Minggu, 04 Januari 2026

MU'JIZAT NABI 'ISA A.S

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللهِ وَبَرَكَاتُهُ
MU'JIZAT NABI 'ISA A.S👌
Mukjizat Nabi Isa AS yang disebutkan dalam Al-Qur'anul Karim antara lain kelahiran tanpa ayah (Al-Qur'anul Karim Surat Maryam: 19-21), berbicara saat bayi (Al-Qur'anul Karim Surat Maryam: 29-30, Ali Imran: 46), menciptakan burung dari tanah liat lalu menjadi hidup (Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran: 49, Al-Maidah: 110), menyembuhkan buta dan kusta (Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran: 49, Al-Maidah: 110), menghidupkan orang mati (Al-Qur'anul Karim Surat. Ali Imran: 49, Al-Maidah: 110), mengetahui makanan tersimpan (Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran: 49), serta diturunkannya hidangan dari langit (Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah: 112-115). Mukjizat-mukjizat ini adalah tanda kebesaran Allah SWT untuk menguatkan keimanan kaumnya. 
Dalil-dalil Mukjizat Nabi Isa dalam Al-Qur'an:
  • Kelahiran Tanpa Ayah:
    • Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19): 19-21 menjelaskan bagaimana Malaikat Jibril menyampaikan berita kehamilan Maryam, dan Maryam melahirkan Isa tanpa bapak sebagai tanda kekuasaan Allah.
  • Berbicara Saat Bayi:
    • Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19): 29-30 dan Al-Qur'anul Karim Surat. Ali Imran (3): 46, saat masih bayi, Isa berbicara untuk membela kesucian ibunya dan menyatakan dirinya hamba Allah.
  • Menciptakan Burung dari Tanah:
    • Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran (3): 49 dan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5): 110, Isa membentuk burung dari tanah liat, meniupnya, lalu menjadi burung hidup atas izin Allah.
  • Menyembuhkan Orang Buta dan Kusta:
    • Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran (3): 49 dan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5): 110, Isa menyembuhkan orang buta sejak lahir dan penderita penyakit kusta dengan izin Allah.
  • Menghidupkan Orang Mati:
    • Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran (3): 49 dan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5): 110, Isa menghidupkan orang mati atas izin Allah.
  • Mengetahui Makanan yang Disimpan:
    • Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran (3): 49, Isa memberitahukan apa yang dimakan dan disimpan seseorang di rumahnya sebagai tanda kenabiannya.
  • Diturunkan Hidangan dari Langit:
    • Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5): 112-115, atas permintaan para pengikutnya, Allah menurunkan hidangan dari langit sebagai tanda kekuasaan dan ujian keimanan.
1- Kelahiran Tanpa Ayah:
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 19-21 menjelaskan bagaimana Malaikat Jibril menyampaikan berita kehamilan Maryam, dan Maryam melahirkan Isa tanpa bapak sebagai tanda kekuasaan Allah.
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 19-21 (Makkiyyah=98A)
قَالَ اِنَّمَآ اَنَا۠ رَسُوْلُ رَبِّكِۖ لِاَهَبَ لَكِ غُلٰمًا زَكِيًّا
Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.”
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 20 (Makkiyyah=98A)
قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا
Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 21 (Makkiyyah=98A)
قَالَ كَذٰلِكِۚ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌۚ وَلِنَجْعَلَهٗٓ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّاۚ وَكَانَ اَمْرًا مَّقْضِيًّا
Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”
2- Berbicara Saat Bayi:
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 29-30 dan Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 46, saat masih bayi, Isa berbicara untuk membela kesucian ibunya dan menyatakan dirinya hamba Allah.
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 29-30 (Makkiyyah=98A)
فَاَشَارَتْ اِلَيْهِۗ قَالُوْا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِى الْمَهْدِ صَبِيًّا
Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 30 (Makkiyyah=98A)
قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗاٰتٰنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا ۙ
Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 46 (Madaniyyah=200A)
وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَّمِنَ الصّٰلِحِيْنَ
dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang saleh.”
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 47 (Madaniyyah=200A)
قَالَتْ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ وَلَدٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكِ اللّٰهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Dia (Maryam) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 48 (Madaniyyah=200A)
وَيُعَلِّمُهُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۚ
Dan Dia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil.
3- Menciptakan Burung dari Tanah:
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 49 dan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 110, Isa membentuk burung dari tanah liat, meniupnya, lalu menjadi burung hidup atas izin Allah.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 49 (Madaniyyah=200A)
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙاَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙفِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 110 (Madaniyyah=120A)
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِيْ عَلَيْكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ ۘاِذْ اَيَّدْتُّكَ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۚوَاِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ ۚوَاِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ بِاِذْنِيْ فَتَنْفُخُ فِيْهَا فَتَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِيْ وَتُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتٰى بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ كَفَفْتُ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَنْكَ اِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
Dan ingatlah ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
4- Menyembuhkan Orang Buta dan Kusta:
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 49 dan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 110, Isa menyembuhkan orang buta sejak lahir dan penderita penyakit kusta dengan izin Allah.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 49 (Madaniyyah=200A)
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙاَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙفِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 110 (Madaniyyah=120A)
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِيْ عَلَيْكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ ۘاِذْ اَيَّدْتُّكَ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۚوَاِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ ۚوَاِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ بِاِذْنِيْ فَتَنْفُخُ فِيْهَا فَتَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِيْ وَتُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتٰى بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ كَفَفْتُ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَنْكَ اِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
Dan ingatlah ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
5- Menghidupkan Orang Mati:
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 49 dan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 110, Isa menghidupkan orang mati atas izin Allah.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 49 (Madaniyyah=200A)
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙاَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙفِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 110 (Madaniyyah=120A)
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِيْ عَلَيْكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ ۘاِذْ اَيَّدْتُّكَ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۚوَاِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ ۚوَاِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ بِاِذْنِيْ فَتَنْفُخُ فِيْهَا فَتَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِيْ وَتُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتٰى بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ كَفَفْتُ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَنْكَ اِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
Dan ingatlah ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
6- Mengetahui Makanan yang Disimpan:
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 49, Isa memberitahukan apa yang dimakan dan disimpan seseorang di rumahnya sebagai tanda kenabiannya.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 49 (Madaniyyah=200A)
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙاَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙفِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.
7- Diturunkan Hidangan dari Langit:
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 112-115, atas permintaan para pengikutnya, Allah menurunkan hidangan dari langit sebagai tanda kekuasaan dan ujian keimanan.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 112-115 (Madaniyyah=120A)
اِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيْعُ رَبُّكَ اَنْ يُّنَزِّلَ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ ۗقَالَ اتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa yang setia berkata, “Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.”
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 113 (Madaniyyah=120A)
قَالُوْا نُرِيْدُ اَنْ نَّأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَىِٕنَّ قُلُوْبُنَا وَنَعْلَمَ اَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُوْنَ عَلَيْهَا مِنَ الشّٰهِدِيْنَ
Mereka berkata, “Kami ingin memakan hidangan itu agar tenteram hati kami dan agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan (hidangan itu).”
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 114 (Madaniyyah=120A)
قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 115 (Madaniyyah=120A)
قَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَاِنِّيْٓ اُعَذِّبُهٗ عَذَابًا لَّآ اُعَذِّبُهٗٓ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
Allah berfirman, “Sungguh, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, tetapi barangsiapa kafir di antaramu setelah (turun hidangan) itu, maka sungguh, Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia (seluruh alam).”
8- Di Anugerahi Kitab Injil
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 46 (Madaniyyah=120A)
وَقَفَّيْنَا عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ ۖواٰتَيْنٰهُ الْاِنْجِيْلَ فِيْهِ هُدًى وَّنُوْرٌۙ وَّمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِيْنَۗ
Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
10. Diangkat ke Langit oleh Allah SWT
Pada usia sekitar 33 tahun, Nabi Isa AS diangkat oleh Allah SWT ke langit (surga) untuk menyelamatkannya dari kaum yang zalim yang hendak menyalib beliau. Peristiwa ini merupakan bentuk penghormatan dan pelindungan dari Allah, sekaligus menunjukkan keistimewaan Nabi Isa AS.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'imron (3) Ayat 55 (Madaniyyah=200A)
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰٓى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
(Ingatlah), ketika Allah berfirman, “Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan.”
11. Tanda Datangnya Hari Kiamat
Nabi Isa AS akan turun ke bumi sebelum hari kiamat, menjadikannya salah satu tanda dekatnya kiamat.
Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zukhruf (43) Ayat 61 (Makkiyyah=89A)
وَاِنَّهٗ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

Setiap nabi pasti membawa mukjizat sebagai bukti kenabiannya. Tak terkecuali Nabi Isa as yang tekenal dengan salah satu mukjizatnya bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Dalam Tafsir Ath-Thobari, Ibnu ‘Abbas mengisahkan, pada suatu ketika orang-orang Hawari berkata kepada Nabi Isa bin Maryam, “Seandainya engkau mampu membangkitkan seorang laki-laki yang pernah menyaksikan bahtera Nabi Nuh, tentu ia bisa bercerita kepada kami tentangnya.” 
Kemudian, Nabi Isa as pun pergi bersama mereka hingga sampailah di sebuah gundukan tanah. Kemudian Nabi as mengambil segenggam tanah darinya, seraya berkata, “Apakah kalian tahu segenggam tanah ini?”
Mereka menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi menerangkan, “Ini adalah Ka‘ab Ham bin Nuh.
Sang Nabi as lantas memukul gundukan tanah tadi dengan tongkatnya, sambil berkata, “Bangunlah atas izin Allah!” Tiba-tiba Ham bin Nuh bangkit sambil menggoyang-goyangkan tanah yang ada di kepalanya yang sudah beruban.
Kemudian Nabi Isa bertanya kepadanya, “Apakah seperti itu keadaanmu saat meninggal?”
Ia menjawab, “Tidak. Saat meninggal dunia, justru aku masih muda. Namun, aku mengira sekarang ini Kiamat. Karenanya, aku sudah beruban.”
Nabi Isa lalu berkata lagi kepadanya, “Sekarang berceritalah engkau kepada kami tentang bahtera Nuh.”
Ham pun kemudian bercerita, “Panjangnya bahtera Nuh 1200 hasta dan lebarnya 600 hasta. Ia terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama berisi hewan peliharaan dan hewan liar, lantai kedua manusia, dan lantai ketiga burung. Tatkala kotoran hewan peliharaan sudah mulai banyak, Allah kemudian mengilhami Nuh untuk menggelitik ekor gajah. Setelah ia menggelitiknya, tiba-tiba keluar darinya seekor babi jantan dan babi betina. Sepasang babi itu kemudian menyapu bersih kotoran-kotoran tersebut. Tak lama kemudian, masalah lain datang. Beberapa ekor tikus muncul menggerogoti tali-tali kapal. Allah akhirnya kembali mengilhami Nuh as untuk memukul bagian di antara dua mata singa. Tiba-tiba keluar dari lubang hidungnya seekor kucing jantan dan kucing betina. Kedua kucing itulah yang memangsa tikus-tikus tersebut.
Isa as juga bertanya kepada Ham, “Bagaimana Nuh mengetahui negeri-negeri yang sudah tenggelam?”
Ham bin Nuh menjawab, “Beliau mengutus burung gagak untuk memberi kabar kepada dirinya. Sayangnya, dalam menjalankan tugas, gagak mendapati bangkai sehingga asyik memakannya. Nabi Nuh as berdoa agar gagak dihantui ketakutan. Akibat rasa takutnya itu, gagak tidak senang memiliki sarang.
Untuk menjalankan tugas yang sama, Nabi Nuh as kini mengutus burung merpati. Berbeda dengan gagak, merpati mengemban tugasnya dengan baik. Ia pulang membawa daun zaitun di paruhnya dan tanah liat di kedua kakinya. Dari dua benda itu, Nabi Nuh bisa mengetahui daerah mana saja yang masih terendam dan mana daerah yang kering.
Sebagai bentuk penghargaan, Nabi Nuh memberikan kalung warna kehijauan di leher merpati. Tak lupa ia mendoakan agar merpati menjadi burung yang jinak dan tidak membahayakan. Berkat doa Sang Nabi, merpati menjadi burung yang senang dengan kandang.”
Orang-orang Hawari berkata lagi kepada Isa, “Wahai utusan Allah, bisakah kita membawa Ham ini kepada keluarga kami, supaya bisa duduk dengan kami dan berbincang dengan kami?”
Nabi Isa menjawab, “Bagaimana bisa orang yang sudah tak diberi rezeki kehidupan bisa ikut kepada kalian?”
Kemudian, Nabi Isa berkata kepada Ham, “Kembalilah engkau atas izin Allah!” Saat itu pula, Ham kembali menjadi tanah. (Lihat: Tafsir ath-Thabari, juz XV, halaman 312).
Dari kisah di atas, dapat kita petik beberapa pelajaran:
1. Allah maha kuasa atas segala sesuatu, termasuk menghidupkan orang yang sudah mati di tangan Nabi Isa as di hadapan murid-muridnnya.
2. Kebangkitan orang yang sudah meninggal di tangan Nabi Isa as adalah gambaran nyata kebangkitan pada hari Kiamat.
3. Betapa besarnya bahtera Nabi Nuh. Memiliki tiga tingkat untuk menampung hewan peliharaan, manusia, dan burung. Panjangnya 1200 hasta (siku) dan lebarnya 600 hasta. Sungguh, peradaban luar biasa yang dicapai oleh Nabi Nuh di tengah keterbatasan yang ada pada zaman itu.
4. Akibat sikap tidak amanah, burung gagak didoakan Nabi Nuh as selalu merasa ketakutan. Buah dari ketakutannya, sampai-sampai ia tidak mau memiliki sarang. Demikian pula manusia. Siapa pun yang tidak jujur dan tidak menjaga amanah, tidak akan mendapat ketenangan hati.
5. Sebaliknya, burung merpati yang jujur dalam menjalankan tugas, didoakan oleh Nabi Nuh dan diberi kalung penghargaan berwarna hijau. Artinya, siapa pun yang bersikap jujur dalam menjalankan tugas, maka doa terbaik, penghargaan, serta pembalasan siap diterimanya.
6. Meski babi tercipta sebagai hewan kotor, tetapi Allah menyimpan hikmah dan manfaat untuk manusia di balik penciptaannya. Dengan kata lain, tidak ada yang sia-sia dalam ciptaan Allah. Termasuk hewan kotor dan najis sekalipun. Wallahu a’lam.👈👈
RUJUKAN TETANG MU'JIZAT NABI 'ISA A.S
  • Tafsir Ath-Thobari, juz XV, halaman 312
  • Sa’id bin Ali Al-Qohthoni, Al-Hikmah fid-Da‘wah Ilallah, [Al-Mamlakah Al-‘Arobiyah: Wizarotus-Syu’un al-Islamiyah], 1423 H, jilid II, halaman 423
  • Al-Mamlakah Al-‘Arabiyah: Wizaratus-Syu’un al-Islamiyah], 1423 H, jilid 2, halaman 423
  • Tafsir Muqotil bin Sulaiman, jilid I, halaman 277
  • Sa’id bin Ali Al-Qohthoni, Al-Hikmah fid-Da‘wah Ilallah
Pengharaman Hukum Babi:
  1. Status Hukum Babi: Al-Qur'an secara eksplisit dan berulang kali menyatakan bahwa daging babi (dan seluruh bagian tubuhnya) adalah haram atau dilarang untuk dikonsumsi umat Muslim. Ayat-ayat yang relevan antara lain Surah Al-Baqarah ayat 173, Al-Maidah ayat 3, An-Nahl ayat 115, dan Al-An'am ayat 145.
  2. Hikmah Diharamkannya: Para ulama dan kitab fikih menjelaskan alasan diharamkannya babi, yang mencakup aspek kesehatan (mengandung cacing pita, bakteri, dan lemak sulit cerna) serta aspek kebersihan dan perilaku hewan itu sendiri (karena babi dianggap hewan yang kotor dan menjijikkan).
  3. Tujuan Penciptaan: Eksistensi babi di bumi, sama seperti makhluk lain, dipahami sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT untuk tujuan tertentu, termasuk sebagai ujian keimanan bagi manusia. 
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 173 (Madaniyyah=286A)
اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 3 (Madaniyyah=120A)
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 115 (Makkiyyah=128A)
اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah, tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-An'am (6) Ayat 145 (Makkiyyah=165A)
قُلْ لَّآ اَجِدُ فِيْ مَآ اُوْحِيَ اِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلٰى طَاعِمٍ يَّطْعَمُهٗٓ اِلَّآ اَنْ يَّكُوْنَ مَيْتَةً اَوْ دَمًا مَّسْفُوْحًا اَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَاِنَّهٗ رِجْسٌ اَوْ فِسْقًا اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَاِنَّ رَبَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi – karena semua itu kotor – atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat) maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Firman Allah swt :
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Maidah (5) Ayat 60 (Madaniyyah=120A)
قُلْ هَلْ اُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّنْ ذٰلِكَ مَثُوْبَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗمَنْ لَّعَنَهُ اللّٰهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيْرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوْتَۗ اُولٰۤىِٕكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضَلُّ عَنْ سَوَاۤءِ السَّبِيْلِ
Katakanlah (Muhammad), “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Thoghut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
Dalam ayat di atas dikatakan bahwa orang-orang yang membangkang perintah Allah untuk menjalani perintah beribadah bersama-sama di hari sabat dikutuk menjadi kera dan babi, dengan demikian hikmah di balik penciptaan babi adalah sebagai peringatan agar setiap saat kemurkaan dan pembalasan Allah dapat terwujudkan meski tanpa harus menunggu datangnya hari pembalasan.
- Tafsiir an-Naisabuur III/144 :
المراد مسخهم قردة وخنازير بل هذا الجواب أولى ليكون الاحتجاج عليهم بشيء قد دخل في الوجوه فلا يمكنهم الإنكار
- Miftaah ad-Daar as-Sa’aadah I/254 :
وتأمل حكمته تعالى في مسخ من مسخ من الامم في صور مختلفة مناسبة لتلك الجرائم فإنها لما مسخت قلوبهم وصارت على قلوب تلك الحيوانات وطباعها اقتضت الحكمة البالغة ان جعلت صورهم على صورها لتتم المناسبة ويكمل الشبه وهذا غاية الحكمة واعتبر هذا بمن مسخوا قردة وخنازير كيف غلبت عليهم صفات هذه الحيواات واخلاقها وأعمالها
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA
ِوَاللهُ اَعْلَمُ بِمُرَادِه
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

0 komentar:

Posting Komentar