Senin, 01 Juni 2026

LIHAT PERKATAANNYA JANGAN ORANGNYA



قول حاتم الأصم - رحمه الله تعالى - لا تنظر إلى من قال وانظر إلى ما قال، وخذ الحكمة حيث وجدتها فإنها ضالة المؤمن، فإذا وجدتها فقيدها، ثم ابتغ ضالة أخرى
تنبيه المغترين/٢٠٢
Perkataan Hatim Al-Ashamm رحمه الله تعالى:
"Janganlah engkau melihat siapa yang mengatakan, tetapi lihatlah apa yang dikatakannya. Ambillah hikmah di mana pun engkau menemukannya, karena hikmah adalah barang hilang milik seorang mukmin. Jika engkau telah menemukannya maka ikatlah (jagalah) ia, kemudian carilah lagi hikmah yang lainnya.”
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Hujurot (49) Ayat 13 (Madaniyyah=18A)
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
Poin Utama Kemuliaan Menurut Ayat Ini:
  • Bukan fisik atau status: Kemuliaan di sisi Allah tidak diukur dari kekayaan, jabatan, keturunan, maupun warna kulit.
  • Takwa sebagai tolak ukur: Nilai seseorang ditentukan oleh tingkat ketakwaannya, yaitu sejauh mana ia menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
  • Kesetaraan manusia: Ayat ini menegaskan bahwa semua manusia memiliki asal usul yang sama dan saling diciptakan bersuku-suku untuk saling mengenal, bukan untuk saling membanggakan diri.
Al-Qur'anul Karim Surat Al-Mujadalah (58) Ayat 13 (Madaniyyah=22A)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
Imam Nawawi dalam muqaddimah karya beliau[1] : al Majmu’. Imam Nawawi berkata
قال الشافعي رحمه الله تعالى : العلم أفضل من من صلاة النافلة وقال : ليس بعد الفرائض أفضل من طلب العلم، وقال : من أراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الآخرة فعليه بالعلم
Imam Syafi’i RA berkata : Menuntut ilmu lebih utama daripada shalat sunnah. Beliau berkata : Tidak ada amalan setelah amalam fardhu yang lebih utama daripada menuntut ilmu. Dan beliau juga berkata : Barangsiapa yang menginginkan (kebahagian) dunia hendak lah dengan ilmu barangsiapa yang menginginkan (kebahagian) akhirat hendaklah dengan ilmu. “.

0 komentar:

Posting Komentar