Rabu, 30 Juli 2025

DALIL MENGHAFAL AL-QUR'AN

Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qomar (54) Ayat 17

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qomar (54) Ayat 22
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qomar (54) Ayat 32
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qomar (54) Ayat 40
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qomar (15) Ayat 9
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”
Al-Qur'anul Karim Surat Yunus (10) Ayat 57
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Isro (17) Ayat 9
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ
Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,
Al-Qur'anul Karim Surat Qof (50) Ayat 37
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِمَنْ كَانَ لَهٗ قَلْبٌ اَوْ اَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيْدٌ
Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.
Al-Qur'anul Karim Surat Yaasin (36) Ayat 69-70
وَمَا عَلَّمْنٰهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهٗ ۗاِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْاٰنٌ مُّبِيْنٌ ۙ
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,69
لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.70
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ankabut (29) Ayat 49
بَلْ هُوَ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ فِيْ صُدُوْرِ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَۗ وَمَا يَجْحَدُ بِاٰيٰتِنَآ اِلَّا الظّٰلِمُوْنَ
Sebenarnya, (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 102-103
قُلْ نَزَّلَهٗ رُوْحُ الْقُدُسِ مِنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ
Katakanlah, “Ruhulkuddus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri (kepada Allah).”202
وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ اِنَّمَا يُعَلِّمُهٗ بَشَرٌۗ لِسَانُ الَّذِيْ يُلْحِدُوْنَ اِلَيْهِ اَعْجَمِيٌّ وَّهٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِيْنٌ
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, “Sesungguhnya Al-Qur'an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).” Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa ‘Ajam, padahal ini (Al-Qur'an) adalah dalam bahasa Arab yang jelas.203
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anfal(8) Ayat 2
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,
Al-Qur'anul Karim Surat Shod(38) Ayat 29
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ
Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
Al-Qur'anul Karim Surat Muhammad(47) Ayat 24
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا
Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci?
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh(2) Ayat 121
اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَتْلُوْنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.
HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 2436
Ali bin Abi Tholib R.A berkata, Rosulullah S.A.W bersabda,
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَاسْتَظْهَرَهُ، ‌وَحَفِظَهُ ‌أَدْخَلَهُ ‌اللَّهُ ‌الْجَنَّةَ، وَشَفَّعَهُ فِيْ عَشْرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ وَجَبَتْ لَهُمْ النَّارَ
“Barang siapa membaca Al-Qur'an lalu mempelajarinya dan menghafalkannya, Allah akan memasukkannya ke dalam Surga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah ditetapkan untuk masuk neraka.”
Dr. Abdul ‘Aly Abdul Hamid Hamid, muhaqqiq kitab Syu’abul Iman, menilai sanad hadits tersebut dhaif.
HR. Al-Bukhori no. 4653
Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha, dari Nabi S.A.W,beliau bersabda,

مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ
“Orang yang membaca Al-Qur'an sementara ia telah menghafalnya, maka ia bersama para Malaikat yang baik dan mulia.”
HR. At-Tirmidzi no. 2913, ia berkata: hadits ini hasan shahih
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu’ disebutkan,

إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ
“Orang yang jiwanya tidak terisi dengan Al-Qur'an sedikit pun, seperti rumah yang hampir runtuh.”
HR. At-Tirmidzi no. 2876, ia berkata: hadits ini hasan
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَاقْرَءُوهُ فَإِنَّ مَثَلَ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوحُ رِيحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَمَثَلُ مَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ وُكِئَ عَلَى مِسْكٍ
“Pelajarilah Al-Qur'an dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al-Qur'an dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur, dan dalam dirinya terdapat hafalan Al-Qur'an adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambung dengan minyak misik.”
HR. At-Tirmidzi no. 2915, ia berkata: hadits ini hasan shohih
Dari Abu Huroirah R.A, Rosulullah S.A.W bersabda,

يَجِيءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ حَلِّهِ، فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ زِدْهُ، فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ، فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ: اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً
“Penghafal Al-Qur'an akan datang pada hari Kiamat, kemudian Al-Qur'an berkata,‘Wahai Robbku, bebaskanlah dia.’ Kemudian orang itu dipakaikan mahkota kehormatan. Al-Qur'an kembali meminta,‘Wahai Robbku, tambahkanlah.’ Maka orang itu dipakaikan jubah kehormatan. Kemudian Al-Qur'an memohon lagi,‘Wahai Robbku, ridhailah dia.’ Maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu,‘Bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat Surga),’ dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.”
HR. Ahmad no. 22441) Nuruddin al-Haitsami berkata: Rijal dalam hadits tersebut adalah rijal sahih. (Majma’ az-Zawa’id, al-Haitsami, 7/159
Dari Buroidah Al-Aslami R.A, ia berkata, ia mendengar Rasulullah S.A.W bersabda,

وَإِنَّ الْقُرْآنَ يَلْقَى صَاحِبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يَنْشَقُّ عَنْهُ قَبْرُهُ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ فَيَقُولُ لَهُ: هَلْ تَعْرِفُنِي؟ فَيَقُولُ: مَا أَعْرِفُكَ. فَيَقُولُ لَهُ: هَلْ تَعْرِفُنِي؟ فَيَقُولُ: مَا أَعْرِفُكَ؟ فَيَقُولُ: أَنَا صَاحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِي أَظْمَأْتُكَ فِي الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ. فَيُعْطَى الْمُلْكَ بِيَمِينِهِ وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا يُقَوَّمُ لَهُمَا أَهْلُ الدُّنْيَا، فَيَقُولَانِ: بِمَ كُسِينَا هَذِهِ؟ فَيُقَالُ: بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ. ثُمَّ يُقَالُ لَهُ: اقْرَأْ وَاصْعَدْ فِي دَرَجَةِ الْجَنَّةِ وَغُرَفِهَ
“Pada hari Kiamat nanti, Al-Qur'an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al-Qur'an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya,‘Apakah Anda mengenalku?’
Penghafal tadi menjawab,‘Saya tidak mengenalmu.’
Al-Qur'an berkata,‘Saya adalah kawanmu, Al-Qur'an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak bisa tidur di malam hari. Setiap pedagang akan memperoleh keuntungan dari dagangannya dan kamu pada hari ini memperoleh keuntungan dari semua dagangan.’
Penghafal Al-Qur'an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan kekekalan di tangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia seluruhnya.
Kedua orang tua itu bertanya,‘Kenapa kami diberi pakaian seperti ini?’
Kemudian dijawab,‘Karena anakmu hafal Al-Qur'an.’
Kepada penghafal al-Quran tadi diperintahkan,‘Bacalah dan naiklah ke tingkat-tingkat Surga dan kamar-kamarnya’.”
HR. Al-Hakim no. 2132, ia berkata: hadits ini sahih berdasarkan syarat Imam Muslim
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْءُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ، وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا تُقَوَّمُ بِهِمَا الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ: بِمَا كُسِيْنَا هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ
“Siapa yang membaca al-Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya,‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab,‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari al-Quran’.”
HR. Al-Hakim no. 2132, ia berkata: hadits ini sahih berdasarkan syarat Imam Muslim
Dari Buraidah al-Aslami, ia berkata, Rasulullah bersabda,

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْءُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ، وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا تُقَوَّمُ بِهِمَا الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ: بِمَا كُسِيْنَا هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ
“Siapa yang membaca al-Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya,‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab,‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari al-Quran’.”
HR. Ibnu Majah no. 215
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنْ النَّاسِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ؛ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
“Sungguh Allah memiliki keluarga yang terdiri dari manusia.”
“Ya Rasulullah, siapakah mereka?” Tanya seorang sahabat.
Rasul menjawab,
“Mereka ialah Ahlul Quran (orang yang membaca, menghafalkan, dan mengamalkan al-Quran). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang istimewa bagi Allah.”
Abu al-Hasan al-Hanafi atau yang dikenal dengan as-Sindi berkata, dalam kitab az-Zawaid disebutkan bahwa sanad hadits ini sahih. (Hasyiyah as-Sindi ‘ala Ibni Majah, as-Sindi, 1/93)
HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir no. 2899
Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
حَمَلَةُ الْقُرْآنِ عُرَفَاءُ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Para pembaca al-Quran adalah orang-orang arif di antara penduduk Surga.”
Al-Haitsami berkata: Dalam hadits tersebut terdapat Ishaq bin Ibramim bin Said al-Madini, ia dhaif. (Majma’ az-Zawaid, al-Haitsami, 7/161)
HR. Abu Dawud no. 4843. Dinilai sahih oleh Syekh al-Albani
إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ: إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ، وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِي فِيهِ وَالْجَافِي عَنْهُ، وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ
“Termasuk perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati muslim yang sudah tua, hafiz al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan al-Quran tidak diamalkan, serta penguasa yang adil.”
At-Tibyan, Imam an-Nawawi, 20
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى ‌لَا ‌يُعَذِّبَ ‌قَلْبًا ‌وَعَى ‌القُرْآنَ وَإِنَّ هَذَا القُرْآنَ مَأْدُبَةُ اللهِ فَمَنْ دَخَلَ فِيْهِ فَهُوَ آمِنٌ وَمَنْ أَحَبَّ الْقُرْآنَ فَلْيُبْشِرْ
“Bacalah al-Quran, karena Allah ta’ala tidak menyiksa orang yang hatinya menghayati al-Quran. Al-Quran adalah perjamuan Allah, siapa yang menghadirinya ia akan aman. Dan barang siapa yang mencintai al-Quran, hendaknya ia bergembira.”
Hadits di atas tidak berasal dari satu atsar, ia berasal dari tiga atsar yang berbeda. Kalimat pertama adalah hadits mauquf dari Abu Umamah, Ibnu Hajar rahimahullah menilai sahih sanad hadist tersebut (Fathul Bari, Ibnu Hajar, 8/698).
Kalimat kedua (HR. Ad-Darimi no. 3365) dan ketiga (HR. Ad-Darimi no. 3367) adalah hadits mauquf dari Ibnu Mas’ud. Muhaqqiq kitab Musnad ad-Darimi, cet. Darul Mughni, menilai sahih sanad kedua hadits tersebut (Musnad ad-Darimi, ad-Darimi, 4/2093).
Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لَوْ أَنَّ الْقُرْآنَ جُعِلَ فِي إِهَابٍ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ مَا احْتَرَقَ
“Andai al-Quran dihimpun dalam satu kulit kemudian dilemparkan ke neraka, niscaya ia tidak akan terbakar.” (HR. Ahmad no. 16914. Dinilai hasan oleh al-Albani dalam silsilah ash-shahihah no. 3562)
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ
“Orang yang mengimami shalat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca (hafal) al-Quran.” (HR. Muslim no. 673)
Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْمَعُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ مِنْ قَتْلَى أُحُدٍ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ. ثُمَّ يَقُولُ: أَيُّهُمْ أَكْثَرُ أَخْذًا لِلْقُرْآنِ؟ فَإِذَا أُشِيرَ لَهُ إِلَى أَحَدِهِمَا قَدَّمَهُ فِي اللَّحْدِ
“Rasulullah pernah menyatukan dua orang dari orang-orang yang gugur dalam Perang Uhud dalam satu pakaian (kafan), kemudian Nabi bertanya, ‘Dari mereka berdua siapakah yang paling banyak hafal al-Quran?’ Apabila ada orang yang bisa menunjukkan kepada salah satunya, Nabi memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.” (HR. Al-Bukhari no. 1278)
Uqbah bin Amir al-Juhani radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّكُمْ لَنْ تَرْجِعُوا إِلَى اللَّهِ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ شَيْءٍ خَرَجَ مِنْهُ يَعْنِي الْقُرْآنَ
“Sungguh kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling Ia cintai dari sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu al-Quran.”(HR. Al-Hakim no. 3703, ia berkata: sanad hadits ini sahih)
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عَدَدُ دَرَجِ الْجَنَّةِ عَدَدُ آيِ الْقُرْآنِ فَمَنْ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ فَلَيْسَ فَوْقَهُ دَرَجَةٌ
“Tingkatan-tingkatan surga sejumlah bilangan ayat-ayat al-Quran. Maka penghuni surga dari kalangan ahli Quran adalah penghuni tingkatan teratas, di mana tidak ada lagi tingkatan surga setelahnya.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abi Iman no.1998. Al-Hakim berkata: sanad hadits ini sahih, tetapi ia syadz)
Dalam hadits lain, Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan,
إِنَّ عَدَدَ دَرَجِ الْجَنَّةِ عَدَدُ آيِ الْقُرْآنِ ‌فَمَنْ ‌دَخَلَ ‌الْجَنّةَ ‌مِمَّنْ ‌قَرَأَ القُرْآن لمْ يَكُنْ فَوْقَهُ أحَدٌ
“Tingkatan-tingkatan surga sejumlah bilangan ayat-ayat al-Quran. Maka penghuni surga dari kalangan pembaca al-Quran adalah penghuni tingkatan surga tertinggi, tidak ada penghuni surga di atasnya.” (Al-Jami’ ash-Shaghir, as-Suyuthi, 4690—Maktabah asy-Syamilah)
Syaikh al-‘Azizi menilai hadist di atas derajatnya sahih. (As-Siraj al-Munir Syarah al-Jami ash-Shaghir, al-‘Azizi, 2/98)
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela dan melaknat orang-orang Khawarij, padahal banyak di antara mereka yang menghafal dan banyak membaca al-Qur’an, tapi mereka tidak memahaminya dan tidak mengambil manfaat dari petunjuknya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ
Mereka (orang-orang Khawarij) pandai membaca (menghafal) al-Qur’an tapi tidak melampaui tenggorokan mereka.
Inilah makna ucapan dari salah seorang ulama Salaf yang berkata, “Terkadang ada orang yang (pandai) membaca al-Qur’an, tapi al-Qur’an (justru) melaknat dirinya”.
sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
مَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَلَا طَعْمَ لَهَا
Perumpamaan orang munafik yang membaca al-Qur’an adalah seperti (tumbuhan) raihanah, baunya harum tetapi rasanya pahit.

https://islamqa.info/id/answers/14035/keutamaan-penghafal-al-quran-di-dunia-dan-akhirat

https://almanhaj.or.id/82410-keutamaan-membaca-dan-menghapal-al-quran-2.html

0 komentar:

Posting Komentar