Sabtu, 05 Juli 2025

DALIL TANTANGAN AL-QUR'AN KARIM

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ
DALIL TANTANGAN AL-QUR'AN KARIM👌
Al-Qur'anul Karim Surat Al-A'rof (7) Ayat 157-158 (Makkiyyah=206A)
اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهٗٓ ۙاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung.
قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ۨالَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 23-24 (Madaniyyah=286A)
وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ
Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anfal (8) Ayat 31 (Madaniyyah=75A)
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا قَالُوْا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاۤءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هٰذَآ ۙاِنْ هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”
Al-Qur'anul Karim Surat Yunus (10) Ayat 37-38 (Makkiyyah=109A)
وَمَا كَانَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ اَنْ يُّفْتَرٰى مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ الْكِتٰبِ لَا رَيْبَ فِيْهِ مِنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Dan tidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi (Al-Qur'an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam.
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۗ قُلْ فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? Katakanlah, “Buatlah sebuah surah yang semisal dengan surah (Al-Qur'an), dan ajaklah siapa saja di antara kamu orang yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
Al-Qur'anul Karim Surat Hud (11) Ayat 13-14 (Makkiyyah=123A)
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۗقُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ مُفْتَرَيٰتٍ وَّادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Bahkan mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur'an itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur'an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
فَاِلَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَكُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اُنْزِلَ بِعِلْمِ اللّٰهِ وَاَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚفَهَلْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu, maka (katakanlah), “Ketahuilah, bahwa (Al-Qur'an) itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (masuk Islam)?”
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Isro (17) Ayat 88 (Makkiyyah=111A)
قُلْ لَّىِٕنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا
Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.”
Al-Qur'anul Karim Surat Ath-Thur (52) Ayat 33-34 (Makkiyyah=49A)
اَمْ يَقُوْلُوْنَ تَقَوَّلَهٗۚ بَلْ لَّا يُؤْمِنُوْنَۚ
Ataukah mereka berkata, “Dia (Muhammad) mereka-rekanya.” Tidak! Merekalah yang tidak beriman.
فَلْيَأْتُوْا بِحَدِيْثٍ مِّثْلِهٖٓ اِنْ كَانُوْا صٰدِقِيْنَۗ
Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al-Qur'an) jika mereka orang-orang yang benar.
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhâri, no. 4981 = Shohih
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ « مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِىٌّ إِلاَّ أُعْطِىَ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِى أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللهُ إِلَىَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَة
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satu nabi-pun dari semua nabi-nabi kecuali telah diberi sesuatu (tanda kebenaran/mu’jizat) yang menyebabkan manusia beriman kepadanya. Dan yang telah diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allâh wahyukan kepadaku. Maka aku berharap menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat”.
Musailamah Al-Kadzdzab
Musailamah bin Habib atau dikenal juga dengan nama Musailamah al-Kaddzab (Musailamah sang Pembohong) adalah seorang yang mengaku sebagai nabi pada zaman Nabi Muhammad melakukan dakwah di jazirah Arab. Dalam kitab Ajaib wa Tharaif Abra at-Taarikh, karya Hasan Ramadhan, disebutkan riwayat bahwa Amru bin Ash pernah mengirim utusan untuk memanggil Musailamah pada masa jahiliyahnya. Saat itu, terjadilah dialog antara Amru bin Ash dan Musailamah.
“Apa yang telah diturunkan kepada temanmu pada waktu ini?” Tanya Musailamah.
“Telah diturunkan kepadanya suatu surat yang ringkas namun mendalam,” jawab Amru. “Surat apa itu?” Tanya Musailamah.
“Telah diturunkan kepadanya:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 
‘Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Al-’Ashr: 1-3),” jawab Amru. Musailamah berpikir sejenak, kemudian mengangkat kepalanya,
“Aku juga telah mendapat surat yang sejenis.”
“Apa itu?” tanya Amru.
Musailamah pun berkata:
يا وَبَرُ يا وبَرُ، إنّمَا أنتَ إيْرَادٌ وَصَدَرٌ، وسَائِرُكَ نَفْرٌ نَقْرٌ
“Wahai bulu, wahai bulu,  sesungguhnya kamu hanyalan sebutan dan muncul,  sedangkan keseluruhanmu adalah lubang.”
Kemudian Musailamah bertanya, “Bagaimana menurutmu wahai Amru?”
Amru berkata, “Demi Allah, sesungguhnya kamu sendiri tahu bahwa sesungguhnya aku mengetahui kalau kamu berdusta.”
Para ulama ahli sejarah menyebutkan bahwa Musailamah sering meniru-niru Nabi. Ketika mendengar bahwa Nabi pernah meludah ke sebuah sumur lalu airnya menjadi melimpah, Musailamah pun melakukan hal yang sama. Namun, air sumur itu justru mengering. Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa airnya malah menjadi asin tidak dapat diminum). Ia juga pernah berwudhu lalu menyiramkan air wudhunya pada sebatang pohon kurma dan pohon itu pun mati. Ia pernah mendatangkan anak-anak untuk diberkatinya. Ia pun mengusap kepala-kepala mereka. Karena hal itu, di antara mereka ada yang malah botak kepalanya dan ada pula yang cadel lidahnya. Ia juga pernah mendoakan seorang laki-laki yang menderita penyakit mata. Ia usap kedua mata lelaki itu, namun ia malah menjadi buta.
Dan berikut ini beberapa surat dan ayat palsu bikinan Musailamah yang terekam dalam beberapa literatur: 
Surat al-Fil (سورة الفيل), yang berarti gajah.
الفيلُ مَا الفيل, وما أدْراكَ مَالفِيل, له دنب وَبِيل وخُرطُوم طَويلٌ, وإنَّ ذلك مِن خَلق رَبنا لقَليلٌ
Surat ad-Difda’ (سورة الضفدع), yang berarti kodok.
يا ضِفداَعة بنت الضفدعين، نَقِي لَكُمْ تنقين، نصفك في الماء ونِصفُك فِي الطين، لا الماء تكدرين، ولا الشراب تمنعين
Surat as-Syams (سورة الشمس), yang berarti matahari
والشمس وضحاها، في ضوءها ومجلاها، والليل إذا عدّاها، يطلبها ليغشاها، أدركها حتى أتاها، واطفأ نورها فحماها
Surat at-Thahinat (سورة الطاحنات)
والطاحنات طحنا، والعاجنات عجنا، والخابزات خبزا، والثاردات ثردا، واللاقمات لقما، اهالة وسمنا، لقد فضلتم على أهل الوبر، وما سبقكم أهل المدر، ريفكم فامنعوه، والمقبر فآووه، والباغي فناوئوه
Surat as-Syat (سورة الشاة), yang berarti kambing.
والشاة وألبانها، وأعجبها السود وألبانها، والشاة السوداء، واللبن الأبيض، انه لعجب محض، وقد حرم المدق فما لكم لا تمعجون
Surat al-Jamahir (سورة الجماهير)
انا أعطيناك الجماهر، فصل لربك وجاهر ، إن شَانئك هُو الكافر
Ayat Tentang Kodok
Merupakan surat tandingan yang membahas mengenai hewan.
Bunyi Arab:
يَا ضِفْدَعُ بِنْتَ ضِفْدَعَيْنِ، نَقِّي مَا تَنَقِّينَ، لَا الْمَاءَ تُكَدِّرِينَ، وَلَا الشَّارِبَ تَمْنَعِينَ، رَأْسُكِ فِي الْمَاءِ وَوَسَطُكِ فِي الطِّينِ
Wahai katak, anak dari dua katak, berdoalah semaumu. Kamu tidak akan bisa mengeruhkan air, dan tidak pula bisa menghalangi orang yang minum. Kepalamu berada di dalam air dan bagian tengahmu berada di tanah liat
يَا ضِفْدَعُ بِنْتَ ضِفْدَعَيْنِ، نَقِّيْ مَا تَنِقِّيْنَ، أَعْلاَكِ فِى الْمَاءِ وَاَسْفَلَكِ فِى الطِّيْنِ
“Hai katak anak dari dua katak, berkuaklah sesukamu, bahagian atas engkau di air dan bahagian bawah engkau di tanah”.
Ayat Tentang Perempuan Pembuat Roti
Teks ini diciptakan untuk menyaingi gaya bahasa sumpah dalam Al-Qur'an.
Bunyi Arab:
فَالْحَاسِدَاتِ حَصْدًا، فَالذَّارِيَاتِ قَمْحًا، فَالْأَكِلَاتِ أَكْلًا، فَالْخَابِزَاتِ خَبْزًا، فَاثَّارِدَاتِ ثَرْدًا
Demi perempuan-perempuan yang memanen dengan cara memanen, demi perempuan-perempuan yang menabur gandum, demi perempuan-perempuan yang makan dengan lahap, demi perempuan-perempuan yang membuat roti, demi perempuan-perempuan yang membuat adonan roti (tsarid)
أَلَمْ تَرَ إِلَى ربِّك كَيْفَ فَعَلَ بِالْحُبْلَى؟ أَخْرَجَ مِنْهَا نَسَمَةً تَسْعَى، مِنْ بَيْنِ صِفَاقٍ وَحَشَا
“Tidakkah kamu melihat, betapa Tuhanmu membuat perempuan mengandung? Ia mengeluarkan darinya jiwa yang berjalan. Keluarnya diantara kulit perut sebelah bawah dan kulit bawah sebelah atas.”
إِنَّ اللّهَ خلق للنساء أَفْرَاجَا، وَجَعَلَ الرِّجَالَ لَهُنَّ أَزْوَاجًا، فَنُولِجُ فِيهِنَّ قُعْسًا إِيلَاجًا، ثُمَّ نُخْرِجُهَا إِذَا نَشَاءُ إِخْرَاجًا، فَيُنْتِجْنَ لَنَا سِخَالًا إِنتاجاًا
“Sesungguhnya Allah telah menciptakan perempuan berpuak-puak. Dan menciptakan laki-laki sebagai pasangan mereka. Maka kami memasukkan (kedalam kemaluan) mereka sambil berkedik dengan benar-benar memasukkan. Kemudian kami keluarkan di saat yang kami kehendaki. Lalu berbuahlah mereka untuk kami beberapa buah.”
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA
ِوَاللهُ اَعْلَمُ بِمُرَادِه
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

0 komentar:

Posting Komentar