https://ia904603.us.archive.org/8/items/terjemah-tafsir-al-munir-mktbhazzaen/Terjemah%20Tafsir%20Al%20Munir%20-%2015.pdf Halaman 582
dan Al-Qur'anul Karim Surat Al-Fajr (89) Ayat 1 (وَالْفَجْرِ)
KEPASTIAN ADZAB BAGI ORANG-ORANG
KAFIR DAN BALASAN SEBAGIAN MEREKA DI
DUNIA
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Fajr (89) Ayat 1-14 (Makkiyyah)
وَالْفَجْرِۙ
Demi fajar,وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
demi malam yang sepuluh,وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ
demi yang genap dan yang ganjil,وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ
demi malam apabila berlalu.هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ
Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ
Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ
(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ
dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah,وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ
dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ
lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ
karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ
sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.yang keduanya baik itu surat Adl-Dluha maupun Al-Fajr berjumlah lima huruf.
dan ayat terpanjang adalah Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 282 yang berjumlah 128 kalimat dan 540 huruf.
AYAT UTANG PIUTANG, AYAT JAMINAN
UTANG, MENGUATKAN MU'AMALAH TIDAK
SECARA TUNAI DENGAN MENCATAT ATAU
MEMPERSAKSIKAN ATAU DENGAN JAMINAN
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqoroh (2) Ayat 282-283 (Madaniyyah kecuali 281)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُۗ وَلْيَكْتُبْ بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِالْعَدْلِۖ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ اَنْ يَّكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّٰهُ فَلْيَكْتُبْۚ وَلْيُمْلِلِ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهٗ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْـًٔاۗ فَاِنْ كَانَ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيْهًا اَوْ ضَعِيْفًا اَوْ لَا يَسْتَطِيْعُ اَنْ يُّمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهٗ بِالْعَدْلِۗ وَاسْتَشْهِدُوْا شَهِيْدَيْنِ مِنْ رِّجَالِكُمْۚ فَاِنْ لَّمْ يَكُوْنَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَّامْرَاَتٰنِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَۤاءِ اَنْ تَضِلَّ اِحْدٰىهُمَا فَتُذَكِّرَ اِحْدٰىهُمَا الْاُخْرٰىۗ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَۤاءُ اِذَا مَا دُعُوْا ۗ وَلَا تَسْـَٔمُوْٓا اَنْ تَكْتُبُوْهُ صَغِيْرًا اَوْ كَبِيْرًا اِلٰٓى اَجَلِهٖۗ ذٰلِكُمْ اَقْسَطُ عِنْدَ اللّٰهِ وَاَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَاَدْنٰىٓ اَلَّا تَرْتَابُوْٓا اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيْرُوْنَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَلَّا تَكْتُبُوْهَاۗ وَاَشْهِدُوْٓا اِذَا تَبَايَعْتُمْ ۖ وَلَا يُضَاۤرَّ كَاتِبٌ وَّلَا شَهِيْدٌ ەۗ وَاِنْ تَفْعَلُوْا فَاِنَّهٗ فُسُوْقٌۢ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Sedangkan lafadz terpanjang dalam Al-Qur’an adalah Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 22 (Makkiyyah) (فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ) yang berjumlah 11 huruf,
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hijr (15) Ayat 22 (Makkiyyah)
وَاَرْسَلْنَا الرِّيٰحَ لَوَاقِحَ فَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَسْقَيْنٰكُمُوْهُۚ وَمَآ اَنْتُمْ لَهٗ بِخَازِنِيْنَ
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.disusul Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 24 (Madaniyyah) (اقْتَرَفْتُمُوهَا) yang berjumlah 10 huruf,
Al-Qur'anul Karim Surat At-Taubah (9) Ayat 24 (Madaniyyah)
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.disusul Al-Qur'anul Karim Surat Hud (9) Ayat 28 (Makkiyyah) (أَنُلْزِمُكُوْهَا),
Al-Qur'anul Karim Surat Hud (9) Ayat 28 (Makkiyyah)
قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَاٰتٰىنِيْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِهٖ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْۗ اَنُلْزِمُكُمُوْهَا وَاَنْتُمْ لَهَا كٰرِهُوْنَ
Dia (Nuh) berkata, ”Wahai kaumku! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan memaksa kamu untuk menerimanya, padahal kamu tidak menyukainya?dan disusul Al-Qur'anul Karim Surat An-Nisa (9) Ayat 75 (Makkiyyah) (وَالمُسْتَضْعَفِيْنَ).
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nisa (9) Ayat 75 (Madaniyyah)
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاۤءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ اَهْلُهَاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ نَصِيْرًا
Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.”Ada empat ayat dalam Al-Qur’an yang diawali dengan huruf syin (ش), yaitu Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqarah (2) Ayat 185 (Madaniyyah kecuali 281) (شهر رمضان...),
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Baqarah (2) Ayat 185 (Madaniyyah kecuali 281)
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.
Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran (3) Ayat 18 (Madaniyyah) (...شَهِدَ اللهُ),
Al-Qur'anul Karim Surat Ali Imran (3) Ayat 18 (Madaniyyah)
شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Maha-bijaksana.Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 121 (Makkiyyah) (...شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ),
Al-Qur'anul Karim Surat An-Nahl (16) Ayat 121 (Makkiyyah)
شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۖاجْتَبٰىهُ وَهَدٰىهُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.dan Al-Qur'anul Karim Surat Asy-Syura (42) Ayat 13 (Makkiyyah) (..شَرَع لَكُمْ).
Al-Qur'anul Karim Surat Asy-Syura (42) Ayat 13 (Makkiyyah)
شَرَعَ لَكُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا وَصّٰى بِهٖ نُوْحًا وَّالَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهٖٓ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى وَعِيْسٰٓى اَنْ اَقِيْمُوا الدِّيْنَ وَلَا تَتَفَرَّقُوْا فِيْهِۗ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ مَا تَدْعُوْهُمْ اِلَيْهِۗ اَللّٰهُ يَجْتَبِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ يُّنِيْبُۗ
diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).Sedangkan, ada dua ayat dalam Al-Qur’an yang diakhiri dengan huruf syin (ش) yaitu Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qari’ah (101) Ayat 5 (Makkiyyah) (كَالْعِهْنِ المَنْفُوش….)
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Qari’ah (101) Ayat 5 (Makkiyyah)
وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ
dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.dan Al-Qur'anul Karim Surat Quraisy (101) Ayat 1 (Makkiyyah) (لإِيلَفِ قُرَيشٍ).
Al-Qur'anul Karim Surat Quraisy (101) Ayat 1 (Makkiyyah)
لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,Ada satu ayat dalam Al-Qur’an yang di dalamnya mencakup seluruh huruf hijaiyah, yaitu Al-Qur'anul Karim Surat Al-Fath (101) Ayat 29.
Sedangkan, ada satu surat yang setiap ayatnya terdapat lafadz Allah, yaitu Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mujadalah. Dan ada enam ayat yang setiap akhir ayatnya terdapat dua asmaul husna yaitu QS Al-Hajj: 59-64.
Ada satu ayat dalam Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat 16 huruf mim (م), yaitu QS Hud: 48. Dan ada satu ayat dalam Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat 33 huruf mim (م), yaitu QS Al-Baqarah: 282.
Ada tujuh surat yang dijuluki ath-Thuwal (panjang) karena memiliki ayat yang sangat banyak, yaitu surat al-Baqarah, surat Ali Imran, surat An-Nisa, surat Al-Maidah, surat Al-An’am, surat Al-A’raf, dan surat Yunus. Sedangkan, satu-satunya surat yang memiliki jumlah ayat lebih dari seratus ayat tanpa sedikit pun menyebutkan lafadz surga (جنة) dan neraka (نار) adalah surat Yusuf. Ada satu ayat yang menyebut lafadz surga (جنة) sebanyak dua kali, yaitu QS Al-Hasyr: 20. Sedangkan, ada tiga ayat berurutan ayat yang pertama menolak paham sekte Musyabbihah (sekte yang menyamakan Allah dengan makhluk), ayat yang kedua menolak paham sekte Jabbariyyah (sekte yang menafikan usaha makhluk), ayat yang ketiga menolak paham sekte Qadariyyah (sekte yang menafikan kehendak Allah) yaitu QS Asy-Syu’ara: 98-100. Tidak ada dua huruf ha’ (ح) yang bertemu secara langsung dalam Al-Qur’an kecuali dalam dua tempat, yaitu QS Al-Baqarah: 235 (عُقْدَةَ النِّكاحِ حَتَى) dan QS Al-Kahfi: 60 (لاَ أَبْرَحُحَتَّى). Dan tidak ada huruf kaf (ك) yang bertemu secara langsung dalam satu kalimat di dalam Al-Qur’an kecuali dalam dua tempat, yaitu QS Al-Baqarah: 200 (مَنَاسِكَكُم) dan QS Al-Mudatsir: 42 (مَا سَلَكَكُم). Dari seluruh penjelasan di atas, terlihat jelas bahwa para ulama memiliki upaya yang sangat besar dalam meneliti Al-Qur’an. Semua hal yang terdapat dalam Al-Qur’an diteliti secara terperinci dari zaman ke zaman. Pada akhirnya, para ulama menemukan banyak hal yang menakjubkan dalam susunan Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa urutan dalam Al-Qur’an adalah perintah langsung dari Allah melalui malaikat Jibril sebagaimana pendapat ulama: قال القاضي أبو بكر: ترتيب الآيات أمر لازم فقد كان جبريل يقول: ضعوا آية كذا في موضع كذا Qadhi Abu Bakar berkata, “Urutan seluruh ayat (dalam Al-Qur’an) adalah perkara yang ditetapkan, maka sungguh malaikat Jibril selalu berwasiat ‘Tempatkanlah ayat ini ke dalam tempat ini’.” Demikian penjelasan yang dikutip dari kitab al-Burhan fi ‘Ulum al-Quran karya Imam Badruddin Muhammad bin Abdullah az-Zarkasyi (Beirut: Maktabah al-‘Ashriyyah), 2018, vol. 1 hal. 178-180.