Jumat, 26 September 2025

KATA ALLAH

Salah satu guru kita yaitu Syaekh Muhammad Fuad Abdul Baqi dalam bukunya Mu’jamul Mufahros li Alfadhil Qur’anil Karim beliau telah mambantu kita untuk mengklasifikasi dan mengkalkulasi lafadh “Allah” dalam Al-Qur’anul Karim. Beliau membaginya dalam tiga variasi:

Pertama: lafadh “Allah” yang huruf akhirnya berharakat dlommah (rofa’), teradapat sebanyak 980 lafadh, contohnya:
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2): Ayat 7
خَتَمَ ٱللّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَٰرِهِمۡ غِشَٰوَةٞۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ
“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”
Kedua, lafaz “Allah” yang huruf akhirnya berharakat fathah (nashab), ditemui sebanyak 592 lafazh. Misalnya:
(QS. al-Baqarah [2]: 9).
يُخَٰدِعُونَ ٱللّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ
“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.”
Ketiga, klasifikasi terakhir, ditemukan ada 1125 lafaz “Allah” yang huruf akhirnya berharakat kasrah (khafadh), salah satu contohnya adalah:
(QS. al-Fatihah [1]: 2).
ٱلۡحَمۡدُ لِلّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Selain yang dikemukakan di atas, masih terdapat lima buah lagi lafaz “Allah” yang berbentuk seruan dan termuat dalam ayat-ayat doa, yakni:
QS. ali Imran [3]: 26,
al-Maidah [5]: 114,
al-Anfal [8]: 32,
Yunus [10]: 10,
al-Zumar [39]: 46.
(QS. al-Maidah [5]: 114).
قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ ٱللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلۡ عَلَيۡنَا مَآئِدَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدٗا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةٗ مِّنكَۖ وَٱرۡزُقۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”.
Meski kuantitas lafaz “Allah” dalam Al-Qur’an sangat banyak, tetapi tidak semua surah-surah dalam Al-Qur’an yang berjumlah 114 surah itu terdapat lafazh ini. Ada 29 surah yang sama sekali tidak terdapat lafaz “Allah”, yaitu: surah Qaf, al-Qamar, al-Rahman, al-Waqiah, al-Qalam, al-Qiyamah, al-Mursalat, al-Naba’, Abasa, al-Muthaffifin, al-Thariq, al-Fajr, al-Balad, al-Lail, al-Dhuha, al-Insyirah, al-Qadar, al-Zalzalah, al-Qariah, al-Takatsur, al-Ashr, al-Fil, Quraisy, al-Maun, al-Kautsar, al-Kafirun, al-Lahab, al-Falaq, dan al-Nas. Sedangkan 85 surah lainnya dipastikan akan kerap dan mudah menemukan lafazh “Allah”. Dari uraian di atas, lafaz “Allah” dapat dirincikan: variasi pertama 980, variasi kedua 592, variasi ketiga 1125, kemudian ditambah 5 lafazh dalam bentuk seruan, maka total jumlahnya 2702. Dengan demikian, tidak perlu lagi ada alasan dan keragu-raguan untuk menyebutkan tentang jumlah lafazh “Allah” dalam Al-Qur’an.
Dari kitab Al-Mandzumatul Adadiyah Fil Qur’anil Adhim
Al-Qur’an adalah jamuan dari ALLOH, maka terimalah jamuan itu dengan semampu kalian.
Begitulah Kanjeng Nabi bersabda:
إن هذا القرآن مأدبة الله فاقبلوا من مأدبته ما استطعتم
Orang islam membaca Al-Qur’an, kemudian ALLOH memancarkan cahayanya sehingga Al-Qur’an menjadi penerang dan menjadi obat.
قل هو للذين آمنوا هدى وشفاء.
Orang yang tidak beriman membaca Al-Qur’an, tetapi didasari dengan pandangan berupa tidak percaya dan ingkar terhadap Al-Qur’an, sehingga mereka hanya mendapatkan kesesatan dan buta terhadap petunjuknya.
والذين لا يؤمنون في آذانهم وقر وهو عليهم عمى.
Sudah buta dan tuli, masih ditambahi dengan:
أولئك ينادون من مكان بعيد
mereka diseru dari tempat yang jauh.
صم بكم عمي فهم لا يعقلون.
Kata ALLOH (الله) disebutkan 2.699 (dua ribu enam ratus sembilan puluh sembilan) kali dalam Al-Qur’an.
Angka berdigit empat itu tidak bisa dibagi, sebagaimana ALLOH dzatnya esa dan tidak bisa dibagi.
2.699 : 2 = 1.349,5.
2.699 : 3 = 899,666666667.
2.699 : 4 = 674,75.
2.699 : 5 = 539,8.
2.699 : 6 = 449,83333.
2.699 : 7 = 385,571428571.
2.699 : 8 = 337,375.
2.699 : 9 = 299,888888889.
Empat digit itu hanya bisa dibagi habis dengan angka satu dan angka itu sendiri.
2.699 : 2.699 = 1.
2.699 : 1 = 2.699.
(Dari kitab Al-Mandzumat Al-Adadiyah Fil Qur’an Al-Adzim).
Hal itu seperti disebutkan dalam surat Al-Ikhlas.
قل هو الله أحد
Lafadz Ahad bila dihitung dengan metode abjad berjumlah 13, dengan perincian berikut:
أحد
Alif+Ha’+Dal= 1+8+4=13.
Angka 13 (tiga belas) juga tidak bisa dibagi, kecuali dengan angka itu dan angka satu.
13 : 1 = 13.
13 : 2 = 6,5.
13 : 3 = 4,333.
13 : 4 = 3,25.
13 : 5 = 2,6.
13 : 6 = 2,16666666667.
13 : 7 = 1,85714285714.
13 : 8 = 1,625.
13 : 9 = 1,4444444444.
13 : 10 = 1,3.
13 : 11 = 1,18181818.
13 : 12 = 1,083333.
13 : 13 = 1.
Jumlah surat dalam Al-Qur’an adalah 114 surat. Setengah pertama jumlah surat dalam Al-Qur’an diakhiri dengan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hadid (57): 29 Ayat
BERTASBIH KEPADA ALLAH SWT DI SETIAP SAAT DAN SEBAB-SEBABNYA
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hadid (57): Ayat 1-6
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.1
لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.2
هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.3
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.4
لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.5
يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِۗ وَهُوَ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.6
dan setengah kedua jumlah surat dalam Al-Qur’an diawali dengan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mujadalah (58): 22 Ayat
ZHIHAAR DAN KAFARATNYA
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mujadalah (58): Ayat 1-4
قَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا وَتَشْتَكِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۖوَاللّٰهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَاۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ
Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.1
اَلَّذِيْنَ يُظٰهِرُوْنَ مِنْكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕهِمْ مَّا هُنَّ اُمَّهٰتِهِمْۗ اِنْ اُمَّهٰتُهُمْ اِلَّا الّٰۤـِٔيْ وَلَدْنَهُمْۗ وَاِنَّهُمْ لَيَقُوْلُوْنَ مُنْكَرًا مِّنَ الْقَوْلِ وَزُوْرًاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ
Orang-orang di antara kamu yang menzihar istrinya, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) istri mereka itu bukanlah ibunya. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkannya. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.2
وَالَّذِيْنَ يُظٰهِرُوْنَ مِنْ نِّسَاۤىِٕهِمْ ثُمَّ يَعُوْدُوْنَ لِمَا قَالُوْا فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّتَمَاۤسَّاۗ ذٰلِكُمْ تُوْعَظُوْنَ بِهٖۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Dan mereka yang menzihar istrinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.3
فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّتَمَاۤسَّاۗ فَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ فَاِطْعَامُ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًاۗ ذٰلِكَ لِتُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗوَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang sangat pedih.4
Jumlah huruf dalam Al-Qur’an adalah 340.740 ayat, dan huruf yang tepat berada di tengah-tengah Al-Qur’an adalah huruf fa’ (ف) pada lafal (وَلْيَتَلَطَّفْ)
KISAH ASHABUL KAHFI
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Kahfi (18): Ayat 19
وَكَذٰلِكَ بَعَثْنٰهُمْ لِيَتَسَاۤءَلُوْا بَيْنَهُمْۗ قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْۗ قَالُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍۗ قَالُوْا رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْۗ فَابْعَثُوْٓا اَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هٰذِهٖٓ اِلَى الْمَدِيْنَةِ فَلْيَنْظُرْ اَيُّهَآ اَزْكٰى طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ اَحَدًا
Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?” Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi), “Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun.
https://ia904603.us.archive.org/8/items/terjemah-tafsir-al-munir-mktbhazzaen/Terjemah%20Tafsir%20Al%20Munir%20-%208.pdf Halaman 222
Surat terpendek dalam Al-Qur’an adalah
KARUNIA-KARUNIA YANG DIANUGERAHKAN KEPADA NABI SAW.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Kautsar (108): Ayat 1-3
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
https://ia904603.us.archive.org/8/items/terjemah-tafsir-al-munir-mktbhazzaen/Terjemah%20Tafsir%20Al%20Munir%20-%2015.pdf Halaman 710
dan yang terpanjang adalah Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2): 286 Ayat.
Ayat terpendek dalam Al-Qur’an adalah Al-Qur'anul Karim Surat Adl-Dluha Ayat 1 (وَالضُّحَى)
NIKMAT-NIKMAT ALLAH SWT YANG DIBERIKAN KEPADA NABI MUHAMMAD SAW.
Al-Qur'anul Karim Surat Adl-Dluha (93): Ayat 1-11 (Makkiyyah)
وَالضُّحٰىۙ
Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),1
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
dan demi malam apabila telah sunyi,2
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ
Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,3
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ
dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.4
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ
Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.5
اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),6
وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,7
وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.8
فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.9
وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ
Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).10
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).11
https://ia904603.us.archive.org/8/items/terjemah-tafsir-al-munir-mktbhazzaen/Terjemah%20Tafsir%20Al%20Munir%20-%2015.pdf Halaman 582
dan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Fajr (89) Ayat 1 (وَالْفَجْرِ)
KEPASTIAN ADZAB BAGI ORANG-ORANG KAFIR DAN BALASAN SEBAGIAN MEREKA DI DUNIA
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Fajr (89) Ayat 1-14 (Makkiyyah)
وَالْفَجْرِۙ
Demi fajar,
وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
demi malam yang sepuluh,
وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ
demi yang genap dan yang ganjil,
وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ
demi malam apabila berlalu.
هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ
Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ
Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?
اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ
(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,
الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,
وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ
dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah,
وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ
dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),
الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ
lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ
karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,
اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ
sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.
yang keduanya baik itu surat Adl-Dluha maupun Al-Fajr berjumlah lima huruf.
dan ayat terpanjang adalah Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 282 yang berjumlah 128 kalimat dan 540 huruf.
AYAT UTANG PIUTANG, AYAT JAMINAN UTANG, MENGUATKAN MU'AMALAH TIDAK SECARA TUNAI DENGAN MENCATAT ATAU MEMPERSAKSIKAN ATAU DENGAN JAMINAN
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 282-283 (Madaniyyah kecuali 281)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُۗ وَلْيَكْتُبْ بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِالْعَدْلِۖ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ اَنْ يَّكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّٰهُ فَلْيَكْتُبْۚ وَلْيُمْلِلِ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهٗ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْـًٔاۗ فَاِنْ كَانَ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيْهًا اَوْ ضَعِيْفًا اَوْ لَا يَسْتَطِيْعُ اَنْ يُّمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهٗ بِالْعَدْلِۗ وَاسْتَشْهِدُوْا شَهِيْدَيْنِ مِنْ رِّجَالِكُمْۚ فَاِنْ لَّمْ يَكُوْنَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَّامْرَاَتٰنِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَۤاءِ اَنْ تَضِلَّ اِحْدٰىهُمَا فَتُذَكِّرَ اِحْدٰىهُمَا الْاُخْرٰىۗ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَۤاءُ اِذَا مَا دُعُوْا ۗ وَلَا تَسْـَٔمُوْٓا اَنْ تَكْتُبُوْهُ صَغِيْرًا اَوْ كَبِيْرًا اِلٰٓى اَجَلِهٖۗ ذٰلِكُمْ اَقْسَطُ عِنْدَ اللّٰهِ وَاَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَاَدْنٰىٓ اَلَّا تَرْتَابُوْٓا اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيْرُوْنَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَلَّا تَكْتُبُوْهَاۗ وَاَشْهِدُوْٓا اِذَا تَبَايَعْتُمْ ۖ وَلَا يُضَاۤرَّ كَاتِبٌ وَّلَا شَهِيْدٌ ەۗ وَاِنْ تَفْعَلُوْا فَاِنَّهٗ فُسُوْقٌۢ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Sedangkan lafadz terpanjang dalam Al-Qur’an adalah Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 22 (Makkiyyah) (فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ) yang berjumlah 11 huruf,
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 22 (Makkiyyah)
وَاَرْسَلْنَا الرِّيٰحَ لَوَاقِحَ فَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَسْقَيْنٰكُمُوْهُۚ وَمَآ اَنْتُمْ لَهٗ بِخَازِنِيْنَ
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.
disusul Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 24 (Madaniyyah) (اقْتَرَفْتُمُوهَا) yang berjumlah 10 huruf,
Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 24 (Madaniyyah)
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
disusul Al-Qur'anul Karim Surat Hud (9) Ayat 28 (Makkiyyah) (أَنُلْزِمُكُوْهَا),
Al-Qur'anul Karim Surat Hud (9) Ayat 28 (Makkiyyah)
قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَاٰتٰىنِيْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِهٖ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْۗ اَنُلْزِمُكُمُوْهَا وَاَنْتُمْ لَهَا كٰرِهُوْنَ
Dia (Nuh) berkata, ”Wahai kaumku! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan memaksa kamu untuk menerimanya, padahal kamu tidak menyukainya?
dan disusul Al-Qur'anul Karim Surat An-Nisa (9) Ayat 75 (Makkiyyah) (وَالمُسْتَضْعَفِيْنَ).
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nisa (9) Ayat 75 (Madaniyyah)
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاۤءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ اَهْلُهَاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ نَصِيْرًا
Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.”
Ada empat ayat dalam Al-Qur’an yang diawali dengan huruf syin (ش), yaitu Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqarah (2) Ayat 185 (Madaniyyah kecuali 281) (شهر رمضان...),
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqarah (2) Ayat 185 (Madaniyyah kecuali 281)
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran (3) Ayat 18 (Madaniyyah) (...شَهِدَ اللهُ),
Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran (3) Ayat 18 (Madaniyyah)
شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Maha-bijaksana.
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 121 (Makkiyyah) (...شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ),
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 121 (Makkiyyah)
شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۖاجْتَبٰىهُ وَهَدٰىهُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.
dan Al-Qur'anul Karim Surat Asy-Syura (42) Ayat 13 (Makkiyyah) (..شَرَع لَكُمْ).
Al-Qur'anul Karim Surat Asy-Syura (42) Ayat 13 (Makkiyyah)
شَرَعَ لَكُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا وَصّٰى بِهٖ نُوْحًا وَّالَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهٖٓ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى وَعِيْسٰٓى اَنْ اَقِيْمُوا الدِّيْنَ وَلَا تَتَفَرَّقُوْا فِيْهِۗ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ مَا تَدْعُوْهُمْ اِلَيْهِۗ اَللّٰهُ يَجْتَبِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ يُّنِيْبُۗ
diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).
Sedangkan, ada dua ayat dalam Al-Qur’an yang diakhiri dengan huruf syin (ش) yaitu Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qari’ah (101) Ayat (Makkiyyah) (كَالْعِهْنِ المَنْفُوش….)
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qari’ah (101) Ayat (Makkiyyah)
وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ
dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
dan Al-Qur'anul Karim Surat Quraisy (101) Ayat (Makkiyyah) (لإِيلَفِ قُرَيشٍ).
Al-Qur'anul Karim Surat Quraisy (101) Ayat (Makkiyyah)
لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
Ada satu ayat dalam Al-Qur’an yang di dalamnya mencakup seluruh huruf hijaiyah, yaitu Al-Qur'anul Karim Surat Al-Fath (101) Ayat 29.
Sedangkan, ada satu surat yang setiap ayatnya terdapat lafadz Allah, yaitu Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mujadalah. Dan ada enam ayat yang setiap akhir ayatnya terdapat dua asmaul husna yaitu QS Al-Hajj: 59-64.
Ada satu ayat dalam Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat 16 huruf mim (م), yaitu QS Hud: 48. Dan ada satu ayat dalam Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat 33 huruf mim (م), yaitu QS Al-Baqarah: 282.
Ada tujuh surat yang dijuluki ath-Thuwal (panjang) karena memiliki ayat yang sangat banyak, yaitu surat al-Baqarah, surat Ali Imran, surat An-Nisa, surat Al-Maidah, surat Al-An’am, surat Al-A’raf, dan surat Yunus. Sedangkan, satu-satunya surat yang memiliki jumlah ayat lebih dari seratus ayat tanpa sedikit pun menyebutkan lafadz surga (جنة) dan neraka (نار) adalah surat Yusuf. Ada satu ayat yang menyebut lafadz surga (جنة) sebanyak dua kali, yaitu QS Al-Hasyr: 20. Sedangkan, ada tiga ayat berurutan ayat yang pertama menolak paham sekte Musyabbihah (sekte yang menyamakan Allah dengan makhluk), ayat yang kedua menolak paham sekte Jabbariyyah (sekte yang menafikan usaha makhluk), ayat yang ketiga menolak paham sekte Qadariyyah (sekte yang menafikan kehendak Allah) yaitu QS Asy-Syu’ara: 98-100. Tidak ada dua huruf ha’ (ح) yang bertemu secara langsung dalam Al-Qur’an kecuali dalam dua tempat, yaitu QS Al-Baqarah: 235 (عُقْدَةَ النِّكاحِ حَتَى) dan QS Al-Kahfi: 60 (لاَ أَبْرَحُحَتَّى). Dan tidak ada huruf kaf (ك) yang bertemu secara langsung dalam satu kalimat di dalam Al-Qur’an kecuali dalam dua tempat, yaitu QS Al-Baqarah: 200 (مَنَاسِكَكُم) dan QS Al-Mudatsir: 42 (مَا سَلَكَكُم). Dari seluruh penjelasan di atas, terlihat jelas bahwa para ulama memiliki upaya yang sangat besar dalam meneliti Al-Qur’an. Semua hal yang terdapat dalam Al-Qur’an diteliti secara terperinci dari zaman ke zaman. Pada akhirnya, para ulama menemukan banyak hal yang menakjubkan dalam susunan Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa urutan dalam Al-Qur’an adalah perintah langsung dari Allah melalui malaikat Jibril sebagaimana pendapat ulama: قال القاضي أبو بكر: ترتيب الآيات أمر لازم فقد كان جبريل يقول: ضعوا آية كذا في موضع كذا Qadhi Abu Bakar berkata, “Urutan seluruh ayat (dalam Al-Qur’an) adalah perkara yang ditetapkan, maka sungguh malaikat Jibril selalu berwasiat ‘Tempatkanlah ayat ini ke dalam tempat ini’.” Demikian penjelasan yang dikutip dari kitab al-Burhan fi ‘Ulum al-Quran karya Imam Badruddin Muhammad bin Abdullah az-Zarkasyi (Beirut: Maktabah al-‘Ashriyyah), 2018, vol. 1 hal. 178-180.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar membongkar rahasia angka 19 dan Basmalah di dalam Al-Quran. Rahasia tersebut berangkat dari penelitian Dr Rasyad Khalifah dari Amerika Serikat. Dr Rasyad Khalifah, cendikiawan Mesir yang tinggal di Amerika telah mengadakan riset terhadap Al-Quran dengan menggunakan komputer yang canggih, untuk menghitung jumlah kata-kata, kalimat bahkan huruf yang terdapat dalam Al-Quran. Hasil risetnya kemudian menghasilkan Buku Miracle of The Quran “Sering saya sampaikan, Al-Quran diawali 'bismillah'. Lalu apa rahasianya?, dan ternyata jumlah huruf 'bismillah' itu ada 19 huruf yaitu Ba, Sin, Mim, Alif, Lam, Lam, Ha, Alif, Lam, Ra, Ha, Mim, Nun, Alif, Lam, Ra, Ha, Ya dan Mim. Ternyata angka 19 ini berkaitan dengan banyak hal di Al-Quran. Ini penelitian Dr Rasyad Khalifah dari Amerika Serikat,” jelasnya saat mengisi Nuzulul Qur'an di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Kamis (23/5). Perdebatan tentang Basmalah apakah ikut surat atau tidak masih terjadi hingga kini. Namun Kiai Marzuki mengingatkan bahwa saat sahabat menulis Al-Quran semasa hidup nabi, tulisan Basmalah tetap ada. “Saat itu nabi berpesan jangan tulis sesuatu selain dari Al-Quran, sahabat melakukan hal itu. Tapi tulisan Basmalah masih ada. Jika Basmalah bukan bagian dari surat maka pasti dihilangkan. Sahabat sangat manut,” ungkap Kiai Marzuki. Dikatakannya, peneliti menghitung huruf-huruf tertentu yang ada dalam Al-Qur’an, kemudian jumlah huruf-huruf tersebut dibagi atau bisa juga dikalikan dengan angka 19 tadi. Semisal, jumlah surat dalam Al-Qur’an ada 114, angka ini bisa didapat dari 19 x 6. Atau 114 dibagikan 19 hasilnya 6. Jumlah Basmalah yang terdapat pada awal setiap surah dalam Al-Qur’an ada 113. Dikurangi surat At-Taubah yang tidak memakai Basmalah. Namun setelah diteliti, didalam surah An-Naml di jumpai dua Basmalah, yaitu satu pada awal surah dan satu lagi pada ayat 30. Sehingga kesemua Basmalah dalam Al-Qur’an tetap 114. “Kata 'Allah' dalam Al-Qur’an ada 2698, jumlah ini didapat dari 19 x 142. Dan kata 'Rahman' dalam Al-Qur’an selain yang ada pada kata Basmalah ada 57, sama dengan 19 x 3. Kata 'Rahim' dalam Al-Qur’an selain yang ada pada Basmalah, ada 114, 19 x 6 ketemu 114,” tambah Kiai Marzuki. Penemuan lainnya terkait angka 19 terdapat pada surat Al-Qalam yang dimulai dengan huruf 'nun', ternyata huruf 'nun' yang ada dalam surat tersebut berjumlah 133 dan 19 x 7 ketemu 133. Atau dibalik, 133 : 19 hasilnya 7. Surat Yasin yang dimulai dengan huruf 'ya' dan 'sin', ternyata huruf-huruf 'ya' dan 'sin' yang ada dalam surat ini berjumlah 285 dan 285 : 19 = 15. Surat Asy-Syura yang dimulai dengan huruf 'ain', 'sin' dan 'qaf' yang ada dalam surah tersebut ada 209 dan 19 x 11 sama dengan 209. Surah Ar-Ra'du yang dimulai dengan huruf 'alif', 'lam', 'mim' dan 'ra', ternyata huruf-huruf 'alif', 'lam', 'mim' dan 'ra' yang ada dalam surah tersebut ada 1501 dan 1501 dibagi 19 sama dengan 79. Surah 'qaf' yang dimulai dengan huruf 'qaf', ternyata huruf 'qaf' yang terdapat dalam surah tersebut ada 57 dan 19 dikali 3 sama dengan 57. Dibagi atau dikali dengan 19 akan ketemu hasilnya. “Begitu juga surat Thaha yang dimulai dengan huruf 'Tha' dan 'ha', ternyata huruf 'tha' dan 'ha' yang ada didalam surah tersebut berjumlah 342 dan ini bisa didapat dari 19 dikali 18,” beber Kiai asal Malang ini. Hasil ini menurut Kiai Marzuki sebagai bukti keotentikan Al-Qur'an. Karena, seandainya ada ayat-ayat yang berkurang atau berlebih atau ditukar kata dan kalimatnya dengan kata atau kalimat lain, maka tentu perkalian-perkalian tersebut akan menjadi kacau. Dan pada waktu itu Nabi Muhammad belum punya teknologi secanggih saat ini. Sehingga secara logika saat sulit sekali ada manusia yang bisa mengarang kitab suci dengan hitungan sedetail ini.

0 komentar:

Posting Komentar