Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'Imron (3) Ayat 31
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'Imron (3) Ayat 144
وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ ۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْـًٔا ۗوَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ
Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ahzab (33) Ayat 40
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Kahfi (18) Ayat 110
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 23-24
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْٓا اٰبَاۤءَكُمْ وَاِخْوَانَكُمْ اَوْلِيَاۤءَ اِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْاِيْمَانِۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rosul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ahzab (33) Ayat 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sungguh, telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.DALIL SYAFA'AT NABI MUHAMMAD S.A.W
Al-Qur'anul Karim Surat Ali 'Imron (3) Ayat 169-170
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ
Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki,فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ
Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.Syafa’at menurut istilah, yaitu :
التَوَسُّطُ لِلْغَيْرِ بِجَلْبِ مَنفَعَةٍ اَو دَفْعِ مَضَرََّةٍ,
"Menolong orang lain dengan tujuan menarik manfaat dan menolak bahaya", (dijelaskan oleh Syaikh Utsaimin dalam Syarah Lum’atul I’tiqad, hlm. 128).Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 28
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُوْنَۙ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَتِهٖ مُشْفِقُوْنَ
Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Anbiya (21) Ayat 107
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.Al-Qur'anul Karim Surat Thoha (20) Ayat 109
يَوْمَىِٕذٍ لَّا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَرَضِيَ لَهٗ قَوْلًا
Pada hari itu tidak berguna syafa'at (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya.Al-Qur'anul Karim Surat An-Nazm (53) Ayat 26
وَكَمْ مِّنْ مَّلَكٍ فِى السَّمٰوٰتِ لَا تُغْنِيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اَنْ يَّأْذَنَ اللّٰهُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْضٰى
Dan betapa banyak malaikat di langit, syafa'at (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mulk (67) Ayat 26-27
قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ ۖوَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ
Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulunya kamu minta.”Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zumar (39) Ayat 44
قُلْ لِّلّٰهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيْعًا ۗ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Katakanlah, “Pertolongan itu hanya milik Allah semuanya. Dia memiliki kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.”Al-Qur'anul Karim Surat Maryam (19) Ayat 86-87
وَنَسُوْقُ الْمُجْرِمِيْنَ اِلٰى جَهَنَّمَ وِرْدًا ۘ
dan Kami akan menggiring orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.لَا يَمْلِكُوْنَ الشَّفَاعَةَ اِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمٰنِ عَهْدًا ۘ
Mereka tidak berhak mendapat syafaat, (pertolongan) kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi (Allah) Yang Maha Pengasih.Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zukhruf (43) Ayat 85-86
وَتَبٰرَكَ الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚوَعِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Dan Mahasuci (Allah) yang memiliki kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.وَلَا يَمْلِكُ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ الشَّفَاعَةَ اِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafa'at (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini.Al-Qur'anul Karim Surat As-Saba (34) Ayat 23
وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا لِمَنْ اَذِنَ لَهٗ ۗحَتّٰىٓ اِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوْبِهِمْ قَالُوْا مَاذَاۙ قَالَ رَبُّكُمْۗ قَالُوا الْحَقَّۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ
Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “(Perkataan) yang benar,” dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 255
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.DALIL MEMBANTAH PENDAPAT TIDAK ADA SYAFA'AT
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 48
وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun. Sedangkan syafa'at dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak akan ditolong.Al-Qur'anul Karim Surat Al-Ghofir/Al-Mu'min (40) Ayat 18
وَاَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْاٰزِفَةِ اِذِ الْقُلُوْبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِيْنَ ەۗ مَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ حَمِيْمٍ وَّلَا شَفِيْعٍ يُّطَاعُۗ
Dan berilah mereka peringatan akan hari yang semakin dekat (hari Kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan karena menahan kesedihan. Tidak ada seorang pun teman setia bagi orang yang zalim dan tidak ada baginya seorang penolong yang diterima (pertolongannya).Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mudatsir (74) Ayat 42-48
مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ
”Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”42قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ
Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang me-laksanakan salat,43وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَۙ
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,44وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ
bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya,45وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِۙ
dan kami mendustakan hari pembalasan,46حَتّٰىٓ اَتٰىنَا الْيَقِيْنُۗ
sampai datang kepada kami kematian.”47فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِيْنَۗ
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat.48Hadis riwayat Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Ahmad, Imam Hakim, dll.
Diriwayatkan, bahwa Rosulullah S.A.W bersabda:
Hadis riwayat Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.
شَفَاعَتِى لأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِى
“Syafa'atku untuk umatku yang ahli dosa besar”.Hadis riwayat Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.
Rosulullah S.A.W bersabda:
Hadis riwayat Imam Tirmidzi, Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban.
لِكُلِّ نَبِىٍّ دَعْـوَةٌ مُسْـتَجَابَةٌ فَتَعَجَّـلَ كُلُّ نَبِىٍّ دَعْوَتَـهُ وَإِنِّى اخْتَبَأْتُ دَعْـوَتِى شَــفَاعَةً لأُمَّـتِى يَوْمَ الْقِيَـامَـةِ فَهِىَ نَائـِلَةٌ إِنْ شَـاءَ اللَّهُ مَنْ مَـاتَ مِنْ أُمَّـتِى لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا
“Setiap Nabi mempunyai doa yang mustajabah, maka setiap Nabi doanya dikabulkan segera, sedangkan saya menyimpan doaku untuk memberikan syafa'at kepada umatku di hari kiamat. Syafa'at itu insya Allah diperoleh umatku yang meninggal tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”.Hadis riwayat Imam Tirmidzi, Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban.
Rosulullah SAW bersabda:
Hadis riwayat Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah.
أَتَانِى آتٍ مِنْ عِنْدِ رَبِّى فَخَيَّرَنِى بَيْنَ أَنْ يُدْخِلَ نِصْفَ أُمَّتِى الْجَنَّةَ وَبَيْنَ الشَّفَاعَةِ فَاخْتَرْتُ الشَّفَاعَةَ وَهِىَ لِمَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا
“Telah datang kepadaku malaikat dari sisi Tuhanku Azza wa Jalla, lalu memberikan pilihan kepadaku: antara separuh umatku akan dimasukkan surga atau syafa'at. Maka saya memilih syafa'at, dan syafa'at ini untuk orang yang meninggal tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”.Hadis riwayat Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah.
Rosulullah SAW bersabda:
Hadis riwayat Imam Bukhari, Imam Abu Dawud, dan Imam Thabrani.
خُيِّرْتُ بَيْنَ الشَّفَاعَةِ وَبَيْنَ أَنْ يَدْخُلَ نِصْفُ أُمَّتِى الْجَنَّةَ فَاخْتَرْتُ الشَّفَاعَةَ لأَنَّهَا أَعَمُّ وَأَكْفَى أَتُرَوْنَهَا لِلْمُؤْمِنِيْنَ الْمُتَّقِينَ؟ لاَ, وَلَكِنَّهَا لِلْمُذْنِبِينَ الْخَطَّائِينَ الْمُتَلَوِّثِينَ
“Saya diberi pilihan antara syafa'at dan separuh umatku akan dimasukkan surga. Maka saya memilih syafa'at, karena syafa'at itu lebih umum dan lebih banyak. Apakah kamu sekalian melihat bahwa, syafa'at itu untuk orang-orang mukmin yang bertaqwa ?. Tidak, akan tetapi syafa'at itu untuk orang-orang yang berdosa, penuh kesalahan, dan banyak kotoran”.Hadis riwayat Imam Bukhari, Imam Abu Dawud, dan Imam Thabrani.
Diriwayatkan dari Imron bin Hushain ra., Nabi S.A.W bersabda:
Hadis riwayat Imam Muslim.
Diriwayatkan dari Anas ra. berkata, “Rosulullah S.A.W bersabda:
Syu’abul Iman, Imam Baihaqi, jilid 1, halaman 494.
Diriwayatkan dari Jabir ra. berkata :
Hadis riwayat Imam Bukhori dan Imam Ahmad.
Diriwayatkan dari Abu Huroirah ra. berkata:
Hadis riwayat Imam Ahmad, Imam Thabrani, Imam Ibnu Huzaimah, dan Imam Ibnu Abi Ashim.
Diriwayatkan dari Ummu Habibah ra. berkata : “ Rosulullah SAW bersabda :
Hadis riwayat Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad.
Dalam kitab Shahih Muslim, demikian juga dalam kitab “Al-Anwar Al Muhammadiyah”, ada hadis dari Abu Huroirah ra. dari Nabi S.A.W yang bersabda:
“Di hari kiamat, saya adalah sayyidnya manusia. Apakah kalian tahu, apa derajat sayyid itu? Allah telah mengumpulkan umat-umat terdahulu sampai umat-umat yang terakhir di satu tempat yang tinggi, maka orang yang memandang bisa melihat mereka, dan orang yang memanggil-manggil bisa memperdengarkan kepada mereka, matahari pun dekat dengan ubun-ubun manusia, sehingga manusia benar-benar sampai di puncak kesedihan yang mereka tidak sanggup menahannya dan tidak mampu memikulnya. Maka sebagian manusia berkata kepada sebagian yang lain, ‘Tidakkah kalian melihat keadaan kalian sekarang ini? Tidakkah kalian melihat apa yang telah sampai kepada kalian? Tidakkah kalian melihat orang yang bisa memberikan syafaat kalian kepada Tuhan kalian?’. Maka sebagian manusia mengatakan kepada sebagian yang lain, ‘Datanglah kepada Nabi Adam!’. Lalu mereka datang kepada Nabi Adam as. dan mereka mengatakan, ”Wahai Adam, kamu adalah bapak semua manusia, Allah telah menciptakan kamu dengan kekuasaan-Nya, meniupkan ruhmu dari ruh-Nya, memerintahkan malaikat, lalu bersujud kepadamu, dan pernah menempatkan kamu di surga, maka berilah kami syafa'at kepada Tuhanmu. Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’.
Maka Nabi Adam as. Berkata, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi. Sesungguhnya Dia melarangku dari pohon, lalu saya mendurhakainya, saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Nuh’. Lalu mereka datang kepada Nabi Nuh as. Lalu mereka mengatakan, ‘Wahai Nuh, kamu adalah Rosul pertama yang diutus kepada penduduk bumi, dan Allah memberimu nama hamba yang banyak bersyukur. Maukah kamu memberikan syafaat untuk kami kepada Tuhanmu, tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’.
Maka Nabi Nuh as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi. Sesungguhnya saya mempunyai doa yang saya doakan untuk kaumku, saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Ibrahim’. Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim as., lalu mengatakan, ‘Kamu adalah Nabi Allah, dan kekasih-Nya dari penduduk bumi, maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka Nabi Ibrahim as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi. Sesungguhnya saya pernah berbohong tiga kali, lalu menyebutkannya. saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Musa!’.
Maka mereka mendatangi Nabi Musa as., lalu mengatakan, ‘Wahai Musa, kamu adalah utusan Allah, dan Allah telah memberikan keutamaan kepadamu melebih manusia dengan risalah-Nya dan dengan berbicara dengan-Nya, maka berilah kami syafa'at kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka Nabi Musa as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi”. Sesungguhnya saya pernah membunuh seseorang yang saya tidak diperintahkan untuk membunuhnya, saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Isa!’. Maka mereka mendatangi Nabi Isa as., lalu mengatakan, ‘Wahai Isa, kamu adalah Rosul Allah dan kalimat-Nya yang diberikan kepada Maryam dan kamu adalah ruh dari-Nya, dan kamu bisa berbicara dengan manusia di dalam kandungan perut ibunya. Maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka Nabi Isa as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi’. Nabi Isa as. tidak menyebutkan satu dosapun. Saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Muhammad!’.
Maka mereka mendatangiku, lalu mengatakan, “Wahai Muhammad, engkau adalah Rosul Allah, dan Nabi yang terakhir, dan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lewat dan yang akan datang, maka berilah kami syafa'at kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka saya berangkat mendatangi tempat di bawah ‘Arsy, maka saya langsung bersujud kepada Tuhanku, kemudian Allah membukakan untukku sesuatu yang belum pernah dibukakan kepada siapapun sebelumku, dan memberikan ilham kepadaku dari pujian-pujian-Nya dan sanjungan-Nya yang bagus, kemudian berfirman, ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah, maka kamu akan diberi, mintalah syafa'at, maka kamu akan diberi syafa'at’. Saya angkat kepalaku, lalu saya katakan, ‘Wahai Tuhanku, umatku, wahai Tuhanku umatku, wahai Tuhanku”. Maka difirmankan, ”Wahai Muhammad, masukkanlah umatmu ke surga seperti orang yang masuk surga tanpa hisab, dari pintu kanannya pintu-pintu surga. Mereka adalah para teman orang-orang yang masuk surga dari pintu selain itu”. Demi Allah Yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya lebarnya pintu-pintu surga itu seperti jarak antara Makkah dan Hajar, atau seperti Makkah dan Bushro’”.
يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّة
“Ada satu kaum akan keluar dari neraka lantaran syafaat Muhammad, lalu mereka masuk surga”.Hadis riwayat Imam Muslim.
Diriwayatkan dari Anas ra. berkata, “Rosulullah S.A.W bersabda:
أَنَا أَوَّلُ النَّاسِ يَشْفَعُ فِى الْجَنَّةِ وَأَنَا أَكْثَرُ الأَنْبِيَاءِ تَبَعًا
“Saya adalah orang yang pertama kali memberikan syafa'at di surga, dan saya adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya”.Syu’abul Iman, Imam Baihaqi, jilid 1, halaman 494.
Diriwayatkan dari Jabir ra. berkata :
هَلْ سَمِعْتَ بِمَقَامِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَإِنَّهُ مَقَامُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَحْمُودُ الَّذِي يُخْرِجُ اللهُ بِهِ مَنْ يُخْرِجُ مِنَ النَّار
”Apakah kamu pernah mendengar tentang kedudukan Nabi Muhammad S.A.W? Sesungguhnya kedudukan Nabi Muhammad S.A.W yang terpuji akan mengeluarkan siapa saja yang akan dikeluarkan dari neraka lantaran syafaat beliau S.A.W”Hadis riwayat Imam Bukhori dan Imam Ahmad.
Diriwayatkan dari Abu Huroirah ra. berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ؟ قَالَ رَسولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم – : لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لاَ يَسْأَلَنِى عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ ، لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِه
”Saya katakan, ”Wahai Rosulullah, siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa'atmu di hari kiamat ?”. Beliau S.A.W bersabda : ”Sungguh saya telah mengira, wahai Abu Huroirah, hendaklah jangan ada seseorang yang lebih dahulu dari kamu menanyakan tentang hadis ini, karena saya memang melihat keinginanmu yang keras untuk mendengarkan hadis. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan, “LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH” dengan tulus dari hatinya atau jiwanya”.Hadis riwayat Imam Ahmad, Imam Thabrani, Imam Ibnu Huzaimah, dan Imam Ibnu Abi Ashim.
Diriwayatkan dari Ummu Habibah ra. berkata : “ Rosulullah SAW bersabda :
أُرِيْتُ مَا تَلَقَّى أُمَّتِيْ بَعْدِيْ وَسَـفَكَ بَعْضُهُمْ دِمَاءَ بَعْضٍ فَأَحْزَنَنِيْ وَسَـبَقَ لَهُمْ مِنَ اللهِ مَا سَــبَق لِلْأُمَـمِ قَـبْلَـهُمْ. فَسَــأَلْتُ اللهَ أَنْ يُؤْتِيَـنِي فِيْهِمْ شَــفَاعَةً يَوْمَ اْلقِيَامَةِ فَفَعَـلَ
“Diperlihatkan kepadaku apa yang akan diperoleh umatku sesudahku. Sebagian mereka akan menumpahkan darah sebagian yang lain, sehingga menyedihkan hatiku, dan mereka memang telah ditakdirkan oleh Allah sebagaimana telah mentakdirkan umat-umat sebelum mereka. Maka saya memohon kepada Allah agar memberikan padaku syafa'at untuk mereka di hari kiamat, maka Allah melakukannya.Hadis riwayat Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad.
Dalam kitab Shahih Muslim, demikian juga dalam kitab “Al-Anwar Al Muhammadiyah”, ada hadis dari Abu Huroirah ra. dari Nabi S.A.W yang bersabda:
“Di hari kiamat, saya adalah sayyidnya manusia. Apakah kalian tahu, apa derajat sayyid itu? Allah telah mengumpulkan umat-umat terdahulu sampai umat-umat yang terakhir di satu tempat yang tinggi, maka orang yang memandang bisa melihat mereka, dan orang yang memanggil-manggil bisa memperdengarkan kepada mereka, matahari pun dekat dengan ubun-ubun manusia, sehingga manusia benar-benar sampai di puncak kesedihan yang mereka tidak sanggup menahannya dan tidak mampu memikulnya. Maka sebagian manusia berkata kepada sebagian yang lain, ‘Tidakkah kalian melihat keadaan kalian sekarang ini? Tidakkah kalian melihat apa yang telah sampai kepada kalian? Tidakkah kalian melihat orang yang bisa memberikan syafaat kalian kepada Tuhan kalian?’. Maka sebagian manusia mengatakan kepada sebagian yang lain, ‘Datanglah kepada Nabi Adam!’. Lalu mereka datang kepada Nabi Adam as. dan mereka mengatakan, ”Wahai Adam, kamu adalah bapak semua manusia, Allah telah menciptakan kamu dengan kekuasaan-Nya, meniupkan ruhmu dari ruh-Nya, memerintahkan malaikat, lalu bersujud kepadamu, dan pernah menempatkan kamu di surga, maka berilah kami syafa'at kepada Tuhanmu. Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’.
Maka Nabi Adam as. Berkata, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi. Sesungguhnya Dia melarangku dari pohon, lalu saya mendurhakainya, saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Nuh’. Lalu mereka datang kepada Nabi Nuh as. Lalu mereka mengatakan, ‘Wahai Nuh, kamu adalah Rosul pertama yang diutus kepada penduduk bumi, dan Allah memberimu nama hamba yang banyak bersyukur. Maukah kamu memberikan syafaat untuk kami kepada Tuhanmu, tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’.
Maka Nabi Nuh as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi. Sesungguhnya saya mempunyai doa yang saya doakan untuk kaumku, saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Ibrahim’. Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim as., lalu mengatakan, ‘Kamu adalah Nabi Allah, dan kekasih-Nya dari penduduk bumi, maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka Nabi Ibrahim as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi. Sesungguhnya saya pernah berbohong tiga kali, lalu menyebutkannya. saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Musa!’.
Maka mereka mendatangi Nabi Musa as., lalu mengatakan, ‘Wahai Musa, kamu adalah utusan Allah, dan Allah telah memberikan keutamaan kepadamu melebih manusia dengan risalah-Nya dan dengan berbicara dengan-Nya, maka berilah kami syafa'at kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka Nabi Musa as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi”. Sesungguhnya saya pernah membunuh seseorang yang saya tidak diperintahkan untuk membunuhnya, saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Isa!’. Maka mereka mendatangi Nabi Isa as., lalu mengatakan, ‘Wahai Isa, kamu adalah Rosul Allah dan kalimat-Nya yang diberikan kepada Maryam dan kamu adalah ruh dari-Nya, dan kamu bisa berbicara dengan manusia di dalam kandungan perut ibunya. Maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka Nabi Isa as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi’. Nabi Isa as. tidak menyebutkan satu dosapun. Saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Muhammad!’.
Maka mereka mendatangiku, lalu mengatakan, “Wahai Muhammad, engkau adalah Rosul Allah, dan Nabi yang terakhir, dan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lewat dan yang akan datang, maka berilah kami syafa'at kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka saya berangkat mendatangi tempat di bawah ‘Arsy, maka saya langsung bersujud kepada Tuhanku, kemudian Allah membukakan untukku sesuatu yang belum pernah dibukakan kepada siapapun sebelumku, dan memberikan ilham kepadaku dari pujian-pujian-Nya dan sanjungan-Nya yang bagus, kemudian berfirman, ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah, maka kamu akan diberi, mintalah syafa'at, maka kamu akan diberi syafa'at’. Saya angkat kepalaku, lalu saya katakan, ‘Wahai Tuhanku, umatku, wahai Tuhanku umatku, wahai Tuhanku”. Maka difirmankan, ”Wahai Muhammad, masukkanlah umatmu ke surga seperti orang yang masuk surga tanpa hisab, dari pintu kanannya pintu-pintu surga. Mereka adalah para teman orang-orang yang masuk surga dari pintu selain itu”. Demi Allah Yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya lebarnya pintu-pintu surga itu seperti jarak antara Makkah dan Hajar, atau seperti Makkah dan Bushro’”.
ANGGAPAN ORANG KAFIR BERHALA BISA MEMBERI SYAFA'AT
Al-Qur'anul Karim Surat Nuh (71) Ayat 23-24
وَقَالُوْا لَا تَذَرُنَّ اٰلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّلَا سُوَاعًا ەۙ وَّلَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًاۚ
Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yagus, Ya‘uq dan Nasr.”وَقَدْ اَضَلُّوْا كَثِيْرًا ەۚ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا ضَلٰلًا
Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.Diriwayatkan dalam Shohih Bukhori, mengenai tafsir firman Allah dalam surat Nuh ayat 23 ini, Ibnu Abbas mengatakan: “Ini adalah nama-nama orang sholih dari kaum Nabi Nuh. Tatkala mereka meninggal, setan membisikkan kepada kaum mereka ‘dirikanlah patung-patung pada tempat yang pernah diadakan pertemuan di sana oleh mereka dan namailah patung-patung itu dengan nama-nama mereka’. Orang-orang itupun melaksanakan bisikan setan tersebut, tetapi patung-patung mereka ketika itu belum disembah. Hingga setelah orang-orang yang mendirikan patung itu meninggal dan ilmu agama dilupakan orang, barulah patung-patung tadi disembah”
Al-Qur'anul Karim Surat Yunus (10) Ayat 17-18
فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰيٰتِهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْمُجْرِمُوْنَ
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung.وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ هٰٓؤُلَاۤءِ شُفَعَاۤؤُنَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗقُلْ اَتُنَبِّـُٔوْنَ اللّٰهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah.” Katakanlah, “Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?” Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan itu.Al-Qur'anul Karim Surat Az-Zumar (39) Ayat 3-4
اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ ۗوَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰىۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ەۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ
Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.لَوْ اَرَادَ اللّٰهُ اَنْ يَّتَّخِذَ وَلَدًا لَّاصْطَفٰى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۙ سُبْحٰنَهٗ ۗهُوَ اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.Al-Qur'anul Karim Surat As-Saba (34) Ayat 22-23
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِۚ لَا يَمْلِكُوْنَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيْهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَّمَا لَهٗ مِنْهُمْ مِّنْ ظَهِيْرٍ
Katakanlah (Muhammad), “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.”وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا لِمَنْ اَذِنَ لَهٗ ۗحَتّٰىٓ اِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوْبِهِمْ قَالُوْا مَاذَاۙ قَالَ رَبُّكُمْۗ قَالُوا الْحَقَّۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ
Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “(Perkataan) yang benar,” dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.Dalam kitab As-Sîroh An-Nabawiyyah, Imam Ibnu Hisyam menulis nasab Rosulullah Muhammad sebagai berikut:
هَذا كِتَابُ سِيْرَةِ رَسُوْلِ اللهِ صلي الله عليه وسلّم، هُوَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بن عَبْدِ الْمُطَّلِبِ — وَاسْمُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: شَيْبَةَ بن هَاشِمِ — وَاسْمُ هَاشِمِ: عُمَرُو بن عَبْدِ مَنَافِ — وَاسْمُ عَبْدِ مَنَافِ: المغِيْرَةُ بن قُصَيّ بن كِلَابِ بن مُرَّةَ بن كَعْبِ بن لُؤَيِّ بن غَالِبِ بْن فِهْرِ بن مالِكِ بن النَّضْرِ بن كِنَانَةَ بنِ خُزَيْمَةَ بن مُدْرِكَةَ — واسمُ مُدْرِكَةَ: عَامِرِ بن إِلْيَاس بن مُضَر بن نِزَار بن مَعَدِّ بن عَدْنَانَ بن أُدَّ — ويقالُ أُدَدَ بن مُقَوِّمِ بن نَاحُوْر بن تَيْرَح بن يَعْرُبَ بن يَشْجُبَ بن نَابَت بن إِسْمَاعِيْلَ بن إِبْرَاهِيْمَ — خليلُ الرَّحمنِ — بن تَارِح — وهوَ آزَر — بن نَاحُوْر بن سَارُوْغ بن رَاعُو بن فَالِخ بن عَيْبَر بن شَالِخ بن أَرْفَخْشَذ بن سَام بن نُوْح بن لَمَك بن مَتُّو شَلَخ بن أَخْنُوْخ — وَهو إِدْرِيْسُ النَّبِي — وَكانَ أَوَّلَ بَنِي آدَمَ أُعْطِي النُّبُوَّةَ وَخَطَّ بِالْقَلَمِ — ابن يَرْد بن مَهْلَيِل بن قَيْنَن بن يَانِش بن شِيْث بن آدَمَ عليه السلام “
Ini adalah kitab Sirah Rosulullah, dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththolib — nama asli Abdul Muththolib adalah Syaibah bin Hasyim — nama asli Hasyim adalah 'Umar bin Abdu Manaf — nama asli Abdu Manaf adalah Mughiroh bin Qusayy bin Kilab bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ayy bin Gholib bin Fihr bin Malik bin An-Nadlor bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah — nama asli Mudrikah adalah ‘Amr bin Ilyas bin Mudhor bin Nizar bin Ma’add bin ‘Adnan bin Udda — dilafalkan juga Udada bin Muqowwim bin Nahur bin Tayroh bin Ya’ruba bin Yasyjuba bin Nabat bin Ismail bin Ibrahim — kholil Ar-Rohman — bin Tarih — dia adalah Azar — bin Nahur bin Sarug bin Ro’u bin Falikh bin Aybar bin Syalikh bin Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh bin Lamak bin Mattu Syalakh bin Akhnukh — dia adalah Nabi Idris, bani Adam pertama yang dianugerahi kenabian dan baca tulis — bin Yarid bin Mahlayil bin Qainan bin Yanisy bin Syits bin Adam 'alaihis salam.” (Imam Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyyah, ed. Umar Abdul Salam Tadmuri, Dar al-Kutub al-‘Arab, 1990, juz 1, h. 11-16) Imam Ibnu Hisyam memang menyebutkan nasab Rosulullah secara lengkap dari Abdullah sampai Nabi Adam, tapi para ulama dan ahli sejarah sendiri berbeda pendapat perihal nasab Rosulullah di atas Adnan. Nasab Rosulullah yang disepakati para ulama hanya nasab dari Abdullah sampai Adnan, sedangkan nasab dari Adnan ke atas, para ulama berbeda pendapat. Syekh Dr. Muhammad Sa’id Romadlon Al-Buthi mengomentari hal ini dengan mengatakan:
أَمَّا مَا فَوْقَ ذَالِكَ فَمُخْتَلَفٌ فِيْهِ, لَا يُعْتَمَدُ عَلَيْه في شَيْئٍ غَيْرُ أَنَّ مِمَّا لَا خِلَافَ فِيْهِ أَنَّ عَدْنَانَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ نَبِيِّ اللهِ ابْنِ إِبْرَاهِيْمَ خَليْلِ اللهِ عَلَيْهِمَا الصَّلَاةُ والسَّلامُ
“Adapun nasab Rosulullah di atas Adnan, para ulama berbeda pendapat, tidak ada yang bisa dianggap paling shohih. Namun, semua ulama sepakat bahwa Adnan merupakan keturunan dari Ismail, Nabi Allah putra Ibrahim Kholilullah 'alaihis salam.” (Syeikh Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi, Fiqh al-Sîrah al-Nabawiyyah Ma’a Mujaz li al-Tarîkh al-Khilâfah al-Rasyîdah, Damaskus: Dar al-Fikr, 1991, h. 73)
Memang terjadi banyak perbedaan pendapat mengenai nasab Rosulullah dari Adnan ke atas. Beberapa ahli bahkan mengatakan tidak ditemukan seorang pun yang mengetahui hal ini, salah satu yang berpendapat demikian adalah Sayyidina Urwah bin Zubeir bin Awam (644-713 M). Beliau berkata: “Mâ wajadnâ man ya’rifu mâ wara’a ‘adnâna — kami tidak menemukan seorang pun yang (secara pasti) mengetahui nasab Rosul dari Adnan seterusnya.” (Imam Muhammad al-Dzahabi, Tarîkh al-Islâm wa Wafayât al-Masyâhîr wa al-A’lâm: al-Sîrah al-Nabawiyyah, Damaskus: Dar al-Kitab al-‘Arabi, tt, juz 2, h. 18).
Hal yang sama juga dikemukakan oleh Sayyidina Abu Al-Aswad bin Muhammad bin Abdur Rohman, salah seorang anak asuh Sayyidina Urwah bin Zubeir. Beliau berkata:
سَمِعْتُ أَبَا بَكْر بْنِ سُلَيْمَانَ ابْنِ أَبِي خَيْثَمَةَ, وَكَانَ مِنْ أَعْلَمِ قُرَيْشٍ بِأَنْسَبِهَا وَأَشْعَارِهَا يَقُوْلُ: مَا وَجَدْنَا أَحَدًا يَعْلَمُ مَا وَرَاءَ مَعَدَّ بْنِ عَدْنَانَ فِي شِعْرِ شَاعِرٍ وَلَا فِي عِلْمِ عَالِمٍ
“Saya mendengar Abu Bakar bin Sulaiman bin Abu Khaitsamah, salah seorang yang paling berpengetahuan mengenai nasab bangsa Quraish dan syair-syairnya berkata: “Tidak ditemukan seorang pun yang mengetahui nasab Rosul setelah Ma’ad bin Adnan, baik dalam syairnya para penyair maupun dalan pengetahuannya orang berilmu.” (Imam Muhammad al-Dzahabi, Tarîkh al-Islâm wa Wafayât al-Masyâhîr wa al-A’lâm: al-Sîrah al-Nabawiyyah, juz 2, h. 18)
Dengan demikian wajar saja jika terjadi banyak perbedaan jumlah maupun nama nasab Rosul dari Adnan ke atas yang banyak ditemukan di kitab-kitab Siroh Nabawiyyah dan hadits. Salah satu yang paling mencolok adalah riwayat Sayyidina Ibnu Abbas ra:
أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بن عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بن هَاشِمِ بن عَبْدِ مَنَافِ بن قُصَيّ بن كِلَابِ بن مُرَّةَ بن كَعْبِ بن لُؤَيِّ بن غَالِبِ بْن فِهْر بن مالِكِ بن النَّضْرِ بن كِنَانَةَ بنِ خُزَيْمَةَ بن مُدْرِكَةَ بن إِلْيَاس بن مُضَر بن نِزَار بن مَعَدّ بن عَدْنَان بن أُدّ بن أُدَدَ بن الهَيْسَع بن بَنَت بن حَمَل بن قَيْذَار بن إِسْمَاعِيْل بن إِبْرَاهِيْم الخ.....
“Saya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththolib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushayy bin Kilab bin Murroh bin Ka’ab bin Luayy bin Gholib bin Fihr bin Malik bin An-Nadlor bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlor bin Nizar bin Ma’add bin Adnana bin Udda bin Udada bin Alhaysa’ bin Nabat bin Hamal bin Qoidzar bin Isma’il bin Ibrahim ........” (Imam Al-Hafidh Ad-Dailami, Firdaus Al-Akhbâr bi Ma’tsûr Al-Khitâb al-Mukharraj ‘ala Kitâb Asy-Syihâb, Damaskus: Dar al-Kitab al-‘Arabi, juz 1, hlm 73)
Dalam riwayat yang dikutip oleh Imam Ibnu Hisyam (w. 213/218 H), Adnan merupakan anak Udda yang terkadang disebut dengan Udada, sedangkan dalam riwayat Sayyidina Ibnu Abbas, Udda merupakan anak dari Udada. Perbedaan lebih mencolok terjadi pada runtutan nasab setelah Udada. Riwayat kutipan Imam Ibnu Hisyam menyebut (riwayat pertama), “Udada bin Muqowwim bin Nahur bin Tayroh bin Ya’ruba bin Yasyjuba bin Nabat bin Ismail bin Ibrohim.” Sementara riwayat Sayyidina Ibnu Abbas mengatakan (riwayat kedua), “Udada bin Alhaysa’ bin Nabat bin Hamal bin Qaidzar bin Isma’il bin Ibrohim.” Jika pun nama-nama itu merupakan nama lain, seperti dalam kasus Abdul Muththolib yang nama aslinya Syaibah, tetap saja tidak dapat menyingkirkan perbedaan, karena nama Nabat pada kedua nasab di atas menempati urutan yang berbeda. Imam Al-Kinani dalam Mukhtashor-nya juga mengutip runtutan nasab yang berbeda, yaitu Adnan bin Udda bin Udada bin Alyasa’ bin Al-hamaisa’ bin Salaman bin Nabat bin Hamal bin Qaidzar bin Ismail bin Ibrohim. (Imam Al-Hafidh Ad-Dailami, Firdaus Al-Akhbâr bi Ma’tsûr Al-Khitâb Al-Mukharraj ‘ala Kitâb Asy-Syihâb, juz 1, hlm 73).
Artinya, di samping perbedaan urutan, terjadi juga perbedaan jumlah orang. Selain itu, banyak juga terjadi perbedaan penulisan dari mulai Adnan ke atas, seperti Fâlikh, ‘Aibar, Ro’û, dan lainnya dalam riwayat yang dikutip oleh Imam Ibnu Hisyam, dan Fâligh, ‘Âbir, Roghû, dan lainnya dalam riwayat Sayyidina Ibnu Abbas. Hal ini terjadi karena kebanyakan dari nama-nama itu adalah isim ‘ajam (nama bukan Arab). Imam Ibnu Sa’ad berkata:
سَائِرُ هَذهِ الْأَسْمَاءِ أَعْجَمِيَّةٌ وَبَعْضُهَا لَا يُمْكِنُ ضَبْطُهُ بِالْخَطِّ إِلَّا تَقْرِيْبًا
“Sisa nama-nama ini adalah nama-nama ajam (non-Arab), sebagiannya tidak mungkin ditulis dengan tepat kecuali dengan cara memperkirakannya.” (Imam Muhammad al-Dzahabi, Tarîkh al-Islâm wa Wafayât al-Masyâhîr wa al-A’lâm: al-Sîrah al-Nabawiyyah, juz 2, h. 22) Dalam As-Sirah An-Nabawiyyah karya Imam Ibnu Hisyam sendiri terdapat riwayat lain yang memiliki cara penulisan berbeda dengan yang pertama, salah satunya riwayat Sayyidina Qotadah bin Dima’ah:
إِسْمَاعِيْلُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ — خليل الرحمن — ابْنِ تَارِخ — وهو آزر — بن نَاخُوْر ابن أَسْرُغ بن أَرْغُو بن فَالِخ بن عَابِر بن شَالِخ بن أَرْفَخْشَذ بن سام بن نُوح بن لَمَك بن مَتُوشَلَخ بن أَخْنُوْخ بن يَرْد بن مَهْلَائِيْل بن قَايِن بن أَنُوش بن شَيْت بن آدَمَ
“Ismail bin Ibrohim Kholilurrohman bin Tarikh — beliau adalah Azar — bin Nakhur bin Asrugh bin Arghu bin Falikh bin ‘Abir bin Syalikh bin Arfaksyadz bin Sam bin Nuh bin Lamak bin Matusyalakh bin Akhnukh bin Yarid bin Mahla’il bin Qoyin bin Anusy bin Syit bin Adam 'alaihis salam.” (Imam Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyyah, 1990, juz 1, h. 18) Perbedaannya terletak pada penulisan nama Asrugh, Arghû, ‘Âbir, Matûsyalakh, Mahlâ’îl, Qâyin, Anûsy, dan Syît yang pada riwayat pertama ditulis Sârûgh, Ar’û, ‘Aibar, Mattûsyalakh, Mahlayil, Qaynan, Yânisy, dan Syîts. Seperti yang dikatakan Imam Ibnu Sa’ad, perbedaan itu terjadi karena nama-nama itu bukan nama Arab, melainkan nama ajam yang tidak dapat ditulis dengan tepat dalam tulisan Arab. Dari sisi ibunya, Sayyidah Aminah, nasab Rosulullah adalah:
هِيَ آمِنَةُ بِنْتُ وَهْبٍ بْنِ عَبْدِ مَنَافِ بْنِ زُهْرَةَ بْنِ كِلَابِ بْنِ مُرَّةَ. ]وَأُمُّهَا بَرَّةُ بِنْتُ عَبْدِ الْعُزَّي بن عُثْمَانَ بن عَبْدِ الدَّارِ بن قُصَيِّ بن كَلَاب. وَأُمُّهَا أُمُّ حَبِيْبِ بنت أَسَد بن عَبْدِ الْعُزَّي بن قُصَيِّ بنِ كِلَاب
“Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhroh bin Kilab bin Murroh. [Ibunya Sayyidah Aminah adalah Barroh binti Abdul ‘Uzza bin Utsman bin Abdud Daar bin Qushoyy bin Kilab. Ibunya Barroh binti Abdul ‘Uzza adalah Ummu Habib binti Asad bin Abdul ‘Uzza bin Qushoyy bin Kilab].” (Imam Abdul Aziz al-Kinânî, al-Mukhtashar al-Kabîr fi Sîrah al-Rasûl, Amman: Dar al-Basyir, 1993, h. 19)
Nasab Sayyidah Aminah bertemu dengan nasab Sayyid Abdullah, ayah Rosulullah di nama Kilab. Begitu pun dengan ibu Sayyidah Aminah, semuanya bermuara pada satu sumber, yaitu Nabi Ismail 'alaihis salam. Setelah keterangan-keterangan di atas, sebuah hadits di bawah ini kiranya tepat menjadi penutup:
Hadits Riwayat Imam Muslim
اِنَ اللهَ اصْطَفَي كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ وَاصْطَفَي قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَي هَاشِمًا مِنْ قُرَيْشٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ
“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail, memilih Quroisy dari keturunan Kinanah, memilih Hasyim dari keturunan Quroisy dan memilihku dari keturunan Bani Hasyim.”







0 komentar:
Posting Komentar