan kelak ia akan minum dari telagaku."Hadits Riwayat Ahmad
Dari Jabir bin Abdillah RA bahwa Rosulullah SAW berkata kepada Ka’ab bin Ajzah:
Dari Jabir bin Abdillah RA bahwa Rosulullah SAW berkata kepada Ka’ab bin Ajzah:
أَعَاذَكَ اللهَ مِنْ إمَارَةِ السُّفَهَاء
“Aku memohon perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.”Dalam hadis riwayat Ahmad di atas dikatakan bahwa maksud pemimpin yang bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rosulullah SAW. Yaitu pemimpin yang tidak menerapkan nilai-nilai syariah Islam.
Hal kedua ini juga sangat relevan dan aktual dengan kenyataan yang sedang kita alami sekarang ini. Banyak sekali penyokong penguasa, yang dalam hal ini seperti polisi dan lain sebagainya, bahu-membahu membela dan melindungi penguasa meskipun penguasa tersebut dalam kondisi salah. Akibatnya, hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
Hukum yang seharusnya ditegakkan menjadi melunak, masyarakat semakin menderita sebab hukum hanya ditegakkan hanya untuk rakyat kecil sedangkan orang-orang terpandang dan penguasa seakan kebal hukum. Kalau sudah demikian yang terjadi maka siap-siaplah menuju kehancuran.
3. Para Pemimpin Yang Menolak Kebenaran, Dan Menyeru Pada Kemungkaran (بَيْعُ الْحُكْمِ) (Jual beli hukum)
Hukum yang seharusnya ditegakkan menjadi melunak, masyarakat semakin menderita sebab hukum hanya ditegakkan hanya untuk rakyat kecil sedangkan orang-orang terpandang dan penguasa seakan kebal hukum. Kalau sudah demikian yang terjadi maka siap-siaplah menuju kehancuran.
3. Para Pemimpin Yang Menolak Kebenaran, Dan Menyeru Pada Kemungkaran (بَيْعُ الْحُكْمِ) (Jual beli hukum)
Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah
Dari Ubadah bin Shamit RA berkata bahawa Rosulullah SAW bersabda:
Dari Ubadah bin Shamit RA berkata bahawa Rosulullah SAW bersabda:
سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk mentaatinya.”Ya Allah! Fenomena yang semacam ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Hampir setiap hari di media masa, baik itu koran, berita di TV dan lain sebagainya menyuguhkan tentang jual beli hukum. Orang-orang kaya dengan seenaknya bisa membeli hukum yang sudah tetap. Hakim yang seharusnya membela keadilan malah bisa disuap sedemikian rupa sehingga keadilan tak terwujud malah kezaliman yang menjadi marak.
Sogok-menyogok dan suap-menyuap kian menggejala di segenap lapisan masyarakat. Akibatnya muncul krisis kepercayaan di kalangan masyarakat. Mereka acap kali menjadi hakim sendiri, karena sudah tidak percaya lagi dengan hakim-hakim yang ada.
4. Para Penguasa Yang Memerintah Dengan Mengancam Dan Menekan Rakyatnya (اسْتِخْفَافٌ بِالدَّمِ) (Menyepelekan urusan darah)
Sogok-menyogok dan suap-menyuap kian menggejala di segenap lapisan masyarakat. Akibatnya muncul krisis kepercayaan di kalangan masyarakat. Mereka acap kali menjadi hakim sendiri, karena sudah tidak percaya lagi dengan hakim-hakim yang ada.
4. Para Penguasa Yang Memerintah Dengan Mengancam Dan Menekan Rakyatnya (اسْتِخْفَافٌ بِالدَّمِ) (Menyepelekan urusan darah)
Hadits Riwayat Muslim: Hadits Shohih
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرْفُوْعاً: «خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِيْنَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَيُحِبُّوْنَكُمْ، َتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ. وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِيْنَ تَبْغَضُوْنَهُمْ وَيَبْغَضُوْنَكُمُ، وَتَلْعَنُوْنَهُمْ وَيَلْعَنُوْنَكُمْ!»، قَالَ: قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَفَلَا نُنَابِذُهُمْ؟ قَالَ: «لَا، مَا أَقَامُوْا فِيْكُمْ اَلصَّلَاةُ. لَا، مَا أَقَامُوْا فِيْكُمُ الصَّلَاة».
[صحيح] - [رواه مسلم]
Dari 'Auf bin Malik -roḍiyallahu 'anhu- secara marfu', “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian cintai dan mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” (Ia) berkata, “Kami pun bertanya: ‘Apakah kami boleh melawan mereka?’ Beliau menjawab, ‘Tidak, selama mereka menegakkan salat di tengah kalian. Tidak, selama mereka masih menegakkan salat di tengah kalian.’”
5. Para Pemimpin Yang Mengangkat Pembantu Orang-Orang Jahat Dan Selalu Mengakhirkan Sholat (Mengabaikan Syariat) (قَطِيعَةُ الرَّحِمِ) (Memutus shilaturrahim)
Al-Quran sudah terlepas dari tujuan semula diturunkan. Seharusnya Al-Quran dipikirkan, direnungkan dan diamalkan, malah hanya sekadar dilagu-lagukan dan dinikmati alunan nadanya yang merdu. Hal ini sangat jauh dan tak sejalan dengan tujuan Allah menurunkan Al-Quran untuk dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi kehidupan manusia.
Pemimpin Al-Huthomah (diktator) adalah pemimpin yang menggunakan politik tangan besi terhadap rakyatnya dengan memaksakan rakyat meskipun tidak di sukai oleh rakyatnya.
“Dan akan datang para pemimpin, jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak menunaikannya; dan jika mereka disuruh berlaku adil mereka menolak keadilan . Mereka akan membuat hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak kalian menghadiri pertemuan mereka.”
7. Para Penguasa Zindik (Berpura-Pura Iman)
8. Pemimpin Yang Banyak Menipu Rakyatnya
Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidloh.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidloh itu?” Rosulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (Dalam riwayat lain disebutkan, ruwaibidloh itu adalah “orang fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik” dan “Al-umara (pemerintah) fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik”)
‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah diingatkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengenai tanda-tanda akhir zaman.
Hadits Riwayat Ath-Thobrani
Dari Abu Hisyam As-Silmi RA berkata bahwa Rosulullah SAW bersabda:
Dari Abu Hisyam As-Silmi RA berkata bahwa Rosulullah SAW bersabda:
سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (berjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak suka dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji mereka) dengan keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi kepada mereka hak yang mereka senangi.”5. Para Pemimpin Yang Mengangkat Pembantu Orang-Orang Jahat Dan Selalu Mengakhirkan Sholat (Mengabaikan Syariat) (قَطِيعَةُ الرَّحِمِ) (Memutus shilaturrahim)
Hadits Riwayat Ath-Thobrani
Dari Abu Huroiroh RA yang berkata bahwa Rosulullah SAW bersabda:
Dari Abu Huroiroh RA yang berkata bahwa Rosulullah SAW bersabda:
يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا
“Akan datang di akhir zaman nanti para penguasa yang memerintah dengan sewenang-wenang, para pembantunya (menteri-menterinya) fasik, para hakim nya menjadi pengkhianat hukum, dan para ahli hukum Islam (fuqoha’nya) menjadi pendusta. Sehingga, siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut cukai (kerana khawatir akan bersubahat dengan mereka).”Poin lima ini juga sedemikian menggejala. Banyak orang yang terlalu sibuk dengan urusan duniawi mengabaikan urusan yang sangat penting ini. Sementara yang lain mencukupkan diri hanya asyik dalam dunia digital sehingga kurang memerhatikan hubungan dengan kerabat dan tetangga sekitar. Bahkan yang lebih parah ialah sampai memutus hubungan kekerabatan.
Hadits Riwayat Hakim
Rosulullah bersabda dalam hadisnya:
6. Para Pemimpin Yang Memerintah Dengan Diktator (Kejam).
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ (رواه الحاكم
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus shilaturahim.”6. Para Pemimpin Yang Memerintah Dengan Diktator (Kejam).
وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، يُقَدِّمُونَ أَحَدُهُمْ لِيُغَنِّيَهُمْ وَإِنْ كَانَ أَقَلُّهُمْ فِقْهًا
Yaitu (sekumpulan orang) yang menjadikan Al-Quran seperti seruling, mereka mendahulukan (orang yang enak suaranya untuk membaca Al-Quran) meskipun pemahamannya sangat kurang).Al-Quran sudah terlepas dari tujuan semula diturunkan. Seharusnya Al-Quran dipikirkan, direnungkan dan diamalkan, malah hanya sekadar dilagu-lagukan dan dinikmati alunan nadanya yang merdu. Hal ini sangat jauh dan tak sejalan dengan tujuan Allah menurunkan Al-Quran untuk dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi kehidupan manusia.
Hadits Riwayat Al-Bazzar
Rosulullah SAW bersabda:
Rosulullah SAW bersabda:
إِنَّ شَرَّ الوُلاَةِ الحُطَمَةُ
“Sesungguhnya seburuk buruknya para penguasa adalah penguasa Al-Huthomah (diktator).”Pemimpin Al-Huthomah (diktator) adalah pemimpin yang menggunakan politik tangan besi terhadap rakyatnya dengan memaksakan rakyat meskipun tidak di sukai oleh rakyatnya.
Hadits Riwayat Ath-Thobrani
Dari Abu Layla Al-Asy’ari bahwa Rosulullah Saw bersabda:
Dari Abu Layla Al-Asy’ari bahwa Rosulullah Saw bersabda:
وسَيأتي أُمَرَاءُ إنْ اسْتُرْحِمُوا لَمْ يَرْحَمُوا، وإنْ سُئِلُوا الحَقَّ لَمْ يُعْطُوا، وإِنْ أُمِرُوا بالمَعْرُوفِ أَنْكَرُوا، وسَتَخَافُوْنَهُمْ وَيَتَفَرَّقَ مَلأُكُمْ حَتى لاَ يَحْمِلُوكُمْ عَلى شَيءٍ إِلاَّ احْتُمِلْتُمْ عَلَيْهِ طَوْعاً وَكَرْهاً، ادْنَى الحَقِّ أَنْ لاَ تٌّاخُذُوا لَهُمْ عَطَاءً ولا تَحْضُروا لَهُمْ في المًّلاَ
“Dan akan datang para pemimpin, jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak menunaikannya; dan jika mereka disuruh berlaku adil mereka menolak keadilan . Mereka akan membuat hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak kalian menghadiri pertemuan mereka.”
7. Para Penguasa Zindik (Berpura-Pura Iman)
Hadits Riwayat Ath-Thobrani
Dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rosulullah SAW bersabda:
Dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rosulullah SAW bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ، وَكُلُّ غَالٍ مَارِقٍ
“Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: pemimpin yang bertindak zalim (terhadap rakyatnya), dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari jalan agama.”8. Pemimpin Yang Banyak Menipu Rakyatnya
Hadits Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan Al-Bazzar
Dari Abu Hurairah RA, Rosulullah SAW bersabda:
Dari Abu Hurairah RA, Rosulullah SAW bersabda:
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan dan kebohongan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang jujur, yang orang yang jujur dianggap pembohong, pada tahun-tahun tersebut para pengkhianat dianggap orang yang amanah, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat.Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidloh.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidloh itu?” Rosulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (Dalam riwayat lain disebutkan, ruwaibidloh itu adalah “orang fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik” dan “Al-umara (pemerintah) fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik”)
‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah diingatkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengenai tanda-tanda akhir zaman.
Hadis di atas memberikan beberapa solusi untuk menghadapi fenomena akhir zaman: Pertama, bersegera melakukan amal salih. Kedua, bekerja sesuai dengan bidangnya. Ketiga, mengangkat pemimpin yang benar-benar layak dan ahli. Keempat, membela dan mendukung penguasa yang menjunjung dan menegakkan kebenaran.
Kelima, selalu menegakkan hukum walau pahit terasa. Keenam, menciptakan rasa aman sehingga tidak terjadi pertumpahan darah. Ketujuh, setia menjalin silaturahim yang harmonis. Kedelapan, merenungi, memahami, memikirkan dan mengamalkan isi Al Quran bukan hanya melagu-lagukannya.
Kelima, selalu menegakkan hukum walau pahit terasa. Keenam, menciptakan rasa aman sehingga tidak terjadi pertumpahan darah. Ketujuh, setia menjalin silaturahim yang harmonis. Kedelapan, merenungi, memahami, memikirkan dan mengamalkan isi Al Quran bukan hanya melagu-lagukannya.







0 komentar:
Posting Komentar